pol: "dengan suara yg keras, mengganggu gedung-gedung perkantoran sini"
fathimah: oke nanti akan dishare ke publik mereka nyaman atau tidak ya? kalo mereka tidak apa-apa, berarti bapak telah menyebarkan berita bohong"
pol: LOH
banyak bgt kalimat-kalimat yang seharusnya tidak diucapkan oleh seorang pemimpin, apalagi sampe mempermalukan mahasiswa yang berharap mendapat bantuan sampai meremehkan pilihan jurusan yang mereka ambil. ga semua orang mau dan bisa jadi dokter btw 🙃
imbas pidato prabowo yang sebut jurnalis = londo ireng:
- aliansi jurnalis independen desak prabowo minta maaf
- istilah itu sejarahnya berat
- dulu dipakai buat sebut pengkhianat bangsa yang berpihak ke belanda
- bayu tegaskan jurnalis itu pilar demokrasi
- enggak pantas disamakan dengan pengkhianat bangsa
- aji minta pemerintah lebih terbuka terima kritik sebagai bahan evaluasi, bukan ancaman
@Piyusaja2 ini kalo pecahan pasti akan dianggap "1 dan 9 jadi berapa? berapa? 10! itu nilai untuk program ini. 8 dan 9. itu 9 dikurangi 8 berapa? sembilan dikurangi delapan? ya, 1! 1 lho bapak ibu. artinya program ini nomor satu di dunia!" riuh tepuk tangan formalitas para penjilat jabatan.
gue cukup pede untuk bilang bahwa gue “mampu”. ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi—yang, puji tuhan—berhasil dan uangnya lebih dari cukup.
akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah.
kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem.
bener kata tu orang. ikan busuk dari kepala. bawahnya mau diapain pun gak akan guna, karena yang busuk dia sendiri.
#intinyadeh viral Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026.
Peserta jawab, juri blg salah.
Peserta lain jawab yg sama, bener.
Protes: td jawab itu jg. Juri blg nggak.
Host: "dewan juri pastinya kompeten, mungkin perasaan adik2 saja"
Salah satu juri nyalahin artikulasi ybs.
Jangan sampai semua dibikin gila dari kegilaan Kepala BGN.
1) menurut Kepala BGN bhw dapur SPPG yg disuspend tetap dapat “insentif” Rp 6 juta per hari atau Rp 180 juta sebulan.
2) Dapur SPPG yang disuspend saat ini 1.780 unit
3) Jika disusupend selama sebulan, artinya negara membayar sktr Rp 320 milyar padahal tdk memenuhi kewajibannya.
Baru kali ini ada kontrak dg pemerintah yg tidak bisa mensuplai kewajibannya justru dibayar padahal harusnya didenda.
Kenapa Presiden, BPK, BPKP, dan KPK semua diam ?
Apakah karena sebagian besar dapur SPPG adalah “milik” polisi ?