@SHINAZUGHAWA “Aku hanya bertanya sedang apa di sini dan barangkali kau merindukanku, aku akan mengambilkan segelas air minum. Tetapi sepertinya bukan begitu.” Giyū melirik pria di sampingnya sekilas sambil mengangguk-angguk tanpa ekspresi berarti—seperti biasa.
@SHINAZUGHAWA ⠀⠀ ⠀ Satu alisnya terangkat mendengar titah dari sang ‘tamu’. Barangkali Giyū sejatinya mau mau saja mengambilkan segelas air putih. Namun, entahlah, ia berniat untuk mengusili sedikit pria ini.
⠀⠀ ⠀ “Tidak ada yang salah dengan caraku memperlakukan tamu,” sahutnya.
⠀⠀ ⠀ “Sedang apa di sini?” Bukan bermaksud mengusir. Hanya saja, orang ini memang tidak mengerti caranya berbasa-basi. Tetapi, walau cara bertanyanya datar begitu, Giyū tetap duduk di samping tamu yang kebetulan adalah pilar angin—sekaligus kekasihnya.
⠀⠀ ⠀ Ekhem.
@SHINAZUGHAWA ⠀⠀ ⠀ Ia rasakan seluruh tubuh turut bereaksi kala hembusan napasmu menyentuh kulit tengkuknya—huh, geli.
⠀⠀ ⠀ “Aku juga rindu,” sahutnya, kemudian berdehem kecil, sambil mengusapi lenganmu.
@SHINAZUGHAWA ⠀⠀ ⠀ Ada ada saja tingkah orang ini, begitu pikir Giyū. Sebuah kekehan turut meluncur dari bilah bibir sementara tubuhnya bergerak meninggalkan mobil yang ia tumpangi.
⠀⠀ ⠀ “Terima kasih,” ujarnya kemudian meraih tangan Sanemi untuk digandeng.