Negara dan korporasi dianggap terus memaksakan model pembangunan ekstraktif demi keuntungan jangka pendek, sehingga mengakibatkan masyarakat adat Papua tidak hanya kehilangan tanah, tetapi juga.....
_*Baca Selengkapnya*_
https://t.co/FcC9IlASYN
Lagi - Lagi di Papua, Negara Rugi kehilangan SDA, Pemerintah Papua Rugi PAD, Masyarakat Adat Papua kehilangan Tanah Adat dan Ancaman deforestasi serius. kerusakan Ekologi Yang Masif dan Parah di Papua, Karena Aktivis Tambang Emas Ilegal.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti peningkatan signifikan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sepanjang hampir empat pekan pertama Maret 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Titik panas (hotspot) teridentifikasi sebanyak 11.189 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedang dan rendah. Sebanyak 1.351 titik berada di dalam konsesi dan sekitar konsesi 15 perusahaan. Dengan rincian 699 titik api di dalam dan sekitar konsesi 5 perusahaan sawit; 285 titik api di dalam dan sekitar konsesi 5 perusahaan PBPH; dan 367 titik api di dalam dan sekitar konsesi 5 perusahaan tambang.
Lawan Perselingkuhan Kepentingan Oligarki dan Militerisme dalam sistem Kapitalisme Tanah dan Hutan Adat di Tanah Papua
Hidup Masyarakat Adat Papua
#JagaHutan#JagaKampung#JagaIdentitas
Pekan lalu saya menerima Koalisi masyarakat sipil (NGO) dari 8 Provinsi. Mereka ini sahabat-sahabat saya dari Jikalahari, Walhi Riau, Walhi Jambi, Walhi Sumsel, Walhi Kaltim, Walhi Kalteng, Walhi Papua, KSPPM Sumut, POINT Kalbar dan perwakilan NGO Jakarta.9
Fatia-Haris mengkritik pejabat publik dan Purnawirawan TNI yg diduga berbisnis di Papua. Tapi suara mereka dibungkam dikriminalisasi.
Yuk bersolidaritas & mengecam kekuasaan anti demokrasi.
Hadir di PN Jakarta Timur, 03April2023.
#KitaBerhakKritis#PapuaBukanTanahKosong
BAYANGKAN. Ketika Presiden Prabowo bilang mau memperluas sawit di Papua, ada ribuan monster seperti ini yang sudah, sedang dan bakal menghabisi hutan Papua.
Foto: 2.000 eskavator & buldozer pesanan Haji Isam (Jhonlin Group) utk garap 2-3 juta hektar food/energy estate di Papua.
Sedang berlangsung Konferensi Pers merespon situasi bencana ekologis di Sumut, Aceh dan Sumatera Barat
Kamu dapat menonton lewat link berikut⤵️
https://t.co/rhrcReYpDy
🚨Bebaskan Kawan Kami Tanpa Syarat!
Tadi pagi, sekitar pukul 3 dini hari, kawan kami Adetya Pramandira, WALHI Jawa Tengah dan Fathul Munim ditangkap secara sewenang-wenang oleh Polrestabes Semarang sesaat setelah Adetya pulang dari Jakarta mendampingi warga yang dikriminalisasi. Siang tadi, kami mendengar bahwa keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka tanpa mendapatkan panggilan klarifikasi, pemeriksaan saksi atau panggilan sebelumnya.
Atas dugaan tindakan yang tidak sesuai prosedur, kami mendesak agar keduanya segera dibebaskan tanpa syarat.
#bebaskankawankami
🚨5 petani Pino Raya, Bengkulu Selatan diduga ditembak oleh pihak keamanan perusahaan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (ABS). Salah satu warga mendapat tembakan di dada. Sebelum kejadian ini, para petani berulang kali mendapat teror melalui pengrusakan pondok dan tanaman warga.
Atas kejadian itu kami mendesak:
Pertama, Kepolisian Daerah Bengkulu untuk mengusut tuntas kejadian penembakan termasuk kepemilikan senjata api yang dimiliki oleh Pihak Keamanan PT. ABS yang digunakan untuk menembak 5 (lima) orang Petani Pino Raya, Bengkulu Selatan;
Kedua, Kepolisian Daerah Bengkulu memastikan perlindungan keamanan bagi korban, keluarga korban dan Petani Pino Raya;
Ketiga, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI melakukan pengawasan pengusutan kasus sampai tuntas untuk pemulihan korban secara khusus dan petani Pino Raya;
Keempat, Komnas HAM, Komnas Perempuan, Ombudsman Republik Indonesia (ORI), dan LPSK RI melakukan investigasi mendalam terkait kasus ini dan memberikan perlindungan terhadap korban, keluarga korban dan Petani Pino Raya;
Kelima, Kementerian ATR/BPN RI untuk segera memastikan penyelesaian konflik Agraria yang berpihak pada keadilan bagi Petani Pino Raya dan mencabut Izin Perkebunan PT. ABS