Hallo, Sobat SOL!!
Di tengah keragaman, kita menemukan kekuatan, ditengah perbedaan, kita menemukan persamaan. Inilah kota-kota paling toleran di Indonesia. Tempat dimana setiap suara didengar, setiap budaya dihargai, dan setiap orang diterima.
[Sebuah Utas]
(1/5)
Menurut SETARA Institute memberikan nilai indeks kota toleran pada kota Bekasi sebanyak 6,080. terdapat alasan mengapa Bekasi disebut sebagai kota toleran.
(4/5)
"Kya-Kya Surabaya menjadi pusat perhatian dengan festival yang meriah! Atraksi barongsai, festival ngamen, dan musik keroncong memperkaya malam-malam di sini. Rayakan keberagaman budaya Surabaya bersama-sama!
[Sebuah Utas]
(3/3)
Kya-Kya Surabaya adalah simbol nyata dari pluralisme yang ada di Indonesia. Sekaligus menjadi bukti bahwa berbagai etnis dan budaya dapat hidup berdampingan dalam harmoni.
[Sebuah Utas]
(2/3)
Terlahir dari kaya sejarah dan budaya, Kya-Kya Surabaya mengundang Anda untuk menjelajahi keindahan kisah masa lalu yang hidup.
Selamat datang di Kya-Kya Surabaya – di mana sejarah dan keberagaman bersatu dalam keharmonisan yang memukau.
[Sebuah Utas]
(1/3)
Thariq Ramadhan, seorang filsuf cendikiawan islam sekaligus aktivitas asal Swiss dikenal akan karyanya pada bidang pemikiran islam. Pendekatan nya yang Berfokus pada dialog antar agama menjadi alasan mengapa dirinya menjadi representatif moderasi beragama
(2/4)
Jalaludin rumi, seorang filsuf dan sufi yang hidup pada abad ke -13. Dikenal karena karyanya yang penuh akan pesan cinta, kedamaian, dan toleransi sekaligus memahami antaragama. Pendekatan secara inklusif ini disebut sebagai representasi yang baik untuk moderasi beragama.
(4/4)
Pada era multikulturasime saat ini mahasiswa berperan penting membangun keharmonisan umat beragama di lingkungan mereka masing-masing.
Menciptkan lingkungan tersebut bukanlah hal yang mudah, karenanya mari kita mengenal para tokoh yang memperjuangkan nya!
[Sebuah Utas]
(1/4)