Lagi ramai jadi perbincangan, akun TikTok/nia.hajar_s, yang berisi konten ceramah agama berhasil meraup 864 ribu pengikut dan 9,8 juta likes.
Videonya ditonton sampai jutaan kali. Sekilas sosok "Kak Hajar" ini tampak seperti ustazah asli, tapi faktanya, dia 100% hasil rekayasa AI.
Fenomena ini memicu keresahan besar di kalangan netizen dan pakar digital. Ini beberapa poin kritisnya:
1. Visualnya luar biasa realistis, membuat banyak jemaah digital terkecoh dan mengira sedang mendengarkan manusia asli.
2. Dakwah dinilai bukan sekadar teks yang dibaca algoritma, melainkan transfer nilai, keteladanan, dan pengalaman hidup dari ulama nyata.
3. Jika ada kekeliruan tafsir atau teks agama di dalam videonya, tidak ada sosok nyata yang bisa dimintai pertanggungjawaban.
Menampar muka pemerintah melalui listrik
dengan dana minim mampu membuat kelebihan daya listrik dan menjualnya ke PLN sebagai pemasukan desa
bobrok
Seharusnya ini tugas pemerintah yang memfasilitasi bukan rakyat yang bekerja
tercatat ada 8000 WNI yang sedang meminta proses pergantian kewarganegaraan dengan alasan:
- Gaji bagiakan langit-bumi
- dokter di Indonesia Rp10-30 juta, di Singapura Rp95-130 juta.
- Sama-sama dokter tapi dihargai 10x lebih tinggi di luar
- Pajak Indonesia nyekik 35% belum termasuk pajak tidak resmi dari oknum berseragam & ormas.
- Di Singapura cuma 24%, bersih, transparan
- Lapangan kerja tidak sesuai ekspektasi 7,24 juta pengangguran,
- lulusan pintar tidak terpakai di negeri sendiri
- Kualitas hidup jauh lebih baik di luar
- pola pikir terbuka, sistem lebih jelas, tidak ada pungli
- Negara tidak hilirisasi
- otak-otak cerdas Indonesia tidak dibutuhkan di dalam negeri, akhirnya dinikmati negara lain
- Negara kaya tapi rakyatnya kabur karena kekayaan dinikmati segelintir orang, bukan yang bekerja keras
𝐊𝐞𝐜𝐚𝐦 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐚𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐭𝐮𝐚 𝐁𝐄𝐌 𝐔𝐆𝐌, 𝐀𝐝𝐡𝐲𝐚𝐤𝐬𝐚 𝐃𝐚𝐮𝐥𝐭: “𝐀𝐒𝐓𝐀𝐆𝐅𝐈𝐑𝐔𝐋𝐋𝐀𝐇…”
Video yang menampilkan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, tengah ramai diperbincangkan setelah ia menyampaikan kritik tajam kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, mahasiswa Ilmu Filsafat UGM itu menggunakan analogi yang dinilai sebagian pihak sudah melampaui batas kritik yang wajar. Potongan video itu pun cepat menyebar luas dan memicu berbagai reaksi di platform digital.
Salah satu tanggapan keras datang dari Adhyaksa Dault. Ia bahkan beberapa kali mengucapkan istigfar saat menanggapi pernyataan Tiyo, karena menilai ucapan tersebut tidak pantas ditujukan kepada kepala negara.
“Ini bukan kritik lagi, kau menghina kepala negara,” ujar Adhyaksa dalam video tanggapannya.
Naskah | Admin: FR
Video | Editor: mediaprabowo | AQ
#laporan8 #PresidenPrabowo #BEMUGM #AdhyaksaDault #Viral
Long term is longgggg . Keep that in mind. $BTC could stay choppy and unstable at lows (55-71k) up and down for months. Investors might only see profits from Q4 2026 to Q3 2027. We could face two difficult quarters. This is a trader’s range unless you know how to get in and out. If you are Muslim and investing is your only option for religious reasons, I suggest setting a sell order at an acceptable range so it executes if things go wrong. Because everyone can be wrong, and every trade has a risk of failing.
$Tao might reach 888 at some point in 2027.
Lo baru sadar HPnya ilang, langsung buka Find My Device lewat laptop.
Last seen 5 jam lalu di Stasiun Gambir. Abis itu? Udah.
Nggak gerak lagi. Langsung offline.
Si maling langsung matiin internet biar ga ke trace. Itu cara jadul.
Dulu sampe situ doang.
Sekarang? Nggak lagi.
saya terhentak mengikuti kasus BGN, malam kemarin Pak Dadan diberhentikan, paginya kantor digeledah, malam ini ditahan.
saya ikuti penjelasan dari Kejaksaan sejam lalu, dan merangkumnya sebagai berikut:
1. Kejaksaan menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah bekas pimpinan inti di Badan Gizi Nasional: Kepala badan, dan dua wakil kepala.
2. sejak 6 Januari 2025, pemerintah menjalankan MBG sebagai program prioritas nasional, dengan anggaran Rp85,27 triliun di 2025, dan Rp80 triliun di 2026.
3. Kejaksaan menemukan pola, bahwa yayasan-yayasan yang seharusnya menjadi mitra pelaksana, ternyata terafiliasi dengan para pejabat itu sendiri.
4. proses penunjukan mitra pun tidak berjalan netral. verifikasi yang seharusnya objektif, justru diintervensi.
5. dampaknya, yayasan-yayasan itu disebut menerima insentif miliaran rupiah setiap hari.
6. penyimpangan juga merembet ke pengadaan barang:
- Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sekitar Rp1 triliun;
- Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark-up;
- Pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian unit yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark-up; dan
- Pengadaan televisi 75 inci sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya mark-up harga.
7. ketika KAK tidak lagi dibuat berdasarkan kebutuhan, melainkan mengikuti kepentingan,indikasinya: mark-up harga, spesifikasi tidak tepat, dan output yang tidak mendukung tujuan program.
8. menariknya, kasus ini bermula laporan masyarakat soal dapur MBG yang tidak sesuai spesifikasi. Dari situ, penyelidikan dilakukan, dalam waktu satu minggu.
9. sampai sekarang, angka kerugian negara masih dihitung.
10. saat ini tiga tersangka sudah ditahan, penggeledahan dilakukan di berbagai lokasi, dan barang bukti elektronik telah diamankan. Penyidikan masih berjalan, dan kemungkinan tersangka baru masih terbuka.
11. dari sisi hukum, Kejaksaan juga menegaskan satu batas penting: tidak semua hubungan atau afiliasi itu salah. yang menjadi masalah adalah ketika afiliasi itu dipakai secara melawan hukum dan menciptakan konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan.
sedih memang, karena sebaik apa pun kebijakannya, akan hancur bila di tangan yang salah. 😔
(sumber foto: BBC)