Tipe orang Indonesia yang ngefans GILA dengan antek asing hingga LUPA HARGA DIRI :
1. Ngefans gila dengan ARAB
Ini adalah orang Indonesia yang menganggap orang arab dan tanah arab paling suci, berpakaian busana arab, berbudaya arab, dan yang paling mengerikan, rela mati demi arab.
Teriak-teriak hingga 8 jam menggunakan bahasa arab di tanah Indonesia, padahal kalau kamu pergi ke tanah arab dan berani berteriak-teriak menggunakan bahasa Indonesia disitu, kamu bisa langsung dipenjara.
Pergi ke sana juga kamu paling hanya akan dijadikan pembantu atau tukang bersih-bersih.
Muka, fisik, bahasa, lahir dan besar di Indonesia. Nenek moyang kamu juga orang Indonesia.
Berarti, tanah suci kamu adalah tanah Indonesia, bukan tanah arab. Bahasa suci kamu adalah bahasa Indonesia, bukan bahasa arab.
2. Ngefans gila K-POP
Kamu pergi ke korea dan tanyakan kepada orang korea apakah ada yang ngefans kepada orang Indonesia. Dijamin tidak ada. Ngapain ngefans berlebihan kalau mereka melihat rendah kepada kamu? Kamu tau kita menghabiskan uang berapa untuk beli pesawat perang korea? Sementara kamu tinggal di tempat yang tidak layak kelaparan tidak ada kerja dengan upah memadai, pemerintah kamu menghabiskan jutaan trilyun untuk pesawat yang tidak digunakan sekalipun. Paling digunakan sekali setahun untuk 17 agustusan, lalu disimpan selamanya.
3. Ngefans gila Jepang.
Komik, film, kartun, kostum, semuanya Jepang. Gak tau apa nenek moyang kamu diinjak-injak oleh orang Jepang? Langit dan laut mereka bisa jernih dan biru begitu karena mereka merelokasi pabrik-pabrik kotor mereka ke Indonesia. Akhirnya kita yang menghirup asap, udara dan air laut kita menjadi hitam karena mereka membuang sampah ke sini, serta membayar orang kita 1/1000 dari pekerja Jepang. Masih ngefans? Harga diri kamu di mana?
4. Ngefans gila kulit putih.
Amerika, Eropa, Australia, apa pun itu. Mereka yang membayari Soeharto untuk membunuh massal orang Indonesia dan menjatuhkan Soekarno, agar rupiah anjlok, kekayaan tanah kita dimaling ke luar, dan pabrik-pabrik limbah kotor berasap direlokasi di Indonesia semua.
Makan itu, antek asing!
@business These are the foreign countries that continue BURNING the land of Sumatra and Kalimantan, keeping their palm oil supply cheap.
🇨🇳 China
🇮🇳 India
🇵🇰 Pakistan
🇺🇸 United States
🇧🇩 Bangladesh
🇪🇬 Egypt
🇷🇺 Russia
🇳🇱 Netherlands / EU
🇮🇹 Italy
🇪🇸 Spain
They are all responsible!
Tiada sepatutnya orang arab dibiarkan berteriak selama 8 jam sehari di tanah suci Indonesia!
Jikalau orang Indonesia berani berteriak di tanah arab, niscaya mereka akan dimasukkan ke dalam penjara.
Sebaliknya, orang arab berteriak di tanah Indonesia, justru dipuja.
Dari itu, orang Indonesia yang berteriak di tanah suci Indonesia, dengan menggunakan bahasa arab serta mengajarkan budaya arab, hendaklah dianggap telah mengkhianati bangsa!
Tanah suci ialah tanah Indonesia, bukan tanah arab.
Bahasa suci ialah bahasa Indonesia, bukan bahasa arab.
Nenek moyang suci ialah nenek moyang Indonesia, bukan nenek moyang arab.
Budaya suci ialah budaya Indonesia, bukan budaya arab.
Ajaran suci dan paling cerdas ialah ajaran nenek moyang Indonesia, bukan ajaran nenek moyang arab.
Jikalau engkau berpikiran bahwa ajaran nenek moyang arab lebih baik daripada ajaran nenek moyang Indonesia, berarti engkau telah menempatkan ajaran nenek moyang arab di atas nenek moyang Indonesia.
Oleh sebab itu, pantas disebut pengkhianat tanah air dan darah Indonesia!
THE ONLY THING THAT STOPPED MY ACID REFLUX LIKE MAGIC :
1. I put my finger deep in my throat and could literally feel the slimy acid there.
2. I tried to clean it out with my finger.
3. I kept doing it until I gagged and puked a LOT of it out.
4. After I vomited, within seconds, my 1 month long nonstop cough and crazy headache were GONE.
LIKE MAGIC.
Since then, I completely quit coffee, and it never came back.
⚠️ Safety warning : I only tried this after seeing 3 doctors, taking high dose medication, and trying head of bed elevation, all of which didn’t work for me. This was my personal experience, NOT medical advice.
BREAKING NEWS‼️
BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB sepakat bakal gelar aksi besar, pasca-pertemuan trilateral di Yogyakarta.
Gerakan TURUN Ke JALAN siap dilaksanakan untuk mengawal suara publik!!!!
________
Semangat Perjuangan🔥🔥🔥
15. 1967–1968 — investasi asing masuk semakin agresif
[TERBUKTI]
Dokumen AS menunjukkan pemerintah Soeharto secara aktif menarik investor asing. Duta Besar AS bahkan memberikan Soeharto laporan mengenai perkembangan investasi Amerika dan memuji kebijakan pemerintahnya dalam menarik modal asing. Dokumen tersebut menyebut pertemuan investasi yang menarik perusahaan Amerika Utara, Asia, dan Eropa.
16. 1967–1968 — bantuan ekonomi Barat dan Jepang masuk
[TERBUKTI]
AS, Jepang dan negara-negara Barat lainnya terlibat dalam program bantuan/stabilisasi ekonomi Indonesia. AS sendiri merencanakan kontribusi puluhan juta dolar dalam program rehabilitasi ekonomi, dengan bantuan dikaitkan dengan stabilisasi ekonomi dan kebijakan pemerintah Indonesia.
17. 1965–1966 — rupiah mengalami kehancuran nilai
[TERBUKTI, tetapi bukan “langsung karena Soeharto naik”]
Inflasi sudah sangat parah sebelum Soeharto menjadi presiden. Jadi tidak tepat membuat urutan “Soeharto naik → rupiah langsung anjlok.” Krisis moneter sudah berlangsung pada akhir pemerintahan Soekarno, kemudian pemerintahan Soeharto melakukan stabilisasi dengan dukungan internasional.
18. 1967–1970-an — industrialisasi dan investasi asing berkembang
[TERBUKTI]
Model ekonomi Orde Baru semakin bergantung pada investasi, modal asing, eksploitasi sumber daya alam, dan industrialisasi. Tetapi istilah “pabrik kotor sengaja dikirim ke Indonesia” membutuhkan pembuktian perusahaan demi perusahaan; tidak cukup hanya dari fakta bahwa investasi asing meningkat.
19. Islamisasi — bukan langsung setelah Soeharto naik
[TIDAK TEPAT jika dikatakan dimulai 1967 dan diwajibkan di sekolah]
Pada periode awal Orde Baru, rezim justru membatasi kekuatan politik Islam. Pendekatan terhadap kelompok Islam berubah terutama pada 1980-an hingga 1990-an. Jadi tidak ada dasar yang cukup untuk membuat tanggal seperti “12 Maret 1967: Soeharto memulai Islamisasi dan mewajibkan Islam di sekolah.”
20. Pendidikan agama — jangan disebut “Islam diwajibkan”
Ada kewajiban/ketentuan mengenai pendidikan agama dalam sistem pendidikan Indonesia, tetapi itu bukan sama dengan mewajibkan agama Islam kepada seluruh siswa. UU Sistem Pendidikan Nasional No. 2/1989 baru disahkan 27 Maret 1989, jauh setelah Soeharto berkuasa.
21. Pembangunan masjid — tidak bisa diberi satu tanggal sebagai proyek Soeharto
Pembangunan masjid memang berkembang selama Orde Baru, tetapi dilakukan oleh negara, masyarakat, yayasan, organisasi Islam, dan individu. Jadi klaim “Soeharto diperintahkan asing untuk membangun masjid besar-besaran” belum terbukti dari dokumen yang kita punya.
Jadi garis besarnya
1965: G30S → Soeharto mengambil kendali Angkatan Darat → pembantaian anti-PKI → AS memberikan dukungan rahasia kepada kekuatan anti-PKI.
1966: PKI dihancurkan → Soekarno kehilangan kekuasaan → Indonesia mulai berbalik secara geopolitik.
1967: Soeharto menjadi Presiden → UU PMA 1/1967 → Kontrak Freeport 7 April 1967 → investasi/modal asing dibuka semakin luas.
1967–1970-an: bantuan Barat/Jepang + investasi asing + eksploitasi SDA + industrialisasi.
1980–1990-an: hubungan rezim dengan kelompok Islam berubah dan menjadi lebih akomodatif; bukan Islamisasi langsung pada 1965–1967.
Yang paling penting: ada bukti kuat untuk mengatakan AS mendukung kekuatan anti PKI dan kemudian menyambut serta membantu perubahan orientasi Indonesia di bawah Soeharto.
Tetapi bukti yang ada belum membuktikan formula "AS + Jepang + Jerman + Inggris membayar Soeharto untuk melakukan G30SPKI"
Bahkan UU PMA yang sering dianggap produk pertama Orde Baru secara resmi ditetapkan 10 Januari 1967 atas nama Soekarno, sebelum Soeharto menjadi Presiden pada 12 Maret.
Kronologi 1965–1970
1. 1965 — AS sudah memiliki hubungan dan bantuan militer dengan Angkatan Darat
[TERBUKTI]
Sebelum G30S, AS telah memberikan bantuan militer kepada Indonesia. Dalam dokumen AS, total bantuan Military Assistance Program (MAP) 1950–1965 mencapai US$63,2 juta, sekitar US$59 juta pada 1959–1965, dan sekitar US$40 juta diberikan kepada Angkatan Darat, termasuk senjata, kendaraan, dan peralatan komunikasi. AS juga melatih perwira Indonesia. Dokumen 1967 menyatakan pelatihan tersebut kemudian sangat berguna ketika Angkatan Darat mengambil alih pemerintahan.
2. 30 September–1 Oktober 1965 — G30S
[TERBUKTI, tetapi siapa dalang utamanya masih diperdebatkan]
Pada 1 Oktober, kelompok yang menyebut dirinya Gerakan 30 September menculik dan membunuh enam jenderal. Jenderal Soeharto, sebagai komandan Kostrad, kemudian mengambil kendali operasi Angkatan Darat untuk menghancurkan gerakan tersebut. Dokumen AS sendiri pada 6 Oktober masih menggunakan bahasa bahwa keterlibatan PKI dalam G30S merupakan penilaian intelijen, bukan fakta yang sudah sepenuhnya pasti.
3. Oktober–Desember 1965 — pembantaian anti-PKI
[TERBUKTI]
Setelah G30S, terjadi pembunuhan massal terhadap orang-orang yang dituduh PKI/simpatisan PKI. AS mengetahui berlangsungnya penindasan tersebut. Pada 2 Desember 1965, Duta Besar AS Marshall Green menyetujui Rp50 juta untuk KAP-Gestapu dan menulis bahwa kelompok tersebut terkoordinasi dengan Angkatan Darat serta berperan dalam tindakan represif terhadap PKI.
4. 5–19 November 1965 — AS memberikan dukungan rahasia kepada pimpinan anti-komunis Angkatan Darat
[TERBUKTI]
Dokumen 303 Committee AS menunjukkan permintaan peralatan komunikasi rahasia untuk pimpinan Angkatan Darat anti-komunis. Dokumen tersebut secara eksplisit mengatakan Angkatan Darat tidak memiliki dana untuk membeli peralatan itu dan meminta agar bantuan diberikan secara diam-diam.
5. 30 Desember 1965 — AS secara resmi melihat jatuhnya Soekarno sebagai kemungkinan yang menguntungkan kepentingannya
[TERBUKTI]
Joint Chiefs of Staff AS menulis bahwa jika Soekarno disingkirkan dan terjadi pengambilalihan oleh Angkatan Darat, hal tersebut “could benefit US security interests in the area.”
6. Januari 1966 — AS membicarakan bantuan bersama negara Barat dan Jepang
[TERBUKTI]
Dokumen AS menyebut pejabat Indonesia meminta bantuan dari negara-negara Barat; Robert Komer bahkan menyinggung Jepang, Jerman, dan negara lain yang mulai bertanya apakah mereka sebaiknya memberikan bantuan kepada Indonesia.
7. 11 Maret 1966 — Supersemar
[TERBUKTI]
Soeharto memperoleh kewenangan melalui Supersemar dan kemudian menggunakan kekuasaan tersebut untuk mengambil langkah-langkah politik yang semakin melemahkan Soekarno.
8. 12 Maret 1966 — PKI dilarang
[TERBUKTI]
PKI dibubarkan/dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Kekuasaan politik Soekarno semakin menyusut.
9. 11 Agustus 1966 — Indonesia mengakhiri Konfrontasi dengan Malaysia
[TERBUKTI]
Ini merupakan salah satu perubahan besar orientasi luar negeri Indonesia. Hubungan Indonesia dengan negara-negara Barat kemudian semakin normal.
10. 10 Januari 1967 — UU Penanaman Modal Asing disahkan
[TERBUKTI, tetapi ada fakta penting]
UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing mulai berlaku 10 Januari 1967. Menariknya, dokumen hukum menunjukkan UU tersebut secara formal masih ditetapkan atas nama Presiden Soekarno, bukan Soeharto. Isinya memang secara eksplisit membuka jalan bagi penggunaan modal asing untuk mempercepat pembangunan ekonomi.
11. 23 Februari 1967 — Soekarno menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Soeharto
[TERBUKTI]
12. 7 Maret 1967 — Soeharto memperoleh kekuasaan sebagai Pejabat Presiden melalui MPRS
[TERBUKTI]
13. 12 Maret 1967 — Soeharto dilantik sebagai Presiden
[TERBUKTI]
14. 7 April 1967 — Kontrak Karya I Freeport ditandatangani
[TERBUKTI]
Pemerintah menandatangani Kontrak Karya I dengan Freeport Sulphur Company untuk eksplorasi/eksploitasi tembaga di Irian Barat.
Hal ini telah terjadi di Sumatra selama puluhan tahun.
Rakyat kami telah hidup dalam kondisi yang tidak adil, bukan hanya harus menghirup asap beracun dan menyaksikan kerusakan tanah serta hutan, tetapi juga harus bertahan dengan upah yang sangat rendah dan tidak manusiawi.
Selama bertahun-tahun, tidak banyak yang peduli ketika rakyat Indonesia harus menghirup asap tersebut.
Namun, begitu asap mencapai Malaysia dan Singapura, tiba-tiba persoalan ini menjadi BERITA BESAR.
Setidaknya mereka memiliki tingkat upah yang lebih tinggi dan kemampuan untuk berlindung di ruangan ber AC ketika kabut asap datang.
Jutaan rakyat Indonesia tidak memiliki kemewahan tersebut.
Kronologi 1965–1970
1. 1965 — AS sudah memiliki hubungan dan bantuan militer dengan Angkatan Darat
[TERBUKTI]
Sebelum G30S, AS telah memberikan bantuan militer kepada Indonesia. Dalam dokumen AS, total bantuan Military Assistance Program (MAP) 1950–1965 mencapai US$63,2 juta, sekitar US$59 juta pada 1959–1965, dan sekitar US$40 juta diberikan kepada Angkatan Darat, termasuk senjata, kendaraan, dan peralatan komunikasi. AS juga melatih perwira Indonesia. Dokumen 1967 menyatakan pelatihan tersebut kemudian sangat berguna ketika Angkatan Darat mengambil alih pemerintahan.
2. 30 September–1 Oktober 1965 — G30S
[TERBUKTI, tetapi siapa dalang utamanya masih diperdebatkan]
Pada 1 Oktober, kelompok yang menyebut dirinya Gerakan 30 September menculik dan membunuh enam jenderal. Jenderal Soeharto, sebagai komandan Kostrad, kemudian mengambil kendali operasi Angkatan Darat untuk menghancurkan gerakan tersebut. Dokumen AS sendiri pada 6 Oktober masih menggunakan bahasa bahwa keterlibatan PKI dalam G30S merupakan penilaian intelijen, bukan fakta yang sudah sepenuhnya pasti.
3. Oktober–Desember 1965 — pembantaian anti-PKI
[TERBUKTI]
Setelah G30S, terjadi pembunuhan massal terhadap orang-orang yang dituduh PKI/simpatisan PKI. AS mengetahui berlangsungnya penindasan tersebut. Pada 2 Desember 1965, Duta Besar AS Marshall Green menyetujui Rp50 juta untuk KAP-Gestapu dan menulis bahwa kelompok tersebut terkoordinasi dengan Angkatan Darat serta berperan dalam tindakan represif terhadap PKI.
4. 5–19 November 1965 — AS memberikan dukungan rahasia kepada pimpinan anti-komunis Angkatan Darat
[TERBUKTI]
Dokumen 303 Committee AS menunjukkan permintaan peralatan komunikasi rahasia untuk pimpinan Angkatan Darat anti-komunis. Dokumen tersebut secara eksplisit mengatakan Angkatan Darat tidak memiliki dana untuk membeli peralatan itu dan meminta agar bantuan diberikan secara diam-diam.
5. 30 Desember 1965 — AS secara resmi melihat jatuhnya Soekarno sebagai kemungkinan yang menguntungkan kepentingannya
[TERBUKTI]
Joint Chiefs of Staff AS menulis bahwa jika Soekarno disingkirkan dan terjadi pengambilalihan oleh Angkatan Darat, hal tersebut “could benefit US security interests in the area.”
6. Januari 1966 — AS membicarakan bantuan bersama negara Barat dan Jepang
[TERBUKTI]
Dokumen AS menyebut pejabat Indonesia meminta bantuan dari negara-negara Barat; Robert Komer bahkan menyinggung Jepang, Jerman, dan negara lain yang mulai bertanya apakah mereka sebaiknya memberikan bantuan kepada Indonesia.
7. 11 Maret 1966 — Supersemar
[TERBUKTI]
Soeharto memperoleh kewenangan melalui Supersemar dan kemudian menggunakan kekuasaan tersebut untuk mengambil langkah-langkah politik yang semakin melemahkan Soekarno.
8. 12 Maret 1966 — PKI dilarang
[TERBUKTI]
PKI dibubarkan/dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Kekuasaan politik Soekarno semakin menyusut.
9. 11 Agustus 1966 — Indonesia mengakhiri Konfrontasi dengan Malaysia
[TERBUKTI]
Ini merupakan salah satu perubahan besar orientasi luar negeri Indonesia. Hubungan Indonesia dengan negara-negara Barat kemudian semakin normal.
10. 10 Januari 1967 — UU Penanaman Modal Asing disahkan
[TERBUKTI, tetapi ada fakta penting]
UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing mulai berlaku 10 Januari 1967. Menariknya, dokumen hukum menunjukkan UU tersebut secara formal masih ditetapkan atas nama Presiden Soekarno, bukan Soeharto. Isinya memang secara eksplisit membuka jalan bagi penggunaan modal asing untuk mempercepat pembangunan ekonomi.
11. 23 Februari 1967 — Soekarno menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Soeharto
[TERBUKTI]
12. 7 Maret 1967 — Soeharto memperoleh kekuasaan sebagai Pejabat Presiden melalui MPRS
[TERBUKTI]
13. 12 Maret 1967 — Soeharto dilantik sebagai Presiden
[TERBUKTI]
14. 7 April 1967 — Kontrak Karya I Freeport ditandatangani
[TERBUKTI]
Pemerintah menandatangani Kontrak Karya I dengan Freeport Sulphur Company untuk eksplorasi/eksploitasi tembaga di Irian Barat.
Komunisme sebagai IDE tidak sama dengan rezim yang mengatasnamakan komunisme.
Sebuah ide harus dinilai dari gagasan dan prinsip yang dikandungnya. Sebuah rezim harus dinilai dari tindakan, kebijakan, dan dampak nyata yang ditimbulkannya.
Ketika sebuah rezim melakukan kekerasan, represi, atau pelanggaran hak asasi, tindakan tersebut tidak otomatis menjadi bukti bahwa setiap gagasan dalam ideologinya adalah kejahatan.
Begitu pula sebaliknya gagasan yang terdengar baik tidak otomatis membuat setiap rezim yang menggunakannya menjadi baik.
Jangan campurkan IDE dengan REZIM.
#G30SPKI
Penelitian terhadap gambut Indonesia menunjukkan penyemprotan permukaan dapat gagal memadamkan bara dan menyebabkan penyalaan kembali, penyuntikan air langsung ke hotspot bawah permukaan lebih efisien dalam eksperimen tersebut.
Jadi untuk Sumatra/Kalimantan, pendekatan paling masuk akal bukan memilih selang air atau hujan, melainkan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) untuk membasahi wilayah luas + pemadaman darat untuk hotspot + water bombing untuk titik api besar/sulit dijangkau + pendinginan gambut setelah api permukaan padam.
Dan ini bukan sekadar teori, BNPB pada 2026 memang menyatakan kombinasi OMC dan penyisiran intensif Satgas Darat sebagai formula yang efektif untuk mengendalikan kebakaran lahan gambut
G30S/PKI 1965 adalah salah satu titik paling kelam dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Sejumlah perwira TNI diculik dan dibunuh. Setelah itu, Indonesia memasuki pergolakan politik yang mengubah arah sejarah bangsa.
Kita harus berani melihat seluruh rangkaian peristiwa tersebut secara utuh G30S, kehancuran politik PKI, kekerasan massal 1965–1966, serta peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Soeharto.
Kita tidak boleh mewariskan sejarah dalam bentuk kebencian atau propaganda. Kita harus mewariskannya dalam bentuk kebenaran, pembelajaran, dan penghormatan kepada seluruh korban.
Karena hanya bangsa yang berani memahami masa lalunya yang mampu menentukan masa depannya.