"Dialog Imajiner: Cinta, Sabar dan Maaf"
Suatu hari, Cinta, sabar, dan maaf berkumpul. Masing-masing mulai berbicara tentang keutamaannya sendiri, dan setiap dari mereka berusaha untuk menunjukkan dirinya lebih penting dari yang lain. Perdebatan pun terjadi di antara mereka.
Cinta berkata:
"Tanpa aku, "sabar" dan "maaf" tak memiliki makna. Akulah yang memberikan identitas bagi seluruh keberadaan."
Sabar menjawab:
"Jika bukan karena kekuatanku, tak seorang pun mampu menanggung begitu banyak penderitaan dan berbagai kesulitan dalam hidup."
Maaf pun angkat bicara:
"Tetapi akulah yang membuat manusia dapat saling menerima satu sama lain dengan segala perbedaannya. Jika bukan karena aku, setiap orang akan menjauh dari yang lain."
Karena mereka tidak menemukan jalan keluar, mereka membawa perselisihan itu ke hadapan Tuhan Yang Maha Bijaksana. Lalu Tuhan berfirman:
"Karena kalian berselisih seperti ini, Aku akan menjadikan kalian bertiga sebagai satu kekuatan besar yang menyatu. Aku akan mengirimkan kalian ke setiap hati yang memiliki cinta kepadaKu, agar dengan tiga karunia ini, manusia dapat mencapai puncak kemanusiaan dan penghambaan sejati.
Muh Nur Jabir