#Genshin4You#GenshinImpact
As promised, a cake appeared in the dream,
as the colorful candle flames danced with riveting emotions.
They said: May you forge ahead bravely, may your performances draw a sold-out crowd, may your dreams come true, may you shine like gold, and may you be as free as the wind.
Now, blow out the candles—
“Ah, I’d like to apologize for not introducing myself properly before,” he said, nodding his head a bit and continued, “My name is Zhōnglí. Good afternoon, and … you are?”
❪ W/N: ❫ Selamat siang, rekan-rekan penulis dari #CIMETERIUM. Saya tidak akan melakukan soft-blocks, karena berharap kita masih bisa berinteraksi di lain waktu. Namun mengingat acara sudah selesai, dipersilakan untuk b/ub jika ingin, ya. No hard feeling, be free. Terima kasih!
@amoregape “Tidak juga,” sahutnya, “kita sama.” Kebetulan sekali, ia bahkan sudah terjaga sejak subuh. “Terlalu banyak hal yang terjadi dari kemarin, rasanya ingin beristirahat sebentar saja masih terbayang-bayang akan anomali dan harus lebih waspada. Kamu juga begitu?”
@crimsonpanacea “Salam kenal,” ujarnya sembari mengangguk. “Kebetulan, kita sama. Ya, anggap saja saya juga anak /magang/ di sini.” Tawa renyah lolos dari bibirnya sebelum kembali melanjutkan, “Jadi, bagaimana? Apa kamu sudah mulai bisa beradaptasi dengan banyak anomali itu?”
@2DimensiMenfess “Kelihatan… enak,” Zhōnglí berkomentar. Kedua netra memperhatikan makanan itu dengan seksama. “Benar, boleh saya coba?” Hanya ada dua, yakinkah kamu ingin berbagi makanan ini dengannya?
@basileusdelta “Kamu sudah berada di tempat yang tepat. Di antara semua area, saya pikir Pelabuhan Líyuè adalah tempat yang paling mudah ditemui,” sahut Zhōnglí. “Nama saya Zhōnglí. Saya seorang Konsultan Rumah Duka. Anda bisa memanggilku dengan apa saja. Selamat datang di Líyuè, Sethos.”
Hari ini terasa lebih ramai dari biasanya. Sepertinya akan ada banyak hal menarik yang terjadi nanti. “Sudah lama sekali tidak melihat keramaian seperti ini.”
@inyoupn “Siapa?” Pertanyaan itu lolos begitu saja lantaran mendengar perkataanmu. Ia masih cukup awam mencerna hal ini, namun beberapa kali belakangan sering mendengar. “Ceritakan lebih lanjut, apa yang sebenarnya terjadi? Saya ingin tahu.”
“Ya… baiklah, boleh juga.” Ia berharap kali berikutnya kesempatan memilih lebih banyak dan /nyawa/ yang diberi juga jumlahnya ditambah. “Kapan-kapan, ya?”
“Nah, nah, anak baik harus menepati janji!” Kau merentangkan tangan, tertawa girang sebab merasa begitu terhibur dengan permainan yang dibuat. “Jadi, terima kasih kakak-kakak semua karena mau bermain bersamaku! Kapan-kapan apa mau bermain lagi~?”
[silakan QRT dengan reaksimu]