Nyambung bahas budaya dan film horor lagi, ya.👻
Karena ritual shamanismenya ASLI, menurut mudang yang menjadi konsultan Exhuma yaitu Go Chunja, ada DUA adegan di mana Kim Goeun dan Lee Dohyun sangat rentan kerasukan.
1. Adegan pengorbanan hewan di kuburan yang berlokasi di gunung
2. Adegan pemanggilan roh jenderal di gudang tempat kremasi.
Baru aja selesai nonton series “Karma” di Netflix. Abis nonton rasanya di kepala langsung terpikir:
Buset, bagus bener ini yg nulis ceritanya yak. Gila, kok bisa nyambung2innya begitu? Terlalu mindblowing. Jenius! 😭
Sepanjang nonton rasanya ga nyaman, tapi bagus bgt ajggg
Sebenarnya Nabi Muhammad ﷺ sendiri pernah mengalami Aamul Huzni (Tahun Kesedihan) dan sahabat-sahabat pilihan juga merasakan kesedihan mendalam.
Mental illness itu gangguan kesehatan pada organ otak (kimiawi serotonin/dopamin), bukan barometer tingkat ketaqwaan seseorang.
Kerja 100%!
Pukul 01.00 WIB, Seskab Teddy mengecek langsung seluruh kesiapan jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo hari ini.
Memastikan setiap detail siap dan seluruh rangkaian berjalan dengan baik.
Kalo gua jadi ibu bidan nya pasti gua bilang gini...."ya udah ibu bawa pulang aja pasiennya!"
Dari pada nanti ada apa-apa, ibu bidan itu juga yang harus bertanggungjawab!
Being reunited with a best friend from across the miles 🥺
There’s something almost primal about the moment a face you haven’t seen in years steps into the frame.
These clips aren’t just “feel-good videos.” They’re quiet evidence of something our always-connected world keeps trying to erase: real friendship still requires physical presence. Screens can maintain a relationship, but they cannot fully replace the nervous-system reset that happens when two people who know each other’s history finally share the same air again.
Notice the pattern across every surprise:
• The body freezes first, then softens.
• Tears come before words.
• The hug lasts longer than socially “normal.”
That isn’t performance. It’s the nervous system recognizing safety and continuity after long separation. Distance tests friendship more honestly than proximity ever does. The ones who still show up after 3, 10, or 30 years reveal something rare: loyalty that survived time zones, life stages, marriages, kids, careers, and the natural drift of adulthood.
In an era where algorithms reward outrage and shallow interaction, these reunions feel almost radical. They remind us that the deepest human bonds are not optimized for engagement metrics. They’re built in the unglamorous work of staying in touch when it’s inconvenient, then choosing to close the distance when it matters.
The best friendships don’t expire. They wait. And when the door finally opens, the years collapse into a single, wordless second.
Watch these moments carefully. They’re not nostalgia. They’re proof that some connections are still worth the flight.
Surat Ad Dhuha itu indah banget. isinya tentang Allah yg engga ninggalinn hamba-Nya, tentang akherat, dan tentang rasa syukur.
agak nyesek sih kalo ayat seindah itu malah dijadiin challange bwtt dapetin miras.
Diriwayatkan bahwa seorang sahabat mengeluh kepada Rasulullah Saw:
“Wahai Rasulullah, mengapa dunia seolah-olah tidak menginginkanku? Semua usahaku bangkrut. Peternakan dan pertanianku pun selalu gagal panen.”
Rasulullah Saw kemudian tersenyum dan mengajarkan kepadanya tasbih para malaikat dan tasbih penghuni alam semesta:
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم أستغفر الله
Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil ‘azhim, astaghfirullah.
Kemudian Nabi Saw bersabda:
“Bacalah seratus kali sebelum terbit fajar. Maka dunia akan memohon kepada Allah agar engkau memilikinya; dunia akan mengejarmu tanpa engkau mengejarnya.”
Beberapa bulan kemudian, sahabat tersebut kembali dan berkata:
“Wahai Rasulullah, sekarang aku justru bingung dengan hartaku. Ke mana harus aku letakkan hasil usaha dan peternakanku yang begitu banyak?”
—Abwabul Faraj, Sayyid al-Maliki