Rahasia di Balik Tercegahnya Doa
Pada suatu waktu, Nabi Musa As melihat seorang lelaki sedang berdoa dengan penuh rengekan, memohon agar hajatnya segera dikabulkan.
Melihat kesungguhan tersebut, Nabi Musa menghadap Allah Ta’ala dan berkata, “Wahai Tuhanku, seandainya hajat orang itu ada dalam kekuasaanku, pasti segera aku kabulkan.”
Fakhruddin ar-Razi:
“Tujuan doa bukanlah untuk memberitahu Allah tentang kebutuhanmu. Sebab, Dia sudah mengetahui semuanya. Sebaliknya, tujuan doa adalah untuk mengungkapkan kerendahan hati dan kerapuhanmu, serta mengakui bahwa segala sesuatu itu berasal dari Allah.”
Dalam sebuah proses, Ibnu al-Qayyim pernah memberi sebuah perumpamaan yang indah:
“Pohon pinus berbuah (menghasilkan kerucut biji) setelah tiga puluh tahun, sementara tanaman labu menempuhnya dalam waktu dua minggu.
Maka, labu itu berkata kepada pohon pinus, ‘Jalan yang kau tempuh selama tiga puluh tahun, telah kutempuh hanya dalam dua minggu. Namun, aku hanya disebut tanaman, sementara engkau disebut pohon.’
Pohon pinus pun menjawab, ‘Tunggulah hingga angin musim gugur berhembus. Jika engkau tetap kokoh, saat itulah engkau layak untuk berbangga.’”
Betapa banyak yang tumbuh cepat, namun tidak bertahan lama. Dan betapa banyak yang tumbuh perlahan, namun tetap kuat dan bertahan lama.
Jika kamu diuji dengan keterlambatan dalam hal yang paling kamu inginkan, maka bersabarlah, agar Allah dapat memberikan kepadamu lebih dari apa yang kamu inginkan.”