Kontradiksi adalah makanan sehari-hari. Asumsi khalayak menjelma bagai dogma yang laik diterima masyarakat jua diri sendiri dan berdikari pun menjelma ilusi.
@adorasirasa ���
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Proud father dengan bumbu tsundere. Agaknya memang cetakan kebanyakan Ayah begitu ya, Kak?
Terima kasih banyak atas ucapannya Kak Aurora 🙏🏻.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Namun aku tersadar bahwasannya di balik editan foto meriah itu, terdapat usaha yang ia curahkan di sela kesibukannya. Membuatku merasa bahwa eksistensi ku sebagai anak bukan sekadar formalitas belaka, melainkan memang 'nyata' adanya.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Terbangun dari tidur dan menyaksikan status WhatsApp Ayah yang menampangkan wajahku dengan hiasan meriah.
Tak munafik bahwa di awal kali melihat status itu, ada sedikit rasa malu mengganjal. Terlebih kolega Ayah adalah para dokter masyhur.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
️️ ️️
️️ ️️
Gugus merangkai gulungan stori,
tiap - tiap lembar aku izinkan
'tuk menggerabak dalam setiap
muara takdir diri, seolah yakin
ia akan berlabuh pada dermaga—
dermaga yang ku sebut UTOPIA.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Bagai bramacorah tercerabut
dari desanya. Aku melaju
nun jauh ke utara— mencari
tetirah sebab sadar diri
bahwa tak lagi aku miliki
pokrol 'tuk berkalang lindung.
️️ ️️
️️ ️️
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
𝘐𝘵 𝘧𝘦𝘦𝘭𝘴 𝘴𝘵𝘳𝘢𝘯𝘨𝘦. Apalagi ternyata pelaku utama dari keanehan pagi ini adalah Ayahku sendiri. Yang mana saat ini beliau tengah sibuk mengurus tanaman 𝘴𝘶𝘤𝘤𝘶𝘭𝘦𝘯𝘵 di halaman depan— tentu saja dengan iringan lagu ini.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Rasanya aneh. Baru bangun dari tidur lalu turun ke ruang tengah dan mata menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong; seperti tengah meratapi nasib, dengan diiringi lagu Mulan Jameela - Cinta Mati 3.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
@penuhriuh ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Alhamdulillah, senang dengarnya Bu. Loh jangan minta maaf lah, Bu, 'kan memang wajar bila Ibu tidak tahu. Uhm.. untuk sekarang tidak ada. Mungkin nanti kalau ada kawan bisa dibicarakan.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
@kianredup ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Ihwal kegemaran biasanya yang suka dilakukan dan frekuensinya sering. Mungkin.. ada? Tapi dirimu sendiri yang tak sadar. Eh.. pokoknya begitu lah.
Biasa dipanggil apa? Bintang? Bibin? Ntang?
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
@KelamKelimut ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Kali pertama mendaki ke Bukit Alesano di sekitar Bogor. Belum pernah coba daki gunung sebab terlalu ekstrem bagiku, pernah daki bukit juga 'kah?
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
@IngkarMangkir ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Terlalu banyak kata “Seandainya” dalam pikiran, ya? Maka dari itu ku rasa memang sangat perih kalau sampai terjadi, Munkar. Aamiin, begitu pula dengan Ayahmu ya.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Terkadang aku tak sanggup membayangkan diri ini hidup tanpa sosok Ayah— bahkan sudah terasa ngeri walau sekadar bayangan.
Bukan perkara aku yang manja, melainkan 𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙨𝙤𝙨𝙤𝙠𝙣𝙮𝙖.
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
@anukarta ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
KABAR KEMERDEKAAN.
Skripsiku sudah (alhamdulillah) beres. Sekarang tinggal menuju wisuda di bulan depan aja, Kak. Akhirnya napasku lega jugak!
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ