CeritaLin
Desember awal mulanya semua terjadi. Aku memberanikan diri untuk ikut menjadi relawan di Padang, Sumatera Barat. Happy sekali karna ini pengalaman pertama, penasaran bagaimana keadaan bencana alam itu. Semua keluarga mengizinkan walau awalnya sulit diizinkan dari ortu
Menggantinya hanya dalam hitungan bulan bersama perempuan lain yg aku kenal.
Terimakasih, aku harap luka ini menjadi jalan mudahku untuk menyelesaikan ujian kompetensiku.
Karena aku banyak menganggur, aku meladeni penipu yg terus menghubungiku via telegram. Na'asnya, aku kehilangan puluhan juta uang kuliah dan tabunganku. Pikiranku bagaimana? Kacau. Sangat kacau. Semua telpon berdering berusaha menenangkan dan berisik.
Aku biarkan semesta bekerja. Dia menceritakan kemanapun tentang aku yg berselingkuh, tanpa ada bukti apapun. Bahkan hingga saat ini aku tidak dekat dengan lelaki manapun. Aku sendiri, fokus menyelesaikan studiku, berjuang menyelesaikan ujianku. Sedang kamu, mengganti 9 tahun itu.
Ada masalah, penipuan penginapan. Daripada akan ada masalah lainnya di depan, aku membatalkan untuk berangkat, dia pun melarang karena takut itu adalah pertanda buruk. Masuklah bulan januari. Aku sendiri, lagi, di perantauan. Aku berpindah ke daerah kabupaten, di sana aku sendiri
Saat pulang, suasana menjadi sepi. Aku merasa kehilangan keramaian. Dia sibuk karena akhir tahun di kantornya tutup buku. Sedangkan aku hanya termenung saja menantikan setiap kabarnya yg jauh di Jakata (aku di malang). Lelaki yg mengejarku bagaimana? Kami hanya saling mengenal...