Emang di Bundaran HI lebih efektif. 5km is a very long walk tp imagine orang2 yg mereka lalui lihat semuanya. Berangkat start di 1500-3000 demonstran, dan mereka deploy 4000. Who knows at the end of the day akan banyak warga yg ikut turun dan massa bertambah. ACAB gabisa nangkep semua orang. Stay safe everyone! Jaga kanan kirinya!
Ingat guys, bedanya demo bayaran sama demo organik :
> Gambar kiri. Bayaran, demo di UGM kemaren
> muka ditutup, malu-malu
> Kok ditutup? lo masuk TV jadi pengedar baso boraks?
> Nah, gambar kanan organik, demo hari ini di Jakarta
> gak malu-malu
> Pede, ngomong berbobot, gak takut mukanya tampil
Terima kasih mahasiswa-mahasiswa yg udah turun ke jalan hari ini. Semoga wowok dengerin (susah sih ini, udah disaring buna duluan infonya pasti)
Paling yg nyampe telinga owo gini :
"aman pak, demo berjalan tertib, masa terkendali, gak ada macet. Merek udah menyampaikan aspirasi dengan baik"
Di-notice ekonom amrik lho ya 😹🫵
Jujur ini harusnya memalukan banget wkwk. Program yang dibangga-banggain cuma jd lahan basah buat dikorupsi.
Ga bisa dinafikan kalau 'Embegek' ini salah satu faktor terbesar situasi ekonomi negara kita kayak skrg.
SHAME ON U, MR. PRES!
Jika dibandingkan waktu demo tahun lalu. Kita semua bisa cek CCTV, sampe ada ojol dilindes kendaraan taktikal pun langsung keliatan dari CCTV. Semua media berlomba2 menayangkan Breaking News Live.
Tahun sekarang? Cuma Kompas TV yang berani menayangkan aksi demo. Sedangkan media lain bungkam, udah dibeli oleh rezim. CCTV pun dimatiin.
Para pendemo dihalangi dan gak sampe ke titik orasi. Rakyat dibungkam bahkan sebelum sempat bicara. Ini bener2 ngeri sih.
Gimana? Udah berasa hawa orbanya?
Inti perdebatan Fahri vs Feri:
Fahri (dalam istana):
- Prabowo punya niat baik, percaya dia akan berubah
- Demo boleh tapi jangan samakan dengan 1998
- Sistem demokrasi sudah lengkap, pakai jalur hukum saja
Feri (luar istana):
- Niat baik tidak cukup, yang dilihat adalah kebijakan nyata
- Situasi sekarang justru sedang menuju balik ke masa lalu
- Militer masuk ruang sipil, DPR tidak lagi independen
Titik paling beda pendapat:
Fahri: percaya presiden
Feri: percaya data dan fakta lapangan
Fahri: masuk istana untuk perbaiki dari dalam
Feri: di luar justru lebih bebas mengkritik
Keduanya sama-sama aktivis 98,
sama-sama bilang cinta Indonesia
tapi satu sudah nyaman di dalam kekuasaan,
satu masih gigih di luar.
Yang satu jaga image presiden,
yang satu jaga suara rakyat.
Yang menarik untuk didiskusikan:
Apakah aktivis yang masuk istana masih bisa kritis atau otomatis jadi pembela?
Dari DPRD Kaltim, Mahasiswa disiram air parit!
Gak merusak, gak anarkis, cuma bawa tuntutan.
Jangan diam. Sebarkan agar semua orang aware!
Copyright: mahasiswamelawan(dot)co on ig
Selalu ada emak-emak pemberani pada setiap aksi. Dulu waktu aksi di jogja juga emak-emak dengan sukarela membawakan snack/makanan. HIDUP PEREMPUAN YANG MELAWAN!!!
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.