@ShopeeID@ShopeelD Desain slim & performa kuat Exynos 1680 di Galaxy A57 5G, jadi bebas Explore Cross Passion Mission & ngelakuin banyak hal yang aku suka #GalaxyA57withShopee
@OPPOIndonesia OPPO A6s disertai dgn baterai raksasa 7000mAh jd gak usah khawatir lowbatt kalau lagi jalan-jalan. Kalaupun sampai terjadi pun gak usah kuatir karena pengisian daya cepat 80W SUPERVOOC & ini jg penting yaitu ketahanan air/debu IP69. #OPPOA6s#PancarkanKilaumu#NyemplungAjaDulu
MENANGKAN 1 OPPO A6s! 🎁
1️⃣ Follow akun @OPPOIndonesia
2️⃣ Repost dan Reply postingan ini
3️⃣ Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar:
“Sebutkan 3 keunggulan OPPO A6s yang kamu suka dan jelaskan alasannya!”
(Tips: Cari jawabannya di Google dengan ketik: “OPPO A6s”)
4️⃣ Gunakan hashtag #OPPOA6s, #PancarkanKilaumu, #NyemplungAjaDulu
5️⃣ Tulis jawabanmu sekreatif mungkin dan diperbolehkan lebih dari 1 jawaban
6️⃣ Ajak temanmu ikutan dengan mention mereka!
7️⃣ Masing-masing pemenang akan dipilih secara acak dan merupakan keputusan tim juri yang tidak bisa diganggu gugat.
📆 Periode: 10-15 Maret 2026
*S&K Berlaku
Yoi. Fans k-pop di Indonesia ini sering melakukan apa yg disebut dlm ekonomi digital sbg unpaid labor alias buruh gratisan.
Mereka berpromosi gratis, menerjemahkan konten, sampai2 mau2nya melakukan pembelaan masif kpd idolanya di media sosial.
Tp dr POV ekonomi industri Korea, fans k-pop Indonesia ini cuma angka2 yg bisa dieksploitasi. Mereka dipandang sbg sekelompok manusia2 yg cuma berguna dlm efisiensi biaya pemasaran.
Nah, ketika suatu massa fans K-Pop Indonesia cuma dianggap sbg angka untuk mendongkrak popularitas, industri kreatif Korea memanfaatkan hasil eksposur fans Indonesia tsb agar bisa menjual artis2nya dgn harga lebih mahal ke pasar Amerika dan Eropa.
Dlm konteks sosiologi-ekonomi, ketika seseorang memberikan tenaga secara cuma2 demi keuntungan pihak lain yang sudah kaya, posisi orang tersebut dalam hierarki ekonomi dianggap golongan yg sangat rendah, mudah dimanfaatkan, mudah diekploitasi, mudah dikibuli.
Tak heran kalau sebagian masyararat Korea dgn enteng menyebut fans k-pop Indonesia-yg sebetulnya telah berkontribusi luar biasa dlm pasar volume negaranya- nggak lebih dari monyet belaka.
Ironis.
1. at least kita ga pernah hate komen ke idol sampai idolnya bundir
2. at least kita ga pernah ngirimin 1000 papan BUNGA KEMATIAN buat jatuhin mental anak umur 21 tahun (Knetz dari dulu ga berubah2 jiwa2 pembully nya🫠)
#SEAblings