Ini murni opini atau yapping dari gua yang udah di tahap miris liat kesenjangan yang makin menganga. Kalau ada argumen yang salah, silakan dibenerin. Kalau gak setuju juga gak masalah. Gua cuma mau menyuarakan apa yang ada di kepala.
INDONESIAKU
Akhir-akhir ini, ke mana pun kita buka media sosial—entah itu Shorts, □ Threads, atau Reels IG—isinya penuh dengan berita soal uang bermiliar-miliar atau bahkan bertriliun-triliun. Semua membahas bisnis, proyek, investasi, saham, crypto, hingga kasus korupsi.
Sederhananya gini: gak mungkin kita ngomongin cara ngembangin bakat atau berpikir kritis ke orang yang siang nanti aja gak tahu mau makan pakai apa. Kebutuhan fisiologisnya belum terpenuhi. Ya, begitulah.
Kalau kita berkaca dari Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow, jangan heran kalau kondisi psikologis masyarakat kita saat ini jadinya seperti ini: apatis, susah berkembang, gampang diprovokasi, dan sering ributin hal-hal kecil. Kita gak bisa cuma nyalahin faktor pendidikan,
Apakah harga beras di Jogja beda jauh sama Jakarta? Pertalite, Pertamax, minyak goreng, gula, sampai oli—apakah di Jogja harganya lebih murah 50% daripada Jakarta? Nggak, kan?
Kita ambil contoh salah satu daerah, misalnya Jogja. UMP Jogja per tahun 2026 itu di angka 2,4 jutaan. Terus biasanya ada yang nyaut, "Tapi kan biaya hidup di Jogja murah Bang" Murah dari mana? Coba kita hitung kebutuhan dasar paling logis.
Sampai sekarang saya gak pernah berani lagi nerima atau ngebuka paket apa pun kalau dikirim lewat dari jam 9 malam. Di sini ada yang pernah dapet teror lewat barang atau paket misterius juga gak? Coba share di bawah dong! 🫣📦🕯️
Follow for more
#horor#shopee#story#cerita
RESI TANPA NAMA
Kalau kalian tiba-tiba menerima paket misterius di depan rumah saat tengah malam, padahal kalian gak merasa memesan apa pun di e-commerce, tolong jangan pernah dibuka di dalam kamar.
Tiga malam lalu, rasa penasaran yang bodoh hampir saja membuat saya gila karena
meninggalkan sisa abu hitam berbau busuk di atas meja kerja. Malam itu juga saya langsung kabur keluar rumah dan gak berani balik sampai matahari terbit.
Besok paginya, keyboard misterius itu udah hancur meleleh di atas meja.