Gen Z ni ada empat.
1. Gen Z yang menduduki UPSR > PMR > SPM
2. Gen Z yang menduduki UPSR > PBS+PT3 > SPM
3. Gen Z yang menduduki UPSR > SPM, tiada peperiksaan utama Tingkatan 3.
4. Gen Z yang menduduki SPM sahaja.
Jadi jangan samakan semua
Gen Z ya.
Satu je nak pesan.
Kat tempat kerja, jangan pernah percaya sesiapa!
Boleh sembang sembang, gelak gelak, tapi kena tahu beza. Kerja tetap kerja.
Draw the line at work. Mingle around but never get into personal.
Raya really humbled me down bcs I might be crying about wanting to get married on my normal days but after experiencing raya for 2 days and now I'm back in my rent room, aku rasa aku lebih sesuai hidup single. In my own space, minding my own business, be selfish with my own time.
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? ๐คฏ
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Telah tertulis di Luh Mahfuz akan setiap langkah perjalanan hidup kita.
Dengan siapa kita kenal.
Dengan siapa kita berkawan.
Bila kita jumpa jodoh.
Bila ajal kita tiba.
Jadi usah risau akan perjalanan hidupmu. Kita hanya merancang. Tetapi, Allah SWT sebaik-baik perancang.