[RT & LIKE ARE APPRECIATED]
Dicari satu karakter untuk melengkapi kisah sebuah keluarga yang tengah dilanda konflik berkepanjangan. Posisi yang dibuka adalah Anak Pertama.
Berminat ikut meramaikan proyek ini? DM terbuka untuk diskusi.
⠀
instagram story | https://t.co/3N0yn3FeKf
› The ceiling-to-body height ratio is insane. But this is the only available hotel during PFW szn so I gotta suck it up. 😬
⠀
⠀
“Sama-sama Ayah.”
“Ini rapor temenmu, pesan gurunya katanya lebih ditingkatkan lagi walau sudah baik hasilnya.”
Saat ia ingin mengambil rapor Petta dari tangan ayah, ponselnya bergetar. Menampilkan pesan yang sangat membingungkan ketika ia baca.
⠀
⠀
“Sama-sama Ayah.”
“Ini rapor temenmu, pesan gurunya katanya lebih ditingkatkan lagi walau sudah baik hasilnya.”
Saat ia ingin mengambil rapor Petta dari tangan ayah, ponselnya bergetar. Menampilkan pesan yang sangat membingungkan ketika ia baca.
⠀
⠀
“Kerja bagus, Soryen. Empat besar.” ujar Ayah sembari mengusap kepalanya. “Gak ada bolos juga, kata gurunya, anak ayah rajin sekolah.”
Mendengar hal itu tentu saja Sorjen tersenyum. Ayah Harris dengan kata-kata yang dulu pernah diucap oleh Ibu.
“Makasih ya nak.”
⠀
⠀
Untungnya Ayah tetaplah seseorang yang memegang janjinya tentang apapun berkaitan dengan Sorjen, hanya dilakukan oleh Ayah dan Sorjen, tanpa terkecuali.
⠀
⠀
Selera makan siangnya menjadi hilang seketika. Chicken pasta yang dipesan Sorjen hanya disentuh sedikit karena sudah malas mendengarkan Matthew dan Mamanya yang merayu Ayah dengan kata-kata manis memuakkan.
⠀
⠀
Sorjen beberapa kali memutarkan mata malas secara diam-diam. Banyak omong kosong yang dilontarkan supaya Ayah menerima alasannya. Padahal Sorjen tau, Matthew hanya menghindari hal terburuk yaitu kartu debitnya disita dan semua akses keuangannya diblokir sementara.
⠀
⠀
Bukan tentang nilai, tetapi banyaknya jumlah hari bolos yang dilakukan olehnya. Interogasi bertubi-tubi dilakukan, tetapi tetap saja, yang namanya Matthew tidak akan berkata yang sebenarnya jika itu bersangkutan dengan ego.
⠀
⠀
Ayah pun masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku tengah. Postur tubuh Ayah yang tegap dan tinggi dibalut jasnya yang rapih terlihat sangat kontras di antara orang tua teman temannya.
Sebelum ini, Ayah sudah marah besar kepada Matthew. Hasil rapor lelaki itu jelek sekali.
⠀
⠀
“Ayah, bolehkah meminta tolong?”
“Boleh dong, apa Soryen?”
“Temen aku ada yang belum ambil rapor, Ayah sama Ibunya jauuhh. Ayah tolong ambilin punya dia juga ya?”
“Di mana emang Ayah Ibunya?”
“Jauh banget pokoknya harus lewat laut.”
⠀