Selamat Hari Internasional Anti Homophobia, Biphobia, Interseksisme, dan Transphobia 2026 ✊🏳️🌈
Post ini dipersembahkan oleh Mprog media, Suara Marjinal, Uniqueer, dan Pelangi Nusantara
https://t.co/ORhU8Z3Iel
SE-FRUIT LIVE REPORT: MAY DAY 2026 DI DPR/MPR (Bukan yang Bareng Prabowo) ✊🔥
Aliansi GEBRAK nih bossss…
Aliansi yang terdiri dari berbagai serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil ini milih aksi di depan Gedung MPR/DPR RI, bukan ikut seremoni di Monas bareng Presiden.
Bagi mereka, May Day adalah ruang perjuangan, bukan sekadar perayaan.
Selain orasi, aksi juga diwarnai performance dari:
🎸 Black Horses
🎤 Efek Rumah Kaca
🎶 The Brandals
Suara buruh, suara musisi, dan suara rakyat sipil jadi satu di jalan.
🎥 Yuk simak kata-kata mereka—kenapa mereka milih turun aksi bersama buruh, dan menolak ikut May Day bareng Presiden.
#MayDay2026 #MayDayMilikRakyat
#MayDayBersamaRakyat
Ngapain sih ikut May Day??? 🤔✊
Tahun ini, Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) bakal “merayakan” May Day di depan Gedung MPR-DPR RI—bukan di Monas bareng Presiden.
Di tengah kondisi ekonomi & ketenagakerjaan yang makin nggak jelas, GEBRAK memilih aksi, bukan seremoni.
📢 Tuntutannya jelas:
💰 Upah layak
📜 RUU Ketenagakerjaan yang pro-buruh
🌍 Sikap politik luar negeri yang tegas menentang imperialisme
📍 Titik kumpul: Depan TVRI
⏰ Pukul: 11.00 WIB
🕌 Setelah salat Jumat → long march ke DPR/MPR
Kalau kamu rakyat kelas pekerja, ini momen kita.
Turun ke jalan. Suarakan hak kita. ✊🔥
Sampai jumpa di jalan, kawan!
#MayDayMilikRakyat
#MayDayBersamaRakyat
Jogja memang romantis, tapi ternyata dibalik romansanya, Jogja menyimpan eksploitasi pekerja secara struktural. Di balik ramainya coffee shop yang merangkap ruang kerja bagi pekerja freelance dan remote workers, ternyata fleksibilitas itu harus dibayar dengan mahal.
Mulai dari upah minimum yang rendah, minimnya perlindungan hukum bagi pekerja, hingga kerja informal yang rentan.
Lalu bagaimana mengatasi ini semua? Tentu saja kita harus bergandengan tangan, berserikat, atau setidaknya membentuk kelompok belajar agar kita paham hak kita sebagai pekerja.
Pada May Day kali ini, kita harus ingat bahwa semua pekerja harus bersatu dalam solidaritas, apapun statusnya, darimanapun kerjanya.
#eksploitasipekerja #jogja #buruh #mayday
Ternyata anarkisme bukan pandangan politik yang monolitik lho. Dua pemikir besar anarkis, Kropotkin dan Malatesta punya konsep anarkisme yang seringkali tidak sejalan. Perbedaan-perbedaan ini memicu perdebatan di antara keduanya dan memuncak saat perang dunia pertama.
Kropotkin sangat terpengaruh semangat sains modern yang berusaha mencari jawaban dan solusi yang pasti, sedangkan pandangan Malatesta lebih berakar pada pengalaman di lapangan yang penuh dinamika.
Namun ketegangan pemikiran antara keduanya tidak membuat mereka bermusuhan, mereka masih berhubungan relatif baik. Bahkan di akhir hayat Kropotkin, Malatesta menggambarkan Kropotkin sebagai sinar yang menerangi perjuangan gerakan anarkis.
Hal ini sangat berbeda dengan bagaimana Stalin menyingkirkan musuh politiknya, kendati mereka sesama Bolshevik. Video ini bukan dibuat untuk mempertaruhkan gagasan Anarkis vs Marxist namun untuk mengambil pelajaran bahwa untuk membangun masyarakat yang setara dan adil, dibutuhkan kelapangdadaan dalam menyikapi perbedaan.
#Anarkisme #Kropotin #Malatesta #sosialisme
Upsiiii siapa nich... sewa buzzeRp lagi nich...
*RTP: ready to post
Asset: video/foto
Kerkun: keranjang kuning
Mbok ya duitnya untuk sponsori kami roadshow "edukasi musikal cegah kekerasan seksual" ke sekolah2 & kampus2 ajaaa gitu loh, lebih bermanfaat, boooss 😎
Ya alloh bapak!!!! @NataliusPigai2 pembatasan hak di pasal 19 ICCPR walau diperbolehkan, tetapi perlu memenuhi syarat kumulatif <- INGAT YA KUMULATIF, HARUS TERPENUHI SEMUA, BUKAN SATU SATU. Pertama, pembatasan harus ditetapkan melalui hukum yang jelas dan dapat diakses, jadi warga bisa mengetahui batas yang berlaku. Kedua, pembatasan harus memiliki tujuan sah, seperti melindungi hak atau reputasi orang lain, menjaga keamanan nasional, ketertiban umum, kesehatan, atau moral publik. Ketiga, pembatasan wajib memenuhi prinsip kebutuhan dan proporsionalitas, yakni hanya diterapkan apabila benar-benar diperlukan serta tidak melampaui batas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan sah tersebut.
Penegasannya ada di penafsiran General Comment No. 34 yang memberikan peringatan kepada negara agar tidak menggunakan alasan pembatasan dalam hal ini sewenang-wenang atau represif terhadap kritik publik.
Ini hukum jangan ditafsir serampangan bos.
@namakuirfan1 Zionisme pada dasarnya ideologi yang Nazi-coded banget sih gaheran, etnonasionalisme, klaim superioritas, tujuan membentuk "negara murni", kekerasan untuk tujuan politik.... Nazi banget kan?
Waktu ke Brazil, "Saya ingin mengajarkan Bahasa Portugis ke sekolah di Indonesia"
Waktu ke Rusia, "Di Indonesia banyak anak yang dinamai Yuri Gagarin"
Waktu ke Korsel, "Saya ingin tambah jumlah konser K-Pop di Indonesia"
Reformasi Polri? Atau sekalian abolisi aja? 🚨
Capek nggak sih lihat berita polisi bunuh warga sipil atau bertindak sewenang-wenang? Masih yakin semuanya cuma soal “oknum”?
Selama ini banyak orang bilang: Polri perlu direformasi. Tapi pertanyaannya: emang bisa?
Institusi kepolisian punya akar sejarah panjang sebagai alat kontrol yang opresif. Ada gagasan yang lebih radikal: abolisi polisi alias membubarkan institusinya dan membangun sistem keamanan publik yang baru.
Kedengaran ngawur?
🎥 Dengerin dulu argumennya.
💬 Abis itu, drop pendapat kamu!
#ReformasiPolri #AbolisiPolisi #ACAB #1312