Termaktub dalam sanubari, pukul dua dini hari, kala ketukan renjana memperkenalkan diri. Saat netra bertaut, jajaran aksara yang menuliskan linimasa lekas menemukan mahligai rasa yang sempat hilang. Senandika seorang daksa rapuh, yang melabuhkan asa seutuhnya pada nirmala.
Termaktub dalam sanubari, pukul dua dini hari, kala ketukan renjana memperkenalkan diri. Saat netra bertaut, jajaran aksara yang menuliskan linimasa lekas menemukan mahligai rasa yang sempat hilang. Senandika seorang daksa rapuh, yang melabuhkan asa seutuhnya pada nirmala.