Karena walaupun kita punya applikasi Sosmed yang sebagus apapun, dan seperti apapun cocoknya dengan selera kita, tetap saja akun-akun informasi dan pelajaran #bahasaArab yang di Sosmed itu akan kita hindari. Tidak di-subscribe.
🙏
Tapi jika putuskan untuk tak aktif Telegram karena alasan teknis (memori penuh, fiturnya tidak asik, menunya tidak familiar, notifikasinya jarang muncul, dll), sehingga Antum tidak ikut belajar #bahasaArab, ini berarti ada yang salah dalam pembentukan budaya belajar di diri kita
3. Kalau ada kesalahan ketik, maka tulisan yang sudah di-share bisa di-edit lagi, selama tidak lebih dari 48 jam.
4. Jika salah kirim, bisa mendelete-nya agar tidak keburu terbaca oleh orang yang kita salah kirimi itu.
Dan masih banyak lagi kelebihan lainnya.
2. Jika kita berganti HP, kemudian aktifkan telegram di HP baru itu, semua data Chatting, Grup, dan Memori di Telegram bisa kembali...baik itu Foto maupun video. Jadi tidak perlu repot mem-back up nya di google drive misalnya.
Mulai dari Motivasi, sampai Program Online jarak jauh. Mulai dari https://t.co/1h9Dj3DbIL ini sendiri, https://t.co/W5ruVvGuvU, dll.
Kelebihan Telegram yang kami rasakan adalah:
1. Jika kita buat grup, lalu ada member baru, maka ia dapat membaca percakapan/ postingan yang lalu²
Sebetulnya ini soal budaya.
Kami lihat, semakin banyak Channel-channel di Telegram yang dibuat untuk tujuan belajar. Belajar apa saja ada. Termasuk belajar #bahasaArab.
Kami sendiri sangat aktif mengisi Telegram, khususnya untuk #bahasaArab.
Tapi, dari sekian Sosmed, yang relatif bagus untuk jadi sarana belajar: Telegram.
Banyak yang keberatan atau kerepotan unduh aplikasi Telegram.
Kadang karena Memori dan Ram penuh, karena fitur telegram kurang asyik, sampai soal notifikasi telegram yang kalah dbanding lainnya
Dalam konteks itu, maka kita bisa menilai diri kita, apakah applikasi yang ada di Handphone kita menunjukkan kelas kita sebagai pembelajar atau tidak.
Memang benar, sekarang banyak Applikasi Sosmed yang bisa digunakan untuk berkumpul, ngobrol, chatting, reunian, dll.
Kita akan disebut memiliki budaya pembelajar, jika kita lakukan dua hal:
1. Mengisi Sosmed dengan muatan positif.
2. Memprioritaskan download applikasi Sosmed yang mudah untuk akses kepada sumber-sumber pembelajaran.
Walau banyak orang bersosmed hanya untuk pencitraan, yang tak menggambarkan diri dia yang sebenarnya.
Tapi yang mau dibahas di sini adalah soal budaya sebagai pembelajar.
BUDAYA BERSOSMED PEMBELAJAR
Socmed atau Medsos.
Media Sosial atau Social Media.
Ini sama seperti baju. Akan kita gunakan untuk kebaikan atau keburukan.
Sama seperti korek api, akan kita bakarkan kemana.
Socmed, akan kita banyak gunakan untuk apa, maka itu mencerminkan diri kita
#Sequel_LisanMulia
8 SEQUEL Pertama:
#1 : Semua Orang Bisa Hafal
#2 : Membentuk Habits Sukses
#3 : Tips Menyusun Target Sukses
#4 : Big Dream Pembelajar Bahasa Arab
#5 : Grade Belajar Agama
#6 : Tips Menyimak Video
#7 : Recommended Books
#8 : Mengatasi Kecanggungan Ngomong Arab
#Sequel_LisanMulia
IKUTI
Sequel *Inspirasi, Motivasi & Solusi Bahasa Arab*, bersama Zamroni Ahmad
Penulis buku: 29 Hari Jago Bahasa Arab
Setiap Sabtu. 05.30- 06.30 WIB.
Via Zoom Meeting.
Pendaftaran, klik:
https://t.co/5JTnU52B9U
Daftar sekali & pilih rewardnya
CP: 08977500333
Kenapa bahasa Arab kita mandeg, jalan di tempat & terasa sulit berkembang?
Padahal kursus, buku, guru dan metode belajar bertebaran di mana-mana.
Mari, sini, merapat!
Kami bagikan jawabannya.
Lebih kepada soal teknis sih. Memori HP kami sering penuh.
Sehingga harus memilih menghapus beberapa aplikasi yang kurang prioritas. Salah satunya Twitter.