Sesorang yg GK tau kesulitan petani maka akan bebas ngoceh demi menjatuhkan lawan
Sedang yg tau bagaimana sulitnya menghadapi peralihan musim d tahun ini akan merasa terhina dengan twit sok tau model begini
Lho kemaren kan katanya ada Jokowi d balik Ganjar๐
Tp sebelum tim buzzer menghina kluarga Jokowi sih
Sekarang kok berharap dapat dukungan dari orang yg kemaren d hina bahkan wakilnya saja d kasih rapor merah๐๐
Dah lah bang kata Ganjar itu influenser kerjaan GK jelas kok
Kok malah bangga didukung penguasa?!
Bukankah seharusnya Jokowi netral?!
Ya ampun malah bongkar boroknya Jokowi yang terang-terangan mendukung Prabowo Gibran..
https://t.co/9sNyk80oHR
Yg ada hanya kemenangan makbanteng yg sering menghina dan menganggap remeh rakyat kecil
Bahkan presiden d matanya bukanlah siapa2
Orang yg menggulingkan gusdur adalah Mega dan Amin Rais
Itu yg aku ingat d acara kick Andy
Baca ini aku JD ingat jaman dulu sebelum Konoha d serang Akatsuki ada seorang penggiat lawan terorisme tp sekarang JD buzzer penjilat Paslon๐
Padahal buku yg sering dia pamerkan adalah buku tentang sejarah dunia bukan sejarah menjilat
Semoga saja dia ingat ajaran agamanya
Hitler terlalu percaya diri. Dia melakukan ekspansi secara brutal dan berniat menguasai seluruh Eropa dan dunia. Dalam PD ke-2, Hitler sadar bahwa ini "zero sum game" bagi dirinya. Perang demi perang secara terbuka oleh Hitler adalah pertaruhan besar: berjaya dan terus jadi "berhala" atau tersungkur dan diludahi secara hina.
Hitler paham soal ini. Namun Hitler telah kehilangan logika demi obsesi emporium kekuasaannya. Dia memahami jika menang, tentu saja Hitler, bangsa Jerman dan NAZI akan digdaya di seluruh dunia. Jika kalah, Hitler dan seluruh "para penyembahnya" โ termasuk Blondi, anjing Alsatian kesayangannya โ akan jadi pesakitan seumur hidupnya.
Hitler sejak awal memang lemah dalam kalkulasi pertempuran akibat terlalu jumawa. Setelah pasukannya gagal menembus jantung Tentara Merah di Rusia, Hitler mulai putus asa. Ketika itu Tentara Merah Rusia telah melintasi daratan Polandia menuju Jerman Timur. Sejak itu juga Hitler bersembunyi ke dalam ruang bawah tanah di Reich Chancellery, Berlin, pada akhir Januari 1945.
Selanjutnya tentara Rusia telah mencapai Potsdamer Platz โ semakin dekat ke tempat Hitler bersembunyi. Hitler merasa situasi ini telah mencapai akhir glorifikasi kekuasaan yang nampaknya betulan akan berakhir hina.
Eva Braun, istri Hitler, menangis: "Saya lebih baik mati di sini. Saya tidak ingin melarikan diri". Dia dan Hitler kemudian berkeliling ke seluruh ruangan para bawahan dan pengawalnya sambil berjabat tangan tanpa suara. Semua orang tahu bahwa waktunya telah berakhir.
Hitler lalu memerintahkan stafnya untuk bersiap menghadapi kekalahan. Sebagian pengawal Hitler menghancurkan surat-surat pribadinya. Di tempat lain salah satu dokter diinstruksikan oleh Hitler untuk meracuni Eva Braun dan anjing kesayangannya, Blondi.
Sore hari tanggal 29 April 1945, Hitler menembak dirinya sendiri dan Eva Braun menelan kapsul racun yang telah dipersiapkan sebelumnya. Keduanya mati di dalam bunker perlindungan beserta anjing kesayangannya yang telah diracun lebih dulu.
Ini kisah tentang akhir dari Hitler yang ditulis dalam "The Last Days of Hitler" oleh Hugh Trevor-Roper. Hitler adalah spesimen dari seorang pemimpin yang awalnya dielu-elukan secara luar biasa oleh rakyat Jerman, hingga membuatnya terbuai untuk terus dipuja sebagai sosok yang digdaya namun berakhir secara tragis.
Sebuah kisah yang bisa menjadi hikmah bagi siapa saja.
Dan rezeki paling halal dlm agama @islah_bahrawi adalah jadi tukang fitnah sesuai dengan nabi Mega Saw ๐๐
Dengan agama baru kedengkian dan kitab suci penjilatan
Maha benar pendukung @ganjarpranowo dengan segala firmanya
Ketika pak Jokowi melakukan kesalahan, jubir tim Prabowo yang klarifikasi. Ketika KPU melakukan kesalahan, pak Jokowi yang klarifikasi. Ketika beberapa pemuda pulang dari kampanye Ganjar-Mahfud, apapun alasannya oknum tentara mengeroyoknya hingga babak belur.
Mulai dari presiden, Timses hingga oknum tentara, semua heboh sendiri saling intervensi. Para penguasa hari ini nampaknya jauh lebih panik karena mereka telah menghalalkan segala cara untuk tetap berkuasa.
Semakin brutal cara mereka untuk menang, semakin besar rasa takutnya terhadap kekalahan. Karena sebuah kekalahan dalam benak mereka, konsekwensinya akan lebih menakutkan dan jauh lebih brutal.
Meski seharusnya mereka santai saja. Kami bukan Prabowo yang gemar main ancam sana-sini jika berkuasa. Kami bukan psikopat, kami masyarakat yg beradab dan bermoral.
Kalaupun menang, kami hanya ingin memperkuat program pemerintah yg maslahat dan menghentikan yang mudarat. Selain meluruskan kembali konstitusi, mengadili para pelanggar HAM masa lalu dan menjaga cita-cita reformasi: Demokrasi Berbasis Meritokrasi dan Supremasi Sipil.
Bukan Demokrasi yg hanya dipakai untuk membangun oligarki, bukan untuk mengembalikan militerisasi, apalagi membegal konstistusi untuk memperkokoh familikrasi. Karena demokrasi di mata kami bukanlah seperti demokrasi yg ada dalam benak pak Jokowi. Begitu!
Bazzer genjer eh @ganjarpranowo akan selalu menggoreng sesuatu d luar konteks d giring ke politisasi๐๐ GK ada cara lain buat fitnah pak sampai segitunya nyari makan dari menjilat @ganjarpranowo ๐
Sampai lupa klo calonya hanya JD gub tiktok selama ini
Gagal bangun jateng
Para pendukung Paslon 1 dan 3 harap sadar, yg sedang dilawan adalah kekuatan besar: aparatur panitia yg juga ikut bermain. Aturan pertandingan pun sudah ditakar sesuai kemauan panitia sejak awal. Kita sedang menghadapi situasi: sebelum pertandingan dimulai, nama pemenang sudah "dikantongi" wasit dan panitia.
Tapi yakinlah: "Tuhan tetap menjaga Indonesia dengan segala caraNya."
Sebenarnya sudah banyak "tanda-tanda langit" yg diberikan kepada bangsa ini agar semuanya berfikir. Siapa sangka lebih dari sekali, ada yg salah ucap Asam Folat jadi Asam Sulfat? Siapa duga ucapan "Ndasmu Etik" bisa terkuak dari forum tertutup? Siapa nyana ada ritual sholat dilecehkan sengaja sebagai narasi kampanye di ruang publik?
Apa yg membuat lidah mereka "mendadak keriting" jika bukan sebagai pertanda bagi kita untuk bernalar?
Tentu saja kita tidak boleh sekedar berharap penjagaan Tuhan tanpa ada upaya. "Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum jika kaum itu malas untuk berubah". Jika manusianya sudah tertutup oleh amplop coklat dan beras 5 kiloan bergambar "Istana Konoha", maka akan percuma meski Tuhan mengirimkan "isyaroh" ribuan kali.
Bismillahirrahmanirrahim
Dari kemarin banyak yang muji aksi mahasiswa ini oleh oposisi dadakan, g heran sich namanya juga oposisi dadakan jadi nimbrung disemua hal yg intinya Salah Jokowi wlu dulunya jadi Penjilat Jokowi krn Cuan๐
Tread singkat
https://t.co/8uIxUbvfDm
Bismillahirrahmanirrahim
Dari kemarin banyak yang muji aksi mahasiswa ini oleh oposisi dadakan, g heran sich namanya juga oposisi dadakan jadi nimbrung disemua hal yg intinya Salah Jokowi wlu dulunya jadi Penjilat Jokowi krn Cuan๐
Tread singkat
https://t.co/8uIxUbvfDm