Pertimbangan ini juga yang membuat kami menunda fundraising yang seharusnya dilakukan Sabtu kemarin. Semua sudah siap, tinggal dipublikasikan, tapi kami memutuskan harus ada assessment scr menyeluruh terlebih dulu.
I’m glad we waited. A bit heartbroken, but it is what it is 🙂
Day 42
We are living the most awful days in this life
It’s been a lot of hard times before, we been under Israeli occupation since 1948
This time is the hardest, death is the cheapest and the most easy thing to get
I’m losing weight and power
Ada yang menghebohkan dengan adanya kabar penyebaran nyamuk Bill Gates. Menimbulkan pro dan kontra masyarakat.
Apa sebenarnya nyamuk Bill Gates ini?
Sebenarnya nyamuk Bill Gates ini bernama Wolbachia. Suatu proyek yang dikembangkan oleh World Mosquito Program (WMP) yaitu perusahaan milik Monash University.
Mungkin karena proyek ini mendapatkan dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation, maka banyak dikenal sebagai nyamuk Bill Gates.
Tujuan dikembangkannya proyek ini adalah untuk menurunkan penyebaran Demam Berdarah (DBD), demam kuning, dan chikungunya.
Bakteri Wolbachia ini dapat melumpuhkan virus dengeu yang terkandung dalam nyamuk aedes aegypti.
Gampangnya, ini seperti vaksin, tapi yang divaksin itu nyamuknya agar tidak menyebarkan virus ke manusia. Selain itu, nyamuk hanya akan bekerja untuk mengurangi jumlah spesies nyamuk sasaran.
Nyamuk ini sudah berhasil digunakan di beberapa bagian Brazil, kepulauan Cayman, Panama, India, dan Singapura.
Di Indonesia sendiri, nyamuk Wolbachia sudah disebar, tepatnya di Yogyakarta. Setelah diteliti oleh UGM, hasilnya mengejutkan, kasus DBD pada daerah yang diteliti mengalami penurunan sampai 77%. Begitupun dengan presentase pasien yang dirawat di RS. Turun sampai 86%.
Tahun ini, giliran Bali menjadi tempat penyebaran selanjutnya. Namun Pj Gubernur Bali sepakat melakukan penundaan karena ada masyarakat yang belum setuju.
Memang di balik manfaatnya, masih terdapat kontra yang juga populer di masyarakat.
Seperti kemungkinan adanya mutasi yang bisa mengarah pada sifat ganas dan sudah ada metode pembasmian nyamuk untuk melindungi manusia.
Jadi masyarakat kontra menganggap tidak perlu adanya penyebaran nyamuk Wolbachia.
Environmental Protection Agency (EPA) sendiri menyatakan kalau nyamuk transgenik atau Wolbachia ini tidak menimbulkan risiko bagi manusia, hewan, atau lingkungan.
Untuk diketahui, hanya nyamuk transgenik jantan yang dilepaskan karena tidak akan menggigit manusia. Sehingga tidak membahayakan dan tidak ikut menyebarkan virus Zika serta patogen lainnya.
Di Amerika Serikat, penggunaan nyamuk transgenik sudah diatur oleh EPA. Izin Penggunaan Eksperimental atau EUP harus diberikan terlebih dahulu sebelum melakukan penyebaran.
Begitulah ilmu pengetahuan, terus berkembang dengan berbagai pro dan kontranya. Suatu hal yang baru memang akan selalu menimbulkan diskusi.
Terima kasih
Cepet kasih tau aku kalo makan sushi 7 piring ini normal 😭🙏🏼
Biasanya kalian habis berapa piring? Pliss aku ngga kalap sendirian kan
Gimana ngga kalap, sushi kok cuma 10rb 🫠
Aku yg mendampingi di ambulance saat di pindah RS, ketika mamahnya tersedu-sedu..
gak trima rasanya hatiku banyak komen2 jelek menyalahkan..
Untung aku sabar, yg penting masih selamat walaupun dengan kondisi kek gitu..
Bismillah lekas sembuh ya Mas.. We love you more 🥰
@merapi_uncover @_fauzzannn Alhamdulillah masih dilindungi Gusti Allah, sekarang dalam perawatan di RS.
Matursuwun sanget kagem Mas2 & Bapak2 yg menolong, lemah teles 🙏
Terimakasih untuk komen yang baik2, semoga kebaikan kembali kepada kalian.. Aamiin YRA 🤲