Ada satu hal yg bakal selalu gue inget, biar gue engga ngelakuin hal-hal yg aneh pas lagi banyak masalah, bahwa "intervensi Allah itu akan datang diujung batas kemampuan hambaNya". Jadi ya sebisa mungkin ikhtiar sama doa jangan putus.
Ancelotti itu justru tau banget how to win the game, cuma dia ga saklek dengan satu konsep aja. Dia tau cara maksimalkan pemainnya. Kalo pake pemain A ya mainnya harus A, kalo pake pemain B ya cara mainnya beda lagi. Masa yang begini dibilang miskin taktik wkwkwk
Ya ini salah satu hal yang bisa kita pelajari.
Belajar/ mendengar dari orang yang benar-benar pengalaman.
Jangan dengerin yang ujug ujug teriak “MISKIN TAKTIK”.
MI PRONÓSTICO PARA OCTAVOS DE FINAL
🇨🇦 Nueva Francia 2
🇲🇦 Reino de Marruecos 1
🇵🇾 Provincia del Paraguay 1
🇫🇷 Cristianísimo Reino de Francia 0
🇧🇷 Brasil 5
🇳🇴 Reino de Noruega 3
🇲🇽 Nueva España 2
🏴☠️ Pérfida Albión 1
🇵🇹 Reino de Portugal 1
🇪🇸 España 4
🇺🇸 Colonias Inglesas de Norteamérica 0
🇧🇪 Los Países Bajos Católicos 3
🇦🇷 Virreinato Río de la Plata 4
🇪🇬 El Egipto del Gran Turco 0
🇨🇭 Cantones Helvéticos 0
🇨🇴 Virreinato de Nueva Granada 3
¿Qué les parece?
Salah satu alasan kenapa Argentina harus kalah.
Terlalu banyak orang rasis dan si paling kulit putih di sana.
Mana sekarang societynya pro-Israel lagi.
Tengoklah Speed pas laga Argentina vs Cape Verde. Dirasisin dan diejek-ejek sebagai monyet.
Sorry ya. Sepak bola ga bisa dipisahkan dari politik.
Baik politik maupun sepak bola itu kegiatan manusia. Selalulah ada ekspresi politik dalam sepak bola.
Dan manusia ya itu makhluk yang berpolitik, senantiasa punya kepentingan.
Entah demi melindungi harkat-martabatnya atau ya buat menindas orang.
Penolakan mereka selalu ada dari dulu kali. Coba jangan kuper deh Angga, sesekali lu check akun-akun diluar indonesia, banyak yang udah membatasi bahkan masih belum melegalkan lgbt karena memang dianggap ga bermoral.
Kenapa tuh makin masif penolakan mereka? Soalnya kalian semakin DABLEK! masuk ke ranah anak kecil belum lagi merebut space perempuan. Bahkan yang lebih parah ngerubah tafsir ayat di kitab. Tapi saat dibantah malah ngatain Nabi kitab tersebut. Kan tolol.
Bahkan beberapa negara maju udah banyak yang tegas mempersempit peran sosial kalian dengan cara nge ban kalian jadi orangtua dengan cara adopsi atau ivf.
Jadi gausah geer deh kwir. Penolakan kalian bukan karena lagi nutupin isu pemerintah, tapi karena udah banyak yang sadar kalau kwirtot ini cuman sampah di society. Gak ada yang mau terlanjur kayak Amerika, itulah kenapa penolakannya besar dari sekarang.
Pendapat dari masnya detail dan konteksnya jelas, tapi ada satu hal yang gak kesorot sama masnya, padahal ini titik penting dan jadi blind spot:
Ide ≠ Ideologi.
Ideologi memang berkaitan dengan ide, tapi tidak sama. Masalahnya diskursus yang berlangsung di publik bukan di tahap ide aja, tapi di tahap ideologis.
Ketika ide-ide LGBT itu disatukan, dibentuk menjadi seperangkat pemikiran yang melahirkan gerakan dengan seperangkat identitasnya (bendera, komunitas advokasi, jargon, istilah-istilah, dsb), maka itu menjadi ideologi yang mendorong perubahan di masyarakat.
Kita ambil contoh satu saja: Jika ada orang berpendapat/punya ide, "transgender = perempuan". Ini sah-sah saja dalam bingkai kebebasan mengemukakan pendapat dan bisa diuji/ditentang dalam diskursus di masyarakat.
Namun, jika ide "transgender = perempuan" ini mengkristal dalam tindakan yang menyangkut kepentingan/perasaan publik, misal,
1. Ada transpuan masuk toilet perempuan.
2. Ada transpuan masuk gerbong perempuan.
3. Ada transpuan ikut olimpiade/olahraga cabor peserta perempuan.
kemudian mengupayakan agar publik menerima ide "transgender = perempuan" dan secara lebih jauh mengecap orang yang menentang transpuan di ruang perempuan sebagai pelaku diskriminasi, maka itu bukan ide lagi, tapi sudah menjadi gerakan ideologis dengan tujuan mengubah pandangan masyarakat.
Mas-nya juga bilang: "Memidanakan Ide adalah langkah awal menuju Otoritarianisme". Ini baru benar jika konteksnya orang cuma sekadar berpandangan "transgender = perempuan" tok.
Justru yang terjadi tidak sesederhana itu. Upaya-upaya nge-push "transgender = perempuan" agar diterima publik juga kami rasakan.
Ibarat ada orang berpikiran "Daulah Khilafah Islamiyyah itu perlu diwujudkan di Indonesia" ya tidak bisa dipidana atas tindakan makar karena hanya berupa ide/diskursus. Baru bisa berupa pidana jika sudah merencanakan/melakukan gerakan bersenjata bawah tanah untuk menumbangkan negara dengan tujuan mendirikan khilafah.
Tidak serta merta yang menang dalam diskursus ini adalah otoritarianisme. Jika kehendak negara kebetulan bersinggungan dengan khalayak/masyarakat, itu belum bisa dibilang otoriter. Kecuali jika kehendak negara dipaksakan dan bertentangan dengan khalayak/masyarakat, serta menuntut kepatuhan mutlak dari masyarakat, baru itu bisa disebut otoriter.
"Saya berbelasungkawa kepada orangtua yang kehilangan anak-anaknya & mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka. Saya terpukul oleh pembunuhan keji yang telah terjadi. Namun kita tidak boleh kehilangan harapan. Semoga permusuhan berakhir & perdamaian tercipta. Saya hidup berdampingan serta bekerjasama dengan orang-orang Yahudi & akan terus melakukannya."
Saya nemu kalimat itu pada laman The Jerusalem Post & konon diutarakan Anan Khalaili terkait Peristiwa 7 Oktober 2023 yang diklaim Is*ael sebagai serangan.
🚨⚫️🔵 Trevoh Chalobah agents are in Milano, talks underway with Inter over personal terms.
Como have been in the race for weeks but Inter are on it as well, as revealed in June.
Chalobah wants to play in Italy. 🇮🇹
🎥➕ https://t.co/rmzgHinjMl
Kalo kamu baca tulisan di bawah, caranya nadiem & tim ngegarong tuh dengan cara regulatory capture, arau mainan di regulasi biar masuk tu barang yang gabener.
Kalo kamu dukung nadiem berarti lowkey kamu juga dukung gibran ubah konstitusi biar jadi wapres.
Orang cara mainnya sama 💀
Yang kemaren belain nadiem secara buta, coba baca ini.
Gausah lah ndakik ndakik orang pintar disingkirkan orang bego dikasih jabatan.
Ya,, poin ke 2 emang nyebelin sih, tapi di case ini orang pinternya juga dzalim.