Film ke-11 saya (dan film kedua Come and See Pictures setelah Siksa Kubur), sebentar lagi akan selesai. Sebentar lagi akan diumumkan. Dari beberapa waktu yang lalu sudah punya niat, setelah film ke-10 (Siksa Kubur), saya ingin kembali lagi ke titik nol. Nge-reset pola bercerita, keluar dari zona nyaman. Yang paling berbahaya adalah ketika penonton sudah mulai memberikan label kepada kita, dan kita merasa nyaman ada di situ. Beberapa kali membuat film horor, saya sudah punya label sutradara film horor (padahal dari 10 film, yang beneran film horor cuman 3). Saya cinta film. Dan ingin bikin film tanpa terjebak genre. Dan saya beruntung di film ke-11 yang akan segera diumumkan ini, saya bisa membuat film non-horor. Film ini jadi salah satu proses membikin film paling menyenangkan sepanjang karir saya. Ensemble cast yang luar biasa (beneran, bukan basa-basi), dan kru-kru top notch, beneran dream team. Akan banyak surprise. Kejutan yang menyenangkan. Terimakasih udah ngedukung saya dan tim selama ini. Kalian membuat kami ingin selalu ngasih yang terbaik sehingga saya dan tim selalu belajar dan belajar lagi. Sudah lama saya ingin menceritakan cerita ini dalam sebuah film. Dan nggak sabar buat menayangkannya.
Late night vulnerable thought:
I used to think there was something wrong with me when a friendship wouldn’t last & then I realised there is something fundamentally wrong in how ppl treat friends these days. Ppl cut off each other for the most selfish reasons, communication -
This will always be my stance on #BajauLaut
I advocate for their right to access healthcare and education. But I'm sorry, citizenship is where I draw the line.
Sabahans today still live with the negative effects of Mahathir's #ProjekIC.