Percayalah, musuh terdekatmu itu adalah diri sendiri, ia berjarak antara logika dan hati. Kemudian orang lain menamainya Ego, Ekspetasi dan Emosi.
• • •
Selamat pagi
Seperti mana orang-orang melayarkan harap, seperti pula engkau bertunas doa, dik
Suburlah subur kidung agungmu;
seperti aras di tanah Libanon
seperti kurma di tandus Arab
maka biarkan ia melarung satu
berbuah di pelataran tanah Allah
Percayalah, tiada yang kekal selain tidur—di sanalah jiwa menyandarkan resah yang paling sunyi, meneguk pilu hingga habis atas kata yang menghitam dan gerak yang melukai.
Kekasih, kuletakkan kerudungmu di langit seperti buah ara merekah—biar maut mendapati kita mengunyah rindu pelan-pelan, sampai lupa cara menjemput subuh.
Kekasih,
jangan sekali-kali menatap gelap
angin malam yang mendesah,
bisa masuk melalui mata
dan menusuk pori-pori wajahmu
sementara hujan
dengan patrichornya yang khas
dapat membuat pipimu basah
Sejatinya, rasa sakit bukanlah sesuatu yang menjadikan seseorang lemah. Tapi untuk memberikan suatu kekuatan yang mendorong seseorang lepas dari keterpurukan. Percayalah!
Kautahu? Uang receh yang kau jatuhkan ke dalam tangan-tangan rapuh yang terulur di hadapanmu adalah satu-satunya rantai emas yang mengikat hatimu yang mulia dengan hati Tuhan yang penuh cinta.
_____
Aljabiri - Turats (Tradisi) adalah sesuatu yang hadir dan menyertai kekinian manusia yang berasal dari masa lalu dirinya atau masa lalu orang lain, masa lalu tersebut adalah masa yang jauh ataupun masa yang dekat.
(BMR, Islam & Liberalisme, 2014, 46)
Sungguh mulianya pemerintah kita, mrk sgt 'peduli' & benar² 'hebat' dlm menghadapi bencana alam, bisa mengubah bencana alam menjadi kesempatan utk menunjukkan betapa tdk berdayanya rakyat bahkan bisa mengirimkan bantuan dlm btk karangan bunga utk menghibur.
#PrayForSumatra