PRABOWO & KDM KALAH SAMA UAS
PIDATO INSPEKTUR UPACARA TERBAIK TAHUN INI JATUH KEPADA USTADZ ABDUL SOMAD.
PESANNYA
- JELAS
- LUGAS
- TEGAS
TIDAK PANDAI BER-TELE-TELE LANGSUNG KEINTINYA
KALO ANAK BUTUH MAKAN MAKA ***
Moment BAHAR NGEMIS ke JAMAAH karena dia mau BANGUN PESANTREN
beginilah kalau PENGEMIS diberi PANGGUNG, cukup nggak punya MALU lalau bilang ANA CUCU NABI dan minta di SAWER langsung bisa bangun rumah MEWAH
HIJRAH DARI SATU PERJUANGAN KE PERJUANGAN BERIKUTNYA
Perintah Allah SWT
Fa idza faraqta fanshab
Wa ila rabbika farghab
Tepat setahun lalu, ulang tahun Indonesia ke 80, 17 Agustus 2025
Saya, bersama Roy Suryo mempersembahkan hadiah kepada Republik tercinta ini, buku kumpulan penelitian kami tentang polemik Ijazah Joko Widodo, buku JOKOWI'S WHITE PAPER.
Buku yang oleh Ilmuwan IT terkemuka, Dr Ridho Rahmadi, dia nyatakan sebagai buku berkualitas kelas dunia.
Kini, menjelang Ulang Tahun ke 81 Indonesia, saya memberikan hadiah buku tak kalah dahsyat, KONTROVERSI VAKSIN.
Jika buku Jokowi's White Paper membongkar rahasia, pertanyaan, polemik, sekaligus kontroversi tentang Ijazah
Maka buku Kontroversi Vaksin, membongkar rahasia, pertanyaan, polemik, sekaligus kontroversi tentang Vaksin.
Pertarungan lokal meluas menjadi pertarungan global.
Apalagi, buku Kontroversi Vaksin disiapkan dalam dua versi: bahasa Indonesia dan English.
Ancaman marwah dan kehormatan negara pada soal Ijazah
Keselamatan dan kelangsungan hidup umat manusia pada soal Vaksin.
Ini soal amanah bukan soal pilihan.
Seorang Pejuang tak boleh memilih. Adanya dia selalu siap.
Ketika panggilan datang, maka dia akan berkata:
"Siap.. InsyaAllah.. Laa haula wala quwwata ila billah'
HIJRAH ITU BUKAN MUNDUR!
Ampun deh. Malah sampai disebut pengecut segala macam.
Allahuakbar.
Umat Muslim, kapan kita belajar kata pertama hijrah digunakan?
1.500 tahun yang lalu Nabiyullah Rasulullah SAW berhijrah dari Mekkah ke Yatsrib yang kemudian menjadi Madinah.
Apakah beliau mundur dari perjuangan menyebarluaskan Islam? TIDAK!
Apakah lantas beliau pengecut! TIDAK SAMA SEKALI!
Beliau berhijrah untuk membangun kekuatan, menghimpun energi, mengkonsolidasikan pemikiran, mengembangkan jejaring, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, menyelesaikan masalah umat, dan menerima petunjuk Allah dengan lebih tenang.
Apa yang dilakukan Rasulullah SAW adalah suri tauladan buat seluruh umat.
Termasuk saya.
Saya Hijrah dari urusan Ijazah Jokowi.
Karena saya memperjuangkan kebenaran ini sejak tahun 2022, jauh sebelum orang-orang lain melakukannya. Saya mengkaji, meneliti, mengobservasi dalam hening dan diam.
Lalu mendadak viral karena saya dilaporkan polisi oleh Joko Widodo 30 April 2025.
Artinya total 4 tahun saya meneliti ijazah ini. Ditambah 450 hari saya dikriminalisasi.
Artinya 1.460 hari + 450 hari = 1.910 hari saya menghabiskan waktu untuk mengurusi ijazah ini.
Berapa Miliar Rupiah saya keluarkan untuk berjuang dengan segala macam perjuangan ini. Keluar dari kantong sendiri! Tanpa bohir!
Hasil penelitian saya rampung dan bulan Agustus 2025 dan menjadi buku Jokowi's White Paper.
Masih lagi ditambah saya berurusan dengan POLDA menjadi saksi, terlapor, tersangka, lalu terdakwa.
Ditahan, disidang, kemudian setelah berjuang empat kali sidang duduk di kursi terdakwa
Kemudian 23 Juli 2026 status terdakwa saya dinyatakan batal demi hukum.
Lalu saya mau berhijrah kok pada protes.
Bahkan memaki saya pengecut.
Bahkan sekarang ini isu mencuat saya dikatakan diam-diam ke Solo.
Allahuakbar!
Jika saya mau berdamai dengan Joko Widodo, akan saya terima tawaran itu jauh-jauh hari.
Dan saya buka transparan ini:
Tawaran Restorative Justice kepada saya engkap dengan paket Rp 50 M!
Apakah saya ambil? TIDAK!
Lalu kalian masih bilang saya mundur, saya pengecut, saya pengkhianat
Bagaimana sih pikiran kalian?
Hah???
Saya hijrah karena tugas saya sebagai peneliti sudah saya tunaikan.
Tugas saya sebagai pejuang sudah saya tunaikan! Perjuangan saya selesai dengan eksepsi saya diterima dan saya bebas.
Karena itu saya katakan: saya hijrah.
Saya mau urusi banyaaak sekali masalah-masalah yang di depan mata: ancaman kesehatan yang makin meledak, teknologi Vaksin yang harus diawasi, senjata biologis yang menjadi bagian dari Perang Dunia III, gangguan mental massal yang bikin banyak bunuh diri dan pembunuhan sadis, masalah geopolitik, sosial, kesejahteraan, status gizi buruk, angka infeksi yang meledak.
Dan banyak masalah lain yang butuh pemikiran dan solusi dan saya wajib berkontribusi.
Sekarang, ketika status bebas saya terancam dibatalkan, ya tentu saya harus melawan, dong. Saya bebas cuma tiga hari lalu tiba-tiba jadi terdakwa lagi dengan panggilan sidang.
Ya harus saya lawan dong. Dengan apa? Ya dengan fasilitas hukum yang ada mulai dari Pra Peradilan.
Maka saya mengajukan Pra Peradilan!
Diizinkan Mahkamah Agung maka insyaAllah Rabu 12 Agustus 2026 saya berjuang lagi di sidang.
Lalu kalian bantu saya apa selama ini?
Beli buku saya kek.
Borong buku biar saya tenang berjuang tanpa mikir dengan apa saya membiayai perjuangan ini.
Jangan cuma jadi komentator bola di lapangan seakan jadi si paling berjuang.
Bantu beli buku kagak.
Datang temani saya bersidang kagak.
Menghujat paling duluan.
Kalah berani sama perempuan.
Huh! Cemen!
Mana lipstik saya kok keselip.
Giliran mau dipake ngilang.
Sebel!
https://t.co/dcg2gD0AgA
Semoga berhasil ya, soalnya orang-orang yang buang sampah sembarang adalah salah satu entitas yang sulit dibasmi di bumi ini. Semaunya sendiri, bahkan pas lagi berkendara pake mobil, motor, transportasi umum, masih aja sering lihat mereka buang sembarang.
Maksudnya tuh, setidaknya disimpen dulu lo, sampe tujuan baru dibuang. Terus kalau sampah rumah tangga, coba yuk belajar mengolah jadi pupuk kompos, kalau untuk limbah plastik ajukan ke pengurus RT RW buat klompok pengepul dan dijual aja, bisa jadi dana RT untuk budget jenguk tetangga yang sakit atau sebagainya.
Ayu jack @jokowi jangan ngumpet Terus‼️
Kami yg Waras tidak percya 11 000 T ijzah mu asli,apa lagi setelah adanya berbagai macam Bukti
Yang Waras Teruslah Berisik demi Negri yg kita Cintai ini‼️
#Tangkapjackurap#NegaradikuasaiBajingan
Bang Hotman Paris bilang 27 Advokat saya terkenal galak-galak di sidang.
Nah sekarang mereka membela perempuan ini. Perempuan yang tampilannya manis lembut dan baik budinya.
Tapi kalau galaknya sudah keluar...
Wadaw, Lokomotif kereta api pun milih mundur kalau harus berhadapan dengan aumannya!
Pesan straight forward dr Tifa kepada pak Joko Widodo.
Pesan ini untuk pak Joko Widodo yang tidak pernah berkacamata, tidak pernahberkumis, dan rambut selalu belah pinggir.
TEROR DAN INTIMIDASI TERUS BERLANGSUNG
Saya tidak pernah membayangkan bahwa sebuah niat baik dapat berakhir menjadi beban yang begitu panjang dan berat.
Semua bermula dari sebuah ikhtiar sederhana. Sesama perempuan, sesama ibu, kami membangun sebuah usaha dengan harapan dapat saling menguatkan. Tidak ada niat buruk. Tidak ada keinginan mengambil hak orang lain. Yang ada hanyalah keyakinan bahwa kami bisa bertumbuh bersama.
Lalu pandemi COVID-19 datang.
Seperti jutaan usaha lain di negeri ini, usaha yang kami bangun pun runtuh. Bukan karena kami tidak bekerja keras, tetapi karena keadaan berubah begitu cepat sehingga banyak hal berada di luar kemampuan kami untuk mengendalikannya.
Dalam dunia usaha, untung dan rugi adalah bagian dari risiko yang diketahui semua orang. Namun saya tidak pernah ingin meninggalkan tanggung jawab. Karena itulah saya memilih jalan yang mungkin tidak mudah. Saya tetap berusaha mengembalikan dana yang sudah ditanam sedikit demi sedikit, sesuai kemampuan yang saya miliki.
Saya percaya bahwa integritas bukan diukur ketika hidup sedang mudah, tetapi ketika seseorang tetap memegang janjinya di tengah kesulitan.
Namun perjalanan hidup ternyata membawa saya ke ujian yang jauh lebih berat.
Ketika saya akan maju ujian seminar hasil di suatu pagi malah gelap, tetiba polisi menangkap dan meneror dengan brutal. Kini, ketika saya baru menjalani wajib lapor pertama dan seluruh tim penasihat hukum telah siap menghadapi persidangan yang akan dimulai pada 2 Juli 2026, pada saat yang hampir bersamaan saya kembali menerima penetapan penyitaan apartemen saya, hanya akibat dana usaha kecil-kecilan yang padahal sudah saya cicil sedikit demi sedikit.
Sebagai manusia, saya tentu bertanya dalam hati mengapa berbagai peristiwa besar itu selalu datang tepat pada saat-saat yang sangat menentukan dalam hidup saya. Saya tidak ingin berspekulasi mengenai alasan di balik semuanya. Saya hanya dapat menyampaikan apa yang benar-benar saya alami.
Yang paling berat bukanlah apartemen itu sendiri.
Yang paling berat adalah ketika anak saya, yang sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang persoalan orang tuanya, harus membuka pintu rumah dan menyaksikan proses penyitaan itu berlangsung. Sebagai seorang ibu, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat anak ikut memikul beban yang bukan miliknya.
Namun saya tidak akan membiarkan semua tekanan itu mengubah siapa diri saya.
Saya tetap percaya bahwa tanggung jawab harus diselesaikan dengan tanggung jawab. Saya tetap percaya bahwa hukum harus dihormati. Dan saya tetap percaya bahwa kebenaran harus diperjuangkan melalui cara-cara yang bermartabat.
Karena itu, kepada seluruh sahabat dan para pejuang yang selama ini berjalan bersama saya, saya ingin menyampaikan satu hal.
Jangan biarkan berbagai tekanan yang saya alami hari ini melemahkan semangat kita untuk terus mencari dan memperjuangkan apa yang kita yakini sebagai kebenaran. Saya tidak meminta siapa pun membela saya sebagai pribadi. Yang saya harapkan hanyalah agar semangat untuk menjunjung kejujuran, integritas, dan keberanian tidak pernah padam.
Saya akan tetap berdiri dengan kepala tegak.
Tekanan boleh datang silih berganti. Cobaan boleh datang bertubi-tubi. Tetapi keyakinan saya tidak akan runtuh.
Selama hati nurani masih memanggil saya untuk memperjuangkan apa yang saya yakini benar, saya tidak akan mundur.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat siapa yang paling kuat menghadapi badai. Sejarah juga mencatat siapa yang tetap memilih berdiri tegak ketika badai itu datang.
Berapa jahatnya berita yang beredar yang tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.
Setelah ancaman, teror, bujukan restorative justice, rayuan Rp 50 miliar tidak mempan, sekarang yang dilakukan adalah fitnah mempermalukan, untuk melemahkan mental saya menghadapi Sidang 2 Juli 2026.
Hasbunallah wani"mal wakil
Nimal maula wani'man nashiir.
La haula wala queeata illa billah.
Apa alasan takut sidang LIVE?
Saya diperiksa berkali-kali ke POLDA tidak pernah absen, saya tidak takut!
Saya di suruh wajib lapor seminggu sekali berbulan-bulan, saya tidak takut!
Saya ditangkap secara tidak manusiawi lalu dijebloskan ke sel tahanan saya tidak takut!
Saya dijadwalkan sidang, saya InsyaAllah akan datang saya tidak takut!
Saya pakai baju orange saja tidak takut!
Lalu siapa yang rencana mau ngumpet dari kamera LIVE ini???