Guys, di tengah semua berita tentang pemimpin yang korup, program yang gagal, dan pejabat yang tidak kompeten ada satu kisah lama yang menurut gue paling relevan dan paling menginspirasi untuk dibaca hari ini.
Ignasius Jonan harus menertibkan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga untuk membangun double track kereta lintas utara Cirebon-Surabaya-Pasar Turi sepanjang 500 kilometer.
Di Indonesia proyek sebesar ini biasanya identik dengan satu hal: keributan panjang, ganti rugi yang tidak adil, warga yang melawan, dan proyek yang molor bertahun-tahun.
Jonan menyelesaikannya tanpa satu pun keributan berarti.
Dan ini cara yang dia lakukan yang tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya:
Kompensasi sesuai aturan sudah pasti diberikan.
Itu standar. Itu kewajiban.
Tapi Jonan menambahkan satu hal yang tidak ada dalam aturan manapun:
"Setiap orang yang terdampak boleh mengusulkan satu anggota keluarganya untuk menjadi pegawai KAI."
Satu kalimat.
Tapi dampaknya luar biasa.
Bapak yang tanahnya tergusur bisa daftarkan anaknya kerja di KAI.
Ibu yang rumahnya dibongkar bisa daftarkan suaminya.
Kakak yang bangunannya ditertibkan
bisa daftarkan adiknya.
Asalkan masih satu Kartu Keluarga bebas.
Dan ini yang paling mengagumkan syaratnya sangat manusiawi:
Jonan tidak membuat syarat yang mempersulit.
Ijazah minimal SLTA.
Usia maksimal 40 tahun. Tes kesehatan. Selesai.
Dan kalau anggota keluarga pertama tidak lulus tes kesehatan boleh ganti dengan anggota keluarga lain dari KK yang sama sampai ada yang lulus.
Tidak ada birokrasi yang rumit.
Tidak ada uang pelicin.
Tidak ada koneksi yang diperlukan.
Dan ketika ada yang bilang ke Jonan bahwa dulu daftar kerja di KAI harus nyuap jawabannya langsung dan keras:
"Kalau ada yang nyuap laporkan ke saya."
20.000 lebih KK pindah.
Tanpa keributan.
Tanpa demo.
Tanpa protes panjang yang menghambat proyek.
Bahkan bukan hanya mau pindah mereka pindah dengan perasaan diuntungkan.
Karena sekarang ada anggota keluarga mereka yang punya pekerjaan tetap, penghasilan stabil, dan masa depan yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Saya bilang:
saya tidak mengusir Anda.
Anda pergi tapi akhirnya keluarga Anda jadi pegawai di kami."
Dan ini konteks yang lebih besar yang perlu diingat:
Jonan mengambil alih KAI ketika perusahaan itu sedang merugi Rp83 miliar di tahun 2009.
Bobrok dari dalam.
Budaya suap merajalela.
Pelayanan buruk.
Aset tidak terurus.
Cara dia membangun double track ini mencerminkan cara dia memimpin secara keseluruhan:
fokus pada solusi nyata bukan prosedur kosong, hormati rakyat kecil sebagai manusia bukan sebagai hambatan proyek, dan bersihkan sistem dari dalam tanpa kompromi.
Hasilnya KAI berubah dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan.
Jonan membuktikan satu hal yang menurut gue paling langka di Indonesia:
pemimpin yang cerdas tidak perlu memilih antara kepentingan proyek dan kepentingan rakyat.
Dengan sedikit kreativitas dan banyak empati keduanya bisa berjalan bersamaan.
20.000 KK ditertibkan.
500 kilometer jalur dibangun.
Dan ribuan keluarga yang terdampak justru mendapat pekerjaan yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.
Bukan sulap.
Bukan keajaiban.
Hanya kepemimpinan yang benar-benar memikirkan manusianya bukan hanya angka proyeknya.
Dan yang paling menyedihkan: kisah seperti ini seharusnya jadi standar bukan pengecualian yang kita kagumi karena begitu jarang terjadi.
🥺😩‼️ Kasian beud... Seekor orangutan ditemukan dalam kondisi terluka di area persawahan warga di Desa Podorukun, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Senin (25/5/2026) sore.
Jika kalian sudah tidak suka dengan hewan piaraan, tolong jangan perlakukan mereka seperti ini, titip atau cari siapa yang mau adopsi.
Sedih lihatnya 😟
🇨🇳 Even in 2011, Lei Jun was handing out flyers in the streets for Xiaomi’s first phone while people ignored him like a complete nobody.
By 2026, he was sitting at a state dinner with Trump and Xi, taking selfies with Elon.
‼️INFO ORANG HILANG‼️
Saudari Pipit telah meninggalkan rumah dan belum kembali sejak Jumat, 8 Mei. Keluarga saat ini sangat mengkhawatirkan keberadaannya. Bagi siapa saja yang melihat atau mengetahui informasi terkait, mohon segera menghubungi pihak keluarga.
Identitas:
Nama: Pipit Pidia Sary
Usia: sekitar 20 tahun
Ciri-ciri:Rambut hitam sebahu
Kulit sawo matang
Tinggi badan sekitar 155–160 cm
Terakhir terlihat:
Di kawasan SUTET Citra Indah, Jonggol, menggunakan sweater putih.
Alamat rumah:
Kampung Manglad, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Jika melihat atau mengetahui keberadaannya, mohon hubungi ke nomoe elshinta di 0811806543.
Mohon bantu sebarkan informasi ini.
#ElshintaViral #InfoOrangHilang
No words are needed; her cry says it all. The little girl, who grew up with "her" bull, teaches us a lesson in humanity and empathy by desperately begging for this animal's life. "He didn't do anything, he just wants to go home."
Sooo ... Japan's sitting PM Takaichi is perfectly capable of kneeling and has no problem kneeling at Australia's War Memorial.
Kneel and apologize to ALL ASIAN COUNTRIES that were war victims, that suffered massacres, torture, and human experiments from Japanese imperial soldiers!
Today’s trending heartwarming story on Chinese social media:
A 44-year-old apple farmer from Shaanxi drove over a thousand kilometers to Xianfeng, Hubei to sell his harvest.
Right after arriving, he collapsed from a cerebral infarction — alone, far from home, with 4,000 kg of apples baking in the summer heat.
The hospital stepped up immediately. They set up a stall right outside the gates. Doctors, nurses, and locals all pitched in.
As the story spread online, even more people rushed over to help. In less than a day, every single apple was sold.
He came to sell fruit… and left with something far more valuable: proof that kindness still exists.
Saya punya teman yang anaknya kuliah di Universitas Binus. Dia cerita kalau di Binus ada aturan: ketahuan mencontek, mahasiswa di-DO.
Wow! Saya terkesima.
Lalu dia menambahkan: jika ada alumni Binus tertangkap korupsi, maka namanya akan dihapus dari daftar alumni Binus.
Wow! Wow! Wow! Saya triple terkesima.
Saya jadi mikir, kenapa kampus PTN tidak mengajarkan integritas seperti itu ke mahasiswanya?
Itu adalah sebuah aturan, sekaligus pelajaran, yang menurut saya sangat penting untuk "memperbaiki" bangsa ini. Sebuah langkah dasar dalam membentuk mental anak didik mereka.
Kenapa cuma Binus yang melakukan kebaikan itu? Kenapa cuma Binus yang punya niat untuk membina nusantara ini menjadi lebih baik?
--
Catatan: silakan share jika ada kampus lain juga yang mengajarkan integritas seperti itu.