Bukan nggak bersyukur. Tp jujur, rasanya sepi. Sepi waktu cerita yg kita anggap “berarti” cuma jd angka kecil di layar. Sepi waktu lihat karya lain bisa ramai, sementara kita masih berjuang dari nol sendirian. Pernah nanya ke diri sendiri, “Masih layak nggak sih buat lanjut?”
Kadang capek juga jd penulis di dunia yg serba cepat ini. Nulis berlembar², begadang demi satu cerita yg bahkan belum tentu ada yg baca. Kita berusaha bikin alur yg hidup, karakter yg punya rasa, tapi di luar sana… semuanya kayak lewat begitu aja.