COPY&PASTE:
Keputusan Hakim Atas Seorang Maling Kecil di Amerika Serikat
Putusan tak umum yg diberikan Hakim kepada maling kecil.Seorang bocah berusia 15 tahun tertangkap mencuri roti di sebuah toko di Amerika.
Untuk mencoba melarikan diri,anak itu pun menghancurkan sebuah rak
Berdasarkan data pekerja kreatif musik dari Kemenekraf terdapat sktr 95.000 pkrja musik di Indonesia.
Estimasi puluhan ribu ini mencakup musisi kafe,resto&hotel baik solois,duo,mini band akustik,full band.
Bgmn posisi&nasib mereka ditengah ekonomi nasional yg sdg tdk baik" sj?
Prajurit TNI dilibatkan dlm mendukung terlaksananya proyek PSN cetak sawah di Wanam Papua Selatan,diharapkan dampak positif bagi warga setempat terutama pergerakan ekonomi dgn dibukanya akses transportasi.
Tim CNN diserang oleh para pemukim Zion Israel saat meliput ke Sinjil, Tepi Barat ๐ต๐ธ. Para psikopat Zionis itu memecahkan kaca depan mobil tim jurnalis, melempari mobil dengan batu, dan mencoba menyayat ban mobil.
Inilah gelora yang menghidupkan, yang merupakan gema dari seruan ketertindasan Imam Husain a.s. dan seruan beliau, "Hal min nฤแนฃirin yanแนฃurunฤซ?" (Adakah penolong yang akan menolongku?), yang menggugah Iran, kemudian Irak dan negara-negara lainnya, serta mengguncang kebatilan.
Dulu dari rumah Zarof Ricard, panitera di MA disita uang hampir 1T dan emas 51 kg. Sekarang dari rumah Jampidsus disita uang 458 M dan emas 74 kg. Fir'aun minder sama pejabat Indonesia. Menuju Indonesia emas, wkwkwk!
Kembali ke Lembah Tidar selalu menghadirkan rasa haru dan bangga. Di tempat inilah saya ditempa sebagai Taruna Akademi Militer, bersama rekan-rekan seperjuangan Angkatan 2000. Kini, saya mendapat kesempatan kembali sebagai alumni sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk berbagi pengalaman dan perspektif kepada para Taruna.
Saya melihat optimisme yang besar pada generasi penerus TNI Angkatan Darat. Mereka sedang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya tangguh secara fisik dan profesional sebagai prajurit, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki kemampuan berpikir strategis.
Kepada para Taruna, saya berpesan bahwa tantangan kepemimpinan ke depan akan semakin kompleks. Seorang perwira harus mampu memahami dinamika geopolitik, perkembangan ekonomi global, kemajuan teknologi, hingga berbagai isu strategis nasional, termasuk pembangunan infrastruktur dan pembangunan kewilayahan yang menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing bangsa serta menjaga persatuan Indonesia.
Sebagai seorang kakak, saya berharap bekal yang diperoleh di Akademi Militer tidak hanya menjadi fondasi untuk menjalankan tugas negara dengan sebaik-baiknya, tetapi juga menjadi modal untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi, mengayomi, dan mengabdi sepenuh hati kepada bangsa dan negara.
Terima kasih kepada Gubernur Akademi Militer dan keluarga besar TNI khususnya TNI-AD beserta seluruh jajaran atas sambutan yang hangat. Semoga Akademi Militer terus melahirkan perwira-perwira terbaik yang siap memimpin, mengabdi, dan membawa Indonesia semakin maju.
https://t.co/v1Xis33IWe
Berikut pandangan saya mengenai persoalan penegakan hukum yang kembali menjadi sorotan publik. Mari kita cermati bersama. Simak ulasan lengkapnya di video berikut.
Bersyukur ditakdirkan kita lahir di bumi Indonesia yg sgt kaya SDA.
Laut yg membentang luas dari Aceh-Papua,hutan tropis,tambang emas terbesar di dunia,batubara,nikel,timah,minyak bumi dll.
Pantas'y kita digaji 20 jt /kpla /bln tanpa kerja.
Tp sayang biang keroknya 'KORUPSI'๐
Bagaimana negara ini mau bersih dari korupsi kalau manusia manusia yg punya kewenangan menentukan pintu masuk siapa yg akan disidik atau diproses hukum, justru orang orang itu adalah pelaku korupsi itu sendiri.
Aparat hukum mayoritas sudah rusak. Mereka bekerja seolah olah atas nama rakyat. Padahal yang terjadi sekarang adalah bagian dari rebutan โpanggungโ pemberantasan korupsi, atau ada tekanan dan persaingan antar elit politik di baliknya.
Kejadian ini tidak bisa dipisahkan dengan besarnya nilai proyek strategis energi atau tambang. Ada rivalitas konflik politik berebut kewenangan terkait urusan tambang yang ujung ujungnya adalah rebutan penguasaan terhadap harta negara yg ada di dalamnya, yang harusnya bukan untuk mereka, tapi untuk rakyat kesejahteraan rakyat Indonesia.
Pertambangan (terutama nikel, bauksit, batu bara, juga emas) adalah sektor rawan korupsi di Indonesia. Ada masalah manipulasi izin IUP, mark-up pasokan, royalti bocor, under invoicing, hingga TPPU. Lembaga penegak hukum terkait erat punya relasi dengan sektor ekonomi strategis ini.
Banyak kasus tambang menunjukkan ada aliran dana ke pejabat atau pihak terkait. Makanya tidak heran kalau kemarin ditemukan emas 74 kilo gram. Uang dolar AS dan Singapore hingga lima ratusan milyar lebih. Itu baru sebagian kecil uang negara yang ketahuan digarong.
Jika harta para petinggi Kejaksaan benar-benar digeledah dan dikaitkan dengan ini, makin kuat menandakan kemungkinan oknum oknum penegak hukum memang pada ikut โmenikmatiโ hasil korupsi yang mereka sendiri seharusnya berantas.
Ini baru sebagian dari oknum kejaksaan, belum lagi di kalangan oknum oknum kepolisian. Karena kedua institusi ini punya karakter yg tak begitu beda. Mereka hanya berebut menunjukkan nampak baik di mata rakyat.
Fenomena ini sangat merusak kepercayaan publik pada negara. Rakyat seperti saya sampai โnekโ melihat perilaku koruptif para penegak hukum yg sudah tidak punya rasa malu dan empati di tengah kondisi ekonomi rakyat yg sudah susah.
Makanya kalau Prabowo atau pemerintahan sekarang tidak mampu membersihkan para penegak hukum yang jelas jelas korup, bisa bisa justru Prabowo sendiri yg akan menanggung resiko politiknya ke depan.
Korupsi bukan cuma deretan angka di laporan audit.
Di baliknya, ada anak-anak yang kehilangan hak atas gizi layak, warga yang harus hidup dalam gelap saat listrik tak menyala, sekolah yang tak pernah selesai dibangun, dan rumah sakit yang kekurangan alat serta fasilitas.
Yang lebih menyakitkan, ketika dugaan korupsi melibatkan oknum dari lembaga yang seharusnya menjadi penjaga keadilan, kepercayaan rakyat ikut hancur.
Rakyat sudah lelah dengan sandiwara pemberantasan korupsi.
Yang dibutuhkan adalah penegakan hukum yang berani, terbuka, dan tidak tebang pilih.
Miskinkan koruptor.
Sita seluruh aset hasil kejahatan.
Kembalikan setiap rupiah kepada rakyat.
Dan pastikan siapa pun yang terbukti bersalah bertanggung jawab di hadapan hukum.
Negeri ini terlalu kaya untuk terus dibuat miskin oleh korupsi.
Karena jika hukum hanya tajam ke bawah, keadilan pelan-pelan kehilangan maknanya.
#LawanKorupsi #IndonesiaBersih #TegakkanKeadilan #BerantasKorupsi #SelamatkanIndonesia
Modus Korupsi Dibalik Baju Penegakan Hukum?
Integritas Institusi Hukum Indonesia.
Korupsi bukan lagi penyakit yang menyerang dari luar. Ia telah merayap ke jantung sistem peradilan itu sendiri. Aparat penegak hukum, polisi, jaksa, dan hakim yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan, rentan menjadi bagian dalam praktik rasuah. Ironis jika dibalik seragam atau toga yang suci, tetapi di baliknya bersembunyi koruptor kelas kakap yang menghancurkan kepercayaan publik. Jangan sampai terjadi, karena ini bisa tumbuh menjafi pola sistemik yang menggerogoti fondasi negara hukum.
Setiap hari, kita melihat aparat penegak hukum beraksi, razia, OTT, sidang, dan vonis. Namun, jika di balik panggung itu, banyak yang menjadi bagian dari masalah, yang dengan โbajuโ resmi hanya sbg kedok untuk menutupi transaksi gelap, maka ini damagenya sangat besar u/ eksistensi negara hukum.
Ketika penegak hukum korup, keadilan mati. Masyarakat kehilangan kepercayaan, vonis ringan untuk koruptor besar, kasus besar mandek, sementara rakyat kecil dihukum berat. Ekonomi terganggu karena investasi lari dari ketidakpastian hukum. Yang paling parah, norma moral bangsa rusak, korupsi bisa menjadi โbiasaโ dan โbagian dari pekerjaanโ.
Koruptor di balik baju penegak hukum adalah pengkhianat terbesar bangsa. Mereka bukan hanya mencuri uang, tapi mencuri harapan rakyat akan keadilan. Sudah saatnya kita robek kedok itu dengan tegas.
Reformasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan jika Indonesia ingin maju sebagai negara hukum yang sejati.
Selama โbajuโ masih dipakai untuk menutupi dosa, keadilan akan tetap menjadi mimpi.
Mari awasi bersama, karena korupsi di tubuh penegak hukum adalah ancaman eksistensial bagi demokrasi dan negara hukum yang demokratis seperti Indonesia.
#IroniKeadilan