5 orang meninggal.
Belum ada ucapan bekasungkawa
Dari @prabowo
Lantas apa fungsi latihan militer buat manager @Koperasidesamp
Sementara gaji mereka selama 2 thn ditanggung APBN.
Program Absurd ⛔️
Bagaimana kalau kita hidupkan lagi kerajaan-kerajaan Nusantara.
Sebuah caption dari video di bawah untuk sekedar bahan diskusi.
Udah muak banget ga sih liat pemerintahan sekarang, bener-bener gak ada penyeimbang, pejabatnya kebanyakan memperkaya diri, semua lembaga negara gak ada yg gak korupsi.
Opsi berikut layak utk dipertimbangkan.
Sc. IG fubidon
Di Balik Peresmian Megah: Rp30 Miliar untuk 8 Unit Alat Cuci Darah, Wajar atau Ada yang Ditutup-tutupi?** Di tengah sorotan publik terhadap upaya pemerintah memperkuat layanan kesehatan di daerah 3T, muncul pertanyaan besar yang tak boleh diabaikan.
Angka Rp30 miliar untuk pengadaan hanya delapan set alat cuci darah (hemodialisis) memicu tanda tanya mendalam di kalangan tenaga medis dan pengamat anggaran.
Apakah harga tersebut memang mencerminkan spesifikasi tinggi dan standar kualitas internasional, ataukah terjadi pembengkakan biaya (markup) yang disamarkan rapi di balik kemasan proyek peresmian yang megah?
Jika benar terjadi mark-up besar-besaran, maka ini bukan sekadar pemborosan, melainkan pengkhianatan terhadap niat mulia “pelayanan kesehatan untuk rakyat”.
Wahai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung, ketika indikasi korupsi begitu terang-terangan terpampang di depan mata, mengapa harus menunggu laporan resmi untuk bergerak? Proyek yang diklaim untuk masyarakat pelosok justru berpotensi menjadi ladang subur oknum-oknum yang haus keuntungan. Transparansi adalah harga mati.
Publik berhak mendapatkan penjelasan detail: berapa harga pasar riil per unit, spesifikasi teknis apa yang dibeli, dan siapa saja pihak yang terlibat dalam pengadaan ini. Tanpa audit mendalam dan keterbukaan anggaran, kepercayaan publik terhadap program kesehatan pemerintah akan terus terkikis. Ini saatnya membuktikan bahwa “pelayanan kesehatan” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang bebas dari praktik korupsi. Rakyat menanti kejelasan, bukan sekadar seremoni peresmian yang indah di permukaan.