All Paid Courses (Free for First 4500 People)
๐ฃ๐ฎ๐ถ๐ฑ ๐๐ผ๐๐ฟ๐๐ฒ ๐๐ฅ๐๐ (PART - 1)
1. Artificial Intelligence
2. Machine Learning
3. Prompt Engineering
4. Claude,Chatgpt,Grok
5. Data Analytics
6. AWS Certified
7. Data Science
8. BIG DATA
9. Python
10. Ethical Hacking
(72 Hours only )
Like + RT + comment ' Drive '
Must Follow me so I can DM you.
Lagi gabut libur long weekend?
Nih tonton pidato lawas Warren Buffett di th 98, menjelaskan investasi yg bikin cuan
Bukan pidato omon-omon. Berkshire Hathaway, perusahaan WB, hrg sahamnya th 1998 $37. Di 2026 jadi $400K (plus stock split 1:50 di 2010)
https://t.co/1aamxsv7H5
Sederhana. Kalau negara kuat dan berpihak pada rakyat tdk sulit tumbuh 8% atau 10%. Pajak SDA diantaranya tambang kita di antara yg terendah: 25%. Australia 35%, Chilie 50% bahkan China 60%. Struktur penerimaan kita justru di dominasi pajak kelas menengah PPH dan PPN. Padahal mestinya kelas menengah direlaksasi biar tumbuh menguat sbg pilar negara demokrasi. Kebijakan perpajakan jadi simbol negara berpihak kemana. #pajakTambangUtkRakyat
Alhamdulillah, perjuangan panjang kawan2 Hakim Muda dan berintegritas agar tunjungan profesi Hakim dinaikkan terwujud hari2 ini. Makasih Pak Prabowo. Utk para Hakim, mari wujudkan keadilan utk semua warga dan hukum para pelaku kejahatan utamanya pelaku korupsi dg keras. Negeri ini wajib kita jaga bersama๐
Ketika ruang politik tidak lagi bicara gagasan:
Peta ideologi politik Indonesia sering disalahartikan seperti model Barat: kiri vs kanan, konservatif vs progresif. Padahal, spektrum politik itu terbentuk oleh sejarah; di Eropa, konflik antara proletariat dan borjuis (lihat historical materialism ร la Hegel & Marx) kemudian melahirkan sosialisme.
Indonesia tak pernah mengalami revolusi industri. Maka, konflik kelas bukan pangkal politik kita. Seperti apa yang Tan Malaka katakan: konflik utama Indonesia adalah kolonialisme. Karena itu, yang lahir bukan sosialisme, tapi nasionalisme โ dengan cita-cita negara kuat dan ekonomi mandiri, melawan liberalisme yang dianggap sebagai wajah penjajahan.
Sukarno bisa dilihat sebagai personifikasi nasionalisme: proteksionisme, sentralisasi, dan kesatuan sebagai harga mati. Hatta mewakili kutub liberal: demokrasi parlementer, desentralisasi, dan ekonomi terbuka. Hatta mendukung federalisme โ bukan untuk memecah, tapi untuk memberi keadilan antar daerah.
Konflik antara Omnibus Law Cipta Kerjaโyang mempermudah eksploitasi sumber daya seperti penambangan pasir Gunung Merapiโdengan regulasi lokal DIY yang melindungi kawasan berdasarkan nilai-nilai Sumbu Filosofis, adalah contoh klasik dari pertarungan ideologi dimana partai harusnya berdebat.
Hari ini perbincangan politik tidak mengindahkan gagasan namun personalitas. Partai jadi kendaraan elektoral semata. Akuntabilitas bergeser โ bukan ke rakyat, tapi ke ketua partai.
Dalam konteks perdagangan internasional misalnya, seorang politisi bisa menganut proteksionisme di pagi hari, lalu memuji free trade di sore hari. Padahal, proteksionisme jargon nasionalisme. Free trade adalah karikatur dari liberalisme. Tanpa peta ideologi, yang tersisa hanyalah oportunisme.
Indonesia butuh kerangka yang lahir dari sejarahnya sendiri: liberal-nasionalisme. Agar politik punya arah, dan kekuasaan punya batas.
Further: https://t.co/C15W4nxejS
(5/13) Tapi, kalau mau bicara soal solusi kemiskinan secara lebih konkret, kami kan sudah pernah menawarkannya dalam visi-misi AMIN yg lalu. :) Silakan ditinjau kembali. Banyak hal yg dirancang di sana, dari ekonomi keluarga hingga keadilan antargenerasi.
In his Easter message, Pope Francis has called for a ceasefire and the release of hostages from Gaza.
https://t.co/cyQazwFhHt
๐บ Sky 501, Virgin 602, Freeview 233 and YouTube