@Telkomsel hallo, aku mau reaktivasi kartuku, sudah coba lewat *888*88# tapi tidak bisa, sudah coba cal dan sms reaktivasi ke 4444 juga tidak bisa karena kartu sudah mati, mohon bantuanya ya min, saya sudah kirim dm ya, terimakasih...
Gue iril, umur 30 tahun dan kerja di luar negeri. Di sini gue mau menjelaskan sesuatu dan gue harap kalian baca dengan bener, karena ini penting.
Rejeki, jodoh, kematian itu semua udah diatur Tuhan, dan dalam islam ya rejeki atau keberuntungan itu datang ketika kita uda berusaha. Gitu aja.
Apa yang gue dapet hari ini adalah atas izin yang Kuasa, dan buat dapet izinNya ya harus berusaha, nah masalahnya ada yang namanya usaha keras dan usaha pintar, ayo kita bedah:
Banyak orang mikir kerja keras itu adalah tentang durasi. Kerja 12 jam sehari, lembur sampe tipes, tapi tabungan gitu-gitu aja. Itu namanya Hard Work tanpa Direction.
Ibarat lo mau nebang pohon pakai kapak tumpul. Lo pukul sekuat tenaga 1000 kali (Kerja Keras), tapi pohonnya nggak tumbang-tumbang.
Usaha Pintar itu berhenti sejenak buat asah kapaknya dulu, atau sekalian beli chainsaw.
Gue bedah bedanya di dunia data:
Usaha Keras:
Input data manual satu-satu dari PDF ke Excel tiap hari. Capek? Banget. Kelihatan sibuk? Iya. Tapi value-nya rendah karena lo bisa digantiin sama anak magang atau bahkan bot gratisan.
Usaha Pintar:
Lo belajar Power Query atau bikin Python script buat otomatisasi penarikan datanya. Awalnya emang pusing, harus belajar extra, tapi begitu sistemnya jadi, kerjaan 8 jam selesai dalam 5 menit. Sisa waktunya lo pake buat Critical Thinking: nyari insight dari data itu buat naikin revenue perusahaan.
Tuhan kasih kita otak buat berpikir, bukan cuma otot buat bergerak. Di Islam ada konsep Ihsan melakukan sesuatu dengan sebaik dan seefisien mungkin.
Kalau lo cuma mau kerja keras kayak kuda, ya lo bakal dapet rejeki seharga tenaga kuda. Tapi kalau lo mau rejeki lebih, lo harus kasih value yang nggak bisa dikerjain sama sembarang orang.
Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya.
Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan.
Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka.
Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻