kalian gk pingin mengajukan Bu Rum sbg kekayaan intelektual nasional? mencatat beliau sbg "pahlawan" nasional dlm bidang kuliner akar rumput, sejarah ayam geprek tidak boleh terlupakan dr akarnya.
karena ayam geprek adalah penggerak perut mahasiswa2 yang sedang menuntut ilmu
Dan sekarang gua disini, sebenernya gak sekejap juga, ada proses panjang dan memorable yang gua lalui. Tapi tetep jadi the most "i'm sitting on my aswered prayers" moment in my life. Padahal pelamar lain lebih punya chance, tapi gua yang berhasil kerja duluan. Thank God.
Sekarang ini. Dulu kerja di Jogja, gaji mentok umr itu aja kdg kepotong 100-200k, buat biayain hidup sendiri sama keluarga. Gak punya tabungan, karena duit buat daily mulu. Tiba-tiba ada masalah keluarga > resign > nyoba loker ke LN dan gak lolos di tahap pertama (pemberkasan)
Gak ada waktu buat sedih, langsung nargetin kerja keluar kota lagi, mana ortu lg bangun rumah (udah berdiri pondasi). Hari hari mantengin loker di kerjaan baru yang cuma dapet gaji 1 juta perbulan. Gak lama, di tlpn secara pribadi sama pihak LPK "masih minat kerja ke LN gak?"
Ranking paralel didominasi cewe² di sekolah, narasi benevolent sexism kayak stereotip siswi² itu lebih disiplin, rajin, terorganisir ujung²nya ga dianggap pantas jadi ketua.
Men wouldn't say the same thing about women, they would say "Cewe² ga make logika dan ga rasional"
Bener, nyatanya pada ok ok aja banyak perempuan yang futsalan, suporteran, gaya lakik. Karena masyarakat kita pada dasarnya meremehkan dan membenci feminitas, idk dah ego siapa yang dijunjung.
sudah kubilang homophobia ini akarnya ya emang dari misogini juga. mereka benci feminitas. mereka benci laki-laki yang dianggap meninggalkan maskulinitas dan mendekati sesuatu yang mereka pandang “lebih rendah” yaitu perempuan