Yg dilakukan Greenpeace kemarin di Bundaran HI itu sudah direncanakan. Dan memang mereka serapi itu rencananya.
Negara kalah 2 kali kemarin.
1. Kalah karena kecolongan aksi pemasangan banner di Bundaran HI
2. Kalah karena Negara benar-benar nggak punya rencana mitigasi apalagi penaggulangan kebakaran hutan dan lahan
Dan ada 2 kata lucu yg muncul kemarin: Polisi kecolongan.
Setelah aktivis Greenpeace diamankan, Polisi tidam menemukan pasal mana yg dilanggar, akhirnya mereka pun dibebaskan tadi malam.
Menarik ketika Herry Sutresna alias Ucok Homicide, Morgue Vanguard, atau Lord Kobra menuliskan 10 lagu perlawanan terbaik versi lokal sekitar 12 tahun lalu. Daftar ini menarik karena perlawanan tidak selalu harus disuarakan lewat musik punk, hardcore, atau metal yang penuh distorsi dan teriakan. Ada folk, rock, hingga balada yang sama-sama menyimpan kemarahan, kritik sosial, dan keberanian melawan kekuasaan. Dari Swami dengan “Bongkar”, Efek Rumah Kaca dengan “Di Udara”, Puppen dengan “Sistem”, sampai Rotor dengan “Pluit Phobia”, semuanya punya cara sendiri untuk menggugat keadaan.
Namun, pilihan nomor satu, “Mentari” karya Iwan Abdurrahman atau Abah Iwan, justru menjadi bagian paling menarik dari daftar ini. Di tengah lagu-lagu yang identik dengan musik keras dan lirik frontal, Ucok menempatkan sebuah balada melankolis sebagai lagu perlawanan terbaik. Ini pilihan yang kuat, sebab perlawanan tidak selalu lahir dari amarah yang meledak-ledak. Kadang, ia tumbuh dari kesedihan, kehilangan, dan keyakinan bahwa ketidakadilan tidak boleh dibiarkan begitu saja. “Mentari” punya kekuatan emosional yang berbeda: bukan sekadar mengajak orang marah, melainkan menguatkan mereka yang sedang menghadapi represi dan ketakutan.
Buat saya, penempatan “Mentari” di posisi pertama seperti menegaskan bahwa musik perlawanan bukan soal seberapa keras suara yang dikeluarkan, melainkan seberapa dalam lagu itu menancap di kesadaran orang yang mendengarnya. Lagu ini mengingatkan kita pada sejarah gerakan mahasiswa dan represi politik Orde Baru, ketika keberanian untuk bersuara saja sudah menjadi tindakan perlawanan. Pilihan Ucok terasa istimewa karena ia tidak terjebak pada romantisme musik keras atau kemarahan yang terdengar gagah. Ia justru memilih lagu yang menyimpan kekuatan dalam kesederhanaan dan kesedihannya. Sebab pada akhirnya, perlawanan bukan cuma tentang merobohkan sesuatu, tetapi juga tentang menjaga harapan agar tetap menyala ketika keadaan berusaha memadamkannya.
Yaudehlah ini dia lagu dari Abah Iwan - Mentari dikasi footage kejadian kemarin. Sing sarehat, bahagia, salamet dunya dan aparat!
*dibagian akhir vidio lucu juga,,, tuluuung!!!
INDONESIA SURAM
Kalimantan terbakar
Sumatera atas kebanjiran
Sumatera bagian bawah kebakaran
Jawa kekeringan
Ntt kena gempa
Sulawesi di perkosa
Papua demiliterisasi
temen2 maaf bad news. tapi aceh dan NTT blm pulih, pembakaran hutan di kalimantan dan sekitrnya blm usai, darurat ispa, banjir di solok, krisis air bersih, BBM langka, pemadaman listrik bergilir, raja ampat mulai dikeruk lagi dan kasus keracunan mbg bertambah. kami menolak lupa!