Everything is political. Not just a phrase, banyak dari kebiasaan di hidup kita itu terbentuk dari kebijakan kebijakan yang disahkan oleh para pemegang kekuasaan.
Segampang jam kantor yang tiba tiba lebih pagi, mode kerja yang bisa WFA atau bahkan sebatas durasi istirahat.
!upi aku belum berani buat spill karena belum ada yang menjamin keselamatan aku, but if you guys brave enough to spill this out, just reply this tweet, nanti aku coba reach out!
https://t.co/87MNj6WcqV
Masalah tahun ke tahun dampak dari kepentingan yang bukan atas nama BEM REMA itu sendiri ditambah memang kurang "menjual"nya organisasi mahasiswa kampus yang program kerja, yang dampaknya tidak dirasakan oleh warganya.
Sangat disayangkan wadah sebesar dan potensial ini sia sia.
bem rema !upi masalah tiap tahunnya selalu sama, ga ada yg nyalonin jadi presma. kalo kayak gini terus gak ada evaluasi internal kah kenapa masalahnya berulang terus?
Di bidang astronomi, jarak yg sangat jauh diukur dgn satuan “tahun cahaya”
Di Indonesia ada satuan baru dlm perhitungan harga/biaya yg sangat mahal, yaitu “hari MBG”
* Anggaran beasiswa LPDP: 5 hari MBG
* Subsidi BPJS Kes: 40 hari MBG
* Biaya pembangunan Whoosh: 94 hari MBG
😁
Kalau mau ikut organisasi pas kuliah, ikut aja. Tapi dua itu udah lebih dari cukup.
Kalau di salah satu organisasi lo pegang posisi leadership, di organisasi satunya cukup jadi staff. Jangan ambil terlalu banyak peran sampai semua energi, waktu, dan fokus lo habis di sana.
Yang paling penting justru bukan jumlah organisasinya, tapi motivasinya.
Kalau lo ikut organisasi cuma buat "isi CV", lalu akhirnya ngangkut semua tanggung jawab sampai hidup lo muter di kepanitiaan, rapat, dan drama internal, most likely hasilnya gak sebanding. Lo capek, waktu habis, tapi value yang benar2 nempel ke diri lo sering kali minim.
Organisasi tetap bisa jadi pengalaman yang bagus. Lo bisa belajar kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, dan cara navigate manusia. Tapi treat it as part of the college experience, bukan pusat dari seluruh identitas dan strategi karier lo.
Soalnya hari ini, sinyal kompetensi yang lebih kuat justru sering datang dari hal2 yang lebih real: ikut lomba, bangun personal project, magang, nulis high quality essay di internet, bikin karya, atau share pemikiran lo secara konsisten. Itu semua jauh lebih gampang diterjemahkan jadi bukti skill.
Dan lebih relevan buat masuk industri, baik sebagai profesional maupun entrepreneur.
Kecuali kalau tujuan lo memang jelas ke arah politik atau kebijakan publik setelah lulus.
Kalau itu game yang lo mainkan, maka organisasi kampus adalah arena latihan yg bagus. Untuk case itu, ngejar posisi strategis seperti ketua BEM atau bahkan Presma baru makes sense.