TERNYATA INI ALASAN RUPIAH DIBUANG ASING (MELEMAH)
SEDERHANA,
BI CETAK REKOR BELI SBN,
DI ERA PRABOWO SAJA LEBIH DARI 500T PEMBELIAN OBLIGASI YG DIKELUARKAN KEMENKEU
SBN DIKELUARKAN KEMENKEU UTK BIAYAI MBG, KOPDES, DINAS LN
BI DAPAT DUIT DARIMANA?
PRINTING MONEY DARI PERURI,
ISTILAHNYA KANTONG KANAN, KANTONG KIRI,
ASING SADAR,
BUANG SBN, BAWA KABUR DOLLAR,
RUPIAH SEMAKIN MELEMAH.
DAN SEPERTINYA BELUM SELESAI NIH CYCLE NYA
Sebelum masuk ke angka, perlu dipahami satu prinsip dasar:
ketika bank sentral membeli surat utang pemerintah dalam skala besar dan berulang, itu bukan kebijakan normal.
Itu adalah sinyal bahwa pasar tidak cukup menyerap SBN yang diterbitkan, dan pemerintah membutuhkan "pembeli darurat" untuk menjaga agar mesin utangnya tetap berjalan.
Inilah rekam jejak BI membeli SBN, khusus sejak Prabowo dilantik Oktober 2024:
Desember 2024 (akhir era transisi):
BI telah membeli SBN sebesar Rp169,5 triliun sepanjang 2024, terdiri dari Rp62 triliun di pasar primer dan Rp107 triliun di pasar sekunder.
Ini sudah jadi batu loncatan yang besar sebelum tahun berganti.
April 2025: Hingga 22 April 2025, BI telah membeli SBN Rp80,98 triliun, terdiri dari Rp54,98 triliun melalui pasar sekunder dan Rp26 triliun melalui pasar primer.
Juni 2025: Hingga 17 Juni 2025, total pembelian SBN BI mencapai Rp124,33 triliun, dengan Rp87,04 triliun melalui pasar sekunder dan Rp37,29 triliun melalui pasar primer.
Agustus 2025: Hingga pertengahan Agustus 2025, BI membeli SBN lebih dari Rp186 triliun, mayoritas melalui pasar sekunder sebesar Rp137,80 triliun.
September 2025: Per 16 September 2025, BI telah membeli SBN di pasar sekunder senilai Rp217,1 triliun.
November 2025: Per 12 November 2025, BI melaporkan total pembelian SBN mencapai Rp273,9 triliun, termasuk pembelian untuk debt switching.
Desember 2025 (akhir tahun): Selama tahun 2025, BI membeli SBN pemerintah senilai total Rp332,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp246,6 triliun dilakukan melalui skema debt switching.
Januari 2026: Hingga 20 Januari 2026, pembelian SBN oleh BI mencapai Rp23,69 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun.
Maret 2026: Hingga 16 Maret 2026, BI telah membeli SBN sebesar Rp86,16 triliun di pasar sekunder.
2026 (keseluruhan rencana):
Nilai debt switching yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun, setara dengan nilai SBN yang jatuh tempo pada tahun 2026.
REKAP TOTAL SEJAK PRABOWO MENJABAT
Jika dijumlahkan, hanya dalam kurun Oktober 2024 sampai akhir 2025 (sekitar 14 bulan pertama era Prabowo),
BI membeli SBN sebesar lebih dari Rp500 triliun jika digabungkan antara sisa 2024 dan sepanjang 2025. Rinciannya: sekitar Rp169,5 triliun di 2024, lalu Rp332,1 triliun di 2025. Dengan target debt switching 2026 sebesar Rp173,4 triliun, dalam kurang dari 2 tahun menjabat, total paparan BI di SBN pemerintah bisa mendekati Rp700 triliun lebih.
Per akhir April 2026, total kepemilikan BI di SBN yang dapat diperdagangkan mencapai Rp1.796 triliun atau setara 26,6 persen dari total SBN beredar.
INI bukan angka kecil.
BI kini menjadi pemegang SBN terbesar, mengalahkan perbankan nasional dan jauh di atas asing.
Yang paling mencolok adalah lahirnya kebijakan burden sharing. BI dan Kementerian Keuangan sepakat membagi beban bunga SBN melalui mekanisme burden sharing, di mana masing-masing menanggung setengah, untuk mendanai perumahan rakyat dan Koperasi Desa Merah Putih.
KALAU BAHASA PERBANKAN , INI SEPERTI SUDAH SISTEMIK, YANG ARTINYA TIDAK HANYA 1, 2 SISTEM YG TERHUBUNG.
THE WHOLE SYSTEM.
SEPERTI KARTU YG DIJAJARKAN, SAAT SATU RUNTUH SEMUA AKAN IKUT RUNTUH.
SAAT ADA YG JATUH,
IT GONNA HIT US HARD,
HARDER THAN WE HAVE BEEN THROUGH
SEHAT2 +62,
SOMETHING BIG WILL HAPPEN
Anda tahu strategi SPPG mengakali paket bundling maksimal 3 hari menghadapi libur lebaran?
Strateginya:
- Senin bawa bundling 3 hari
- Selasa bawa bundling 3 hari
- Rabu bawa bundling 3 hari
Logika orang normal: Senin bawa 3 pack itu untuk dimakan Senin, Selasa dan Rabu. Tapi Selasanya dikasih 3 pack lagi, dan Rabu juga dikasih 3 pack lagi.
Intinya, selama libur panjang Lebaran, SPPG tetap "jualan". Tak ada libur. Duit untuk SPPG tetap cair. Full.
Soal muridnya kapan makannya, "Emang gue pikirin?"
Yg makin GILA adalah keuntungan fantastis para pengusaha MBG itu BEBAS pajak penghasilan (PPh) karena masuknya YAYASAN. Mau lu genjot dunia usaha kyk apa, APBN pasti defisit karena penerimaan stuck. Padahal MBG ini program andalan Wowok, anggaran dipusatkan kesini, tapi malah bikin defisit APBN makin lebar ๐
Tidak habis pikir. Petunjuk teknis terbaru menunjukkan YAYASAN pengelola MBG dapat insentif 6 JUTA PER HARI selama 313 hari, libur pun masih dapat. Insentif itu tanpa kena pajak.
6 juta x 313 hari=1,87 miliar per SPPG
Bayangin POLRI kelola 1.179 SPPG PER HARI DAPAT INSENTIF Rp 7,07 M dan 1 tahun jadi Rp 2,21 Triliun.
Itu pun belum yayasan lain di bawah TNI.
Udahlah bubar aja negara ini.
Dijelaskan bahwa insentif ini bukan berdasarkan output based (berlaku 2025) yaitu jumlah porsi yang diberikan, tapi malahan availability based yaitu asal sudah ada dapur meski belum beroperasi. Jelas-jelas enak donk yang penyaluran porsinya sedikit bahkan belum kerja sudah dapat 6 JUTA PER HARI. Cukup duduk manis dukung rejim.
Memang MBG INI DIBIKIN BUAT MENGGERERUK DUIT NEGARA.
Kepada elite mereka royal dan disebutkan sebagai insentif, sementara bantuan ke rakyat disebut subsidi dan dianggap beban.
ICW bongkar MBG.
Program Makan Bergizi Gratis yang katanya demi anak-anak, ternyata dapurnya dikelola yayasan-yayasan dengan afiliasi politik, bisnis, birokrasi, militer, sampai relawan kampanye Pilpres 2024.
Angkanya bukan recehan:
โข 28 yayasan terafiliasi partai politik
โข 18 yayasan terafiliasi pebisnis/swasta
โข Sisanya nyambung ke birokrasi, aparat, dan tim sukses
Dan juaranya?
Gerindra paling banyak.
Disusul PKS dan PAN.
Bonus round: ada 4 anggota legislatif aktif ikut nimbrung.
Lebih bonus lagi: ada nama yang pernah tersangkut kasus korupsi.
Jadi pertanyaannya sederhana, tapi bikin panas:
Ini program gizi anakโฆ
atau program bagi-bagi akses APBN dengan baju amal?
Kalau dapur umum diisi kepentingan politik, yang kenyang siapa?
Anaknya, atau jejaring kekuasaannya?
ada upaya terstruktur yang dilakukan mr. @prabowo utk badan gizi. mirip upaya mr. @jokowi dalam bangun IKN.
mereka memakai metode "...too big to be fall..."
alias dibuat sebesar mungkin, jadi ga bisa dijatuhkan oleh oposisi / lawan politik/ rakyat.
โ pemilik dapur TNI, Polri, Politisi. alias jalur politik sukses diamankan. rute APBN ini disebut rute populis. karna menguntungkan politisi.
โ 32.000 org dilantik jadi pegawai PPPK pada jilid pertama, 32.000 lagi akan dilantik lagi pada jilid 2,
dan jilid 3 akan ada 32.000 lagi yang jadi PPPK
ujungยฒ nya... banyak yg terlibat.
Badan Gizi scr aturan kuat, scr politik kuat. meninggalkan guru, nakes, dosen di pelataran kemiskinan ditemani gaji underpaid.
Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998?
Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu.
Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya.
Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000.
Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta.
15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah.
Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi.
Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar.
Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional.
Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu.
Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali.
Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur.
Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap.
Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar.
Siapa dalang bom teroris tersebut?
Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto.
Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum.
Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel.
Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan.
Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC.
Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api.
Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka?
3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung.
Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom.
Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak.
Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar.
Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ.
2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini.
Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu.
Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah.
Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional.
Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh."
Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara.
Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan.
Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta.
Gagal. Tommy tak bisa ditemukan.
Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000.
Yang ini sangat mengerikan.
23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak.
Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja.
Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy.
Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar.
Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom.
Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana.
Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu.
Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana.
Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah.
Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional.
Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi.
Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana.
Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya.
Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia.
Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto.
Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum.
Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan.
Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh.
Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta.
Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie.
Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden.
Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik.
Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001.
---
Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum.
Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.
Andaikan Guru Matematika mu sehumoris Abdur Arsyad, yang kuliahnya tinggi sampai S2, yang seantusias itu di kelas, dan dia tetap mengajar anak-anak kita.. bakal ada loh harapan itu.
Namun faktanya.. Abdur tak lagi jadi Guru. ๐ฅฒ