Mungkin karena content creator gak punya beban balas jasa, sehingga mereka bisa menampilkan diri mereka sendiri di hadapan publik. Dan publik sepertinya mampu membedakan konten yang real atau yang settingan karena ditampilkan secara jujur. Karena algoritma sosmed transparan.
Tapi untuk mendapatkan pemimpin shaleh konon katanya mahal banget ongkosnya. Ini udah kayak urban legend di negeri ini. Tetiba kendaraan politik gak mau pasang tarif bawah. Sedih banget ya.
Negara sebesar ini sepertinya krisis kandidat pemimpin nasional dan daerah yang shaleh dikesehariannya serta mampu menjaga keluarganya dari amal buruk. Prihatin sih, tapi ya sudahlah.
Jadi kalo ada kumpulan suporter yg bilang turut berduka cita..bla..bla..bla semoga ini yg terakhir. Gue sih cuma bilang : OMONG KOSONG. Selama mental masih sama, kalian adalah pelaku atau korban di waktu mendatang