Di desa saya, kalau mau langgeng jadi kepala cukup lakukan 2 hal :
1. Percepat pengurusan setifikat tanah
2. Perbaiki jalan.
Jadi kalau bangga dengan 2 hal diatas, kelasmu cuma kepala desa!!!
Semakin meyakinkan bahwa ga ada orang Indonesia yg tulus, siapapun menterinya pasti ada modus memperkaca diri. Melancarkan bisnis pribadinya. Contohnya Mamat, baru seandainya saja dah fokus mau jualan senjata melaui gimmick program kerja ๐คช
Template Kita
1. Wong Lio Ngerti Opo
2. Seng Gak Tau Mondok Ngomentari Seng Mondok
3. #BOIKOTTRANS7
sementara Itu.
Kalau yang Sebelah Templetnya apa ya? selain Bisnis Agama dan Feodal?
Ini sdh ada yg bilang ke saya, pesantren & NU cumak mau dengerin dirinya sendiri, hanya fokus ke dalam. Kalo urusan dirinya pasti marah besar. Tapi kalo urusan kegagalan transformasi sosial malah nggak punya peran sama sekali??? Sy tdk marah & sy jelaskan sebaik2nya.
Waktunya berbenah. Tdk marah2. Ketum PBNU kenapa jg marah2 gitu. Yg kami tunggu sebenarnya ketum PBNU marah2 dgn korupsi, ketimpangan sosial ekonomi, merosotnya demokrasi, kolonialisme Israel dll. Misal beliau mimpin demonstrasi di depan kedutaan Amerika.
Harus diakui jg, banyak anak kiai yg viral di medsos sebenarnya krn mereka memamerkan kemewahan di tengah ketimpangan sosial ekonomi. So, ini waktunya kita meluruskan ke publik dan menilai dgn jujur bahwa kelebihan pesantren sangat banyak, kekurangannya jg msh sangat banyak.
Ini persis seperti kita memerlukan tamu untuk tahu rumah kita bau apa nggak. Kalo kita sendiri krn sdh biasa dgn bau sampah di rumah, akan menormalisasi bau sampah tadi sampai merasa tdk ada bau.
Tanyangan @TRANS7 yg nyiyir mmg tdk mengenakkan. Tapi jgn2 itu perlu buat membantu kita melihat ke dalam secara adil. Jgn2 mmg persepsi publik selama ini ke pesantren mmg begitu. Ya kita ngga perlu marah & ngegas.
Dgn demikian, seusai dgn prinsip NU sendiri yaitu mempertahankan tradisi lama yg baik, sembari menggali dan mengamalkan tradisi baru yg lebih baik. Nah syarat keberhasilan mengamalkan prinsip tadi ya harus berani mengamalkan KOK (kritik-otikritik) terutama di internal NU.
Satirnya bisa ditanggapi, sekaligus dijelaskan ke publik ttg pesantren sebagai sub kultur kata Gus Dur. Artinya mmg pesantren itu bagian dari kultur Jawa yg msh mempertahankan sisa2 mental feodal meski moda produksi sdh kapitalis.
Tayangan Trans7 lebih tepatnya disebut nyiyir atau satir. Kita nggak akan debat satir termasuk kritik apa tdk. Tapi mesti ditanggapi dgn elegan. Bkn dgn emosional. Sdh nggak relevan lagi kita membela diri dgn emosi bkn argumentasi.
Setelah lihat video @TRANS7 terus terang sy tdk suka. Nadanya seperti Charlie Hebdo. Tapi, Pesantren & NU jgn reaktif. Ketum PBNU jg nggak perlu reaktif, harusnya mengajak muhasabah, krn mmg banyak anak kiai yg suka pamer kemewahan di tengah ketimpangan sosial.
Utas.
Seharusnya @TRANS7 mengklarifikasi atas beredarnya video penistaan kiai dan tradis pesantren. Jika video dan narasinya benar dari trans7 sungguh penghinaan terhadap pesantren dan benar2 tak mengerti kearifan lokal.
.
Di Pesantren itu ajara Islam yg akulturasi dg budaya lokal