@Tundabesok ㅤ“ . . . ” tanpa berucap apapun, tangan Fael tetap merebut kertas-kertas itu; puji Tuhan masih utuh. Ia tetap bersikeras akan membantu, merapikan yang ada.
ㅤNamun sayang, sikap yang tanpa bicara bisa jadi cipta kesan seakan ia marah. Duh, salah paham itu bahaya.
@Tundabesok
@Tundabesok ㅤMengapa berkata begitu sulit baginya? Apa salahnya jika ia ingin berbaik hati barang sekali saja? Hatinya tampak sudah terlanjur beku. Ditambah lagi, benteng yang dikata 'gengsi' itu sudah mencuat tingginya. Ah, sial. Mengapa punya perasaan bisa seribet ini? —
i'm not a good person. ask anyone who loves me. i never write, i never call, i never think about anyone at all. no matter what i do, my exhaustion will consume me and i'm too tired for the truth.
@Tundabesok — tangan Natha—yang mana sedikit lebih besar—Fael sudah meraihnya duluan. Kejadian sepersekian detik ini buat tangan mereka bersentuhan tak sengaja, jelas rona merah muncul seketika pada roma.
ㅤ"Uhm.. biar gue bantuin," ucapnya berharap bisa berguna sedikit.
@Tundabesok
@Tundabesok ㅤUntuk beberapa menit ia berdiri di tempat yang sama, tak bergerak dan hanya melihat Natha yang kalang kabut memindahkan ini dan itu, membereskan itu dan ini.
ㅤ"...tch," rasanya agak berdosa bila ia diam saja. Lantas tepat sebelum suatu tumpukan kertas diraih oleh —
@Tundabesok — menatap ke arah sekelilingnya. Teringat ia pernah sedemikian rupa kacaunya. Kalau tanpa teguran dari sang asisten rumah tangga, mungkin kamarnya juga akan serupa kacaunya bak dihantam gempa.
ㅤ"Gue.. beneran gak apa-apa tidur di sini?" @Tundabesok
@Tundabesok — hingga ruang tidurnya tertata rapi dan bahkan tak meninggalkan pakaian apa pun di atas kasur?
ㅤBegitu pintu kamar dibuka tanpa permisi, "...ah."
ㅤTernyata lebih parah lagi. Namun ia tak ingin begitu menggubrisnya. Lantas dengan hati-hati ia berjalan masuk. Sorot mata —
@Tundabesok — agar rona kemerahan semu pada wajah lenyap begitu saja. Namun sayang, meski tamparan kecil berkali-kali dihantam pelan pada pipi, ia tak mampu sembunyikan raut malunya itu.
ㅤ"Ya udahlah. Gue mau istirahat, capek." Tanpa permisi, ia berdiri sembari menyandang tas miliknya. —