Pride Month reminds us that the journey toward true acceptance is still an unfinished agenda.
Melalui unggahan ini, mari mengenal lebih dekat cerita di balik Pride Month dan merefleksikan pentingnya menciptakan lingkungan yang lebih aman kepada sesama.
Selamat Bulan Bangga 💜
"...Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa..."
Seandainya ini yg diimani banyak orang Indonesia
“Berbeda-beda tapi tetap satu jua” well no bcs you discriminate and mock people who are not in the same religion, who have darker skin color, with disabilities, with different ethnic background, women, queers, the poor and the disadvantaged, and the list goes on
gue pribadi nggak membenarkan public display of affection yang berlebihan di area kampus, regardless of sexual orientation. mau itu pasangan heterosexual maupun homosexual, kalau sampai making out di ruang publik kampus ya memang bisa dianggap melanggar norma atau aturan yang berlaku di lingkungan tersebut. tapi yang bikin gue nggak nyaman adalah apa yang terjadi setelahnya.
mereka direkam tanpa consent, videonya disebarkan, diarak, dijadiin tontonan, bahkan sampai di-live di tiktok and instagram. orang tua nya dipanggil, ada sidang, lalu muncul tekanan publik dari sebagian mahasiswa agar mereka di drop out. honestly, that feels way too much.
kalau memang ada pelanggaran, kampus punya mekanisme sendiri untuk nanganinya. kasih teguran atau sanksi sesuai aturan yang berlaku. tapi ketika seseorang dipermalukan di depan banyak orang dan dijadikan konsumsi publik, itu tuh udah mulai bergeser dari penegakan aturan menjadi public shaming.
dan menurut gue kita juga harus jujur melihat konteks yang lebih besar. indonesia memang bukan negara yang ramah sama komunitas homoseksual. karena itu, kasus seperti ini sering kali tidak hanya dipandang sebagai persoalan perilaku di ruang publik, tetapi juga bercampur dengan sentimen terhadap orientasi seksual mereka.
again, gue nggak sedang membela tindakan PDA di kampus. tapi gue juga nggak setuju kalau pelanggaran tersebut dijadikan alasan untuk mempermalukan seseorang secara massal. a rule violation should be handled through proper procedures, not through humiliation.
the punishment shouldn't become a public spectacle. Karena ketika tujuan utamanya udah bergeser dari penegakan aturan menjadi mempermalukan seseorang di depan umum, itu justru mulai terlihat seperti collective bullying daripada penyelesaian masalah.
at the end of the day, seseorang bisa aja ngelakuin kesalahan, tetapi mereka tetap manusia yang berhak diperlakukan dengan hormat dan bermartabat. accountability is important, but so is basic human dignity.
Negara ini gagal menjunjung ideologi Pancasila.
1. Sila satu, cuma tau agama abrahamik.
2. Sila dua, minus kemanusiaan terhadap minoritas.
3. Sila tiga, konflik pecah dimana-mana.
4. Sila empat, kerakyatan dipimpin oleh presiden jahat.
5. Sila lima, keadilan cuma buat mayoritas.
Hi!
Thank you for applying my FWA form.
I appreciate the time and effort you invested in applying for this position. After careful consideration, I have decided not to move forward with your application at this time.
I received a significant number of applications from qualified candidates like yourself, making this selection process extremely difficult.
I sincerely appreciate your interest in my form and wish you all the best for searching another FWA.
Best regards,
Gua tegasin sekali lagi ya, kasus di POLITEKNIK NEGERI JAKARTA a.k.a PNJ bukan cuma KISSING SEJENIS doang! Sebelum nya ada kasus KS yang sampe hari ini BUNGKAM. cuma bedanya yang KISSING di DO & yang KS tau apa? DILINDUNGI KAMPUS!
Menurut gue sih, mereka salah. Tapi reaksi kampusnya juga berasa kebablasan. Orang ciuman di perpustakaan, bukan korupsi dana kampus.
Yang bikin gue lebih concern justru efek domino setelahnya. Nama udah tersebar, keluarga kena imbas, pertemanan berubah, masa depan akademik bisa berantakan. Hukuman selesai dalam hitungan bulan, tapi jejak digital dan stigma bisa nempel bertahun-tahun.
Kalau sampai beneran DO, ya semoga mereka bisa lanjut kuliah di tempat lain, beresin hidup pelan-pelan, cari kerja yang baik, dan move on. Kadang satu-satunya cara buat mulai dari nol adalah pergi dari lingkungan yang udah keburu ngecap lo seumur hidup karena satu kesalahan.
Boleh kasih sanksi. Tapi kalau sampai hidup dua orang harus dihancurin demi jadi efek jera, itu namanya bukan edukasi lagi, tapi tontonan.
if prabowo has a million haters, i'm one of them. if wowo has a ten haters, i'm still one of them. if wowo has one hater, that’s me. if wowo has no hater, it means i'm dead. if the world supports prabowo, then i’m againts the world❤️
gilaa teror pocong nya udh nyampe ke tangsel, ini di permata pamulang sama pondok benda dapet info dari grup tmn sekolah
be careful gais 😭😭😭 @txtdaritng
>Mumpung gabut saya rangkumin isi videonya (khususnya buat buzzer)
>Anies bilang kondisi Indonesia sekarang tuh lagi ga baik-baik aja. Rupiah jatoh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga barang naik, lapangan kerja makin dikit, daya beli masyarakat melemah.
>ke depan jg tantangannya masih panjang. Dunia lagi panas gara-gara geopolitik ama konflik Timur Tengah, ditambah El Nino kuat. Jadi masalah datengnya barengan, bebannya rakyat jadi dobel
>yg paling dibutuhin sekarang itu kepastian bukan sekadar narasi tenang aja atau masalah dianggap ga ada. Kepastian muncul kalo pemerintah transparan, buka semua data, kasih arah yg jelas, dan keliatan negara ini mau dibawa ke mana
>Masalahnya yg kejadian malah kebalikannya. Data yg ditampilin cuma yg bagus-bagus, yg jelek disimpen. Pejabat jg sering becanda atau terlalu enteng ngomongin masalah serius. Kebijakan hari ini beda ama besok, akhirnya pada bingung
>Padahal warning udah dateng dari banyak pihak. Dari ekonom dalam negeri, lembaga keuangan dunia, sampe media dalam dan luar negeri
>Solusi dia: berhenti kasih obat tidur ke rakyat. Buka semua data apa adanya, jujur ama kondisi, bikin kebijakan yg jelas dan konsisten, terus pemerintah harus beneran serius dari atas sampe bawah
Sejumlah guru honorer madrasah dari berbagai daerah demo di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (20/5/2026) pukul 13.00 WIB. Terjadi kemacetan yang cukup panjang sehingga terdapat pengalihan rute TJ pada koridor Koridor 9, Rute 1W, 3F, 9A, 10H, T31, S61 dan SH2.
Gaji guru naik hampir 300%....eh cuma 3 detik kok...
Dulu dokter demo beritanya juga sepi
Padahal yg datang seluruh Indonesia
Dokter, Dokter gigi, Dokter Spesialis, Dokter gigi spesialis, peraeat, bidan, apoteker
Semua demo
Memang yg paling ga diperhatikan di negara ini ya pendidikan dan kesehatan
Selalu menjadi no 27000