“Baiklah, sampai nanti kalau begitu.”Sang profesor membalikan badan.
“Ku harap kamu memilih untuk di 𝒔𝒊𝒔𝒊𝒌𝒖, Hibiki.”
Satu pesan terakhir, sebelum kepala asrama Shuyōkan meninggalkan tempat itu.
ㅤㅤㅤㅤㅤ~ END ~
ㅤ
ㅤ
Di mata Hibiki, Hinomori Kaen adalah seseorang yang selalu tampak ramah dan menerima tawaran yang dirasa memikat hati. Kali ini, ia udarakan tanya secara tak langsung:
𝘔𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘮𝘶?
@embersinforest
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
“Jika perlu jujur, aku akan berbohong jika kubilang kalau rencana anak itu tidak menarik. Hanya saja,”
Kepala ia miringkan, tatapan matanya mengarah kepada Hinomori.
“Lalu? Apa yang kau katakan pada anak itu?”
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
“Anak itu. Ia mengajukan sesuatu yang gila. Dan kau tahu, Hinomori?”
Dengusan pelan terhembus darinya.
“𝘒𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘏𝘰𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘵𝘶𝘫𝘶𝘪𝘯𝘺𝘢. Cukup gila, jika perlu kukatakan.”
@embersinforest
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
“Malam lalu, Takamine mengunjungi kelas Gensuisha.”
Ia melirik Hinomori sejenak, terdapat sedikit kilat yang tak mampu dideskripsikan pada matanya.
ㅤ
ㅤ