Sedih banget denger suamiku kontraknya nggak diperpanjang. Tapi yang bikin makin sedih, ternyata ada plot twist yang bikin geleng-geleng kepala. 🥹
Suamiku kerja sebagai QC di salah satu PT besar di Kabupaten Tangerang. Beberapa hari lalu dia malah denger kabar dari temennya kalau kontraknya nggak diperpanjang. Padahal atasannya sendiri belum ngomong apa-apa ke dia. Bayangin aja, yang bersangkutan malah tahu dari orang lain.
Akhirnya suamiku memberanikan diri nanya langsung ke SPV-nya, dan ternyata kabar itu memang benar. Pas ditanya alasannya, jawabannya cuma, "Mungkin passion kamu udah bukan di sini." Di situ suamiku ngerasa nggak dihargai.
Kenapa?
Kenapa kabar sepenting itu malah udah nyebar ke satu tim duluan, bukannya disampaikan langsung ke orang yang bersangkutan?
Alasannya juga terasa janggal.
Suamiku ngerasa aneh karena selama kerja dia termasuk yang paling sering ditugasin dinas luar, beberapa kali dapat penghargaan, dan setiap ikut training hasilnya selalu bagus.
Setelah dicari tahu, ternyata memang sebelumnya sudah ada satu nama karyawan yang harusnya di-off-kan pertengahan Agustus. Data dan suratnya juga udah diajukan SPV ke atasan.
Tapi ternyata data itu di-hold sama Manager QC. Kenapa? Karena karyawan yang seharusnya kena off itu adalah ponakan istrinya. 🫠
Akhirnya data orang itu ditahan, lalu dicari penggantinya. Kebetulan performa suamiku tahun ini lagi menurun, jadilah dia yang kena, sementara ponakan istrinya tetap aman.
Sekarang suamiku lagi berusaha cari kerjaan baru. Doain ya semoga cepat dapat pekerjaan lagi, biar nggak lama nganggur. Soalnya kami punya dua anak, satu masih sekolah dan satunya lagi masih butuh susu. ❤️😇
Siapa tahu ada HRD perusahaan di wilayah Kabupaten Tangerang yang baca postingan ini. Suamiku punya pengalaman lebih dari 8 tahun sebagai QC di pabrik makanan. ✨
Aku sudah membaca laporannya.
Coba menanggapi dgn agak panjang.
Kalau dari analisis narasi digital dan psikologi media, penggunaan kata suddenly (tiba-tiba) dalam judul tersebut sangat tidak tepat dan cenderung bias.
Kata suddenly memberikan kesan seolah2 sentimen negatif ini muncul dalam semalam dari ruang hampa tanpa alasan.
Penelitian dari BlackbirdAI pd 235.000 akun dan hampir setengah juta postingan media sosial selama Piala Dunia 2026 menyatakan bahwa kemarahan publik itu otentik. Tidak ada jaringan bot. Tidak ada yang bisa membuktikan siapa yang dibayar.
(Sumber: https://t.co/ykl2YZ5iAi)
Artinya, kebencian pada Messi dan Argentina bukanlah hasil fabrikasi dari ruang hampa, melainkan sintesis hibrida yang berakar kuat pada kontroversi riil di dunia nyata. Hal ini sayangnya nggak dibahas atau mungkin sengaja diabaikan oleh penulis opini ini.
Sentimen kepada Messi dan Argentina adalah dinamika yg terjadi setelah melalui sebuah proses akumulasi jangka panjang. Jadi ada pengondisian kognitif yang berjalan lambat dan reaksi berantai terhadap peristiwa2 riil di dunia nyata.
Penulis opini tersebut melakukan bentuk reductionism dan penyederhanaan berlebihan yg menurutku sangat cacat secara empiris.
Opini itu mencoba membingkai perubahan opini publik sebagai 100% akibat permainan algoritma dan influencer.
Padahal penelitian2 termasuk dari Blackbird secara kritis membongkar bahwa banyak variabel riil di luar teknis lapangan yang berubah drastis antara 2022 hingga 2026.
Blackbird menyebutnya The Grievance Was Pre-compiled. Narasi bahwa kesuksesan Messi atau Argentina "diatur" (rigged) sebetulnya sudah diformulasikan oleh sebagian kelompok antipati sejak bertahun2 lalu.
Sejak 2014, menjelang final Argentina vs Jerman narasi ini sudah muncul di medsos. Saat Argentina akhirnya juara Piala Dunia 2022, narasi yang sudah mengendap selama 8 tahun hanya perlu diaktifkan kembali.
Ini adalah proses daur ulang narasi yang berjalan lambat, bukan ledakan emosi yg mendadak.
Tapi, kebencian publik nggak bergeser secara instan tanpa adanya pemicu nyata di dunia fisik. Reputasi Messi dan tim Argentina terkikis secara bertahap melalui serangkaian insiden nyata yang terjadi secara berurutan.
1. Februari 2024. Kontroversi laga persahabatan Inter Miami di Hong Kong. Saat itu Messi tidak bermain karena alasan cedera. Tp Messi bermain di Jepang tiga hari kemudian.
Peristiwa ini sangat melukai puluhan ribu penggemar lokal yg membeli tiket dgn harga selangit dan segera dipolitisasi oleh otoritas lokal dan media2 Tiongkok.
2. Juli 2024. Skandal nyanyian rasis Enzo Fernandez kpd pemain2 Prancis saat perayaan Copa America yang direkam secara langsung.
Meskipun Messi tidak ada di dalam video tersebut, posisinya sebagai kapten tim membuatnya ikut terseret dalam tuntutan akuntabilitas publik.
Wakil Sekretaris Olahraga Argentina Julio Garro bahkan dipecat dr posisinya krn menuntut Presiden AFA dan kapten tim Messi meminta maaf scr terbuka untuk meredakan ketegangan.
3. Piala Dunia 2026. Ketegangan rasial berlanjut. Ini termasuk kasus pelecehan rasis dr suporter Argentina thdp IShowSpeed. Ini ditambah dgn serangkaian kontroversi wasit dalam laga2 yg melibatkan Argentina.
Setiap peristiwa akhirnya menjadi bahan bakar yg disuntikkan secara berkala, membuat peralihan sentimen ini jadi proses akumulatif. Jadi, bukan perubahan yg terjadi secara mendadak dalam satu waktu.
Sepakat di tulisan itu bahwa dalam teori psikologi kognitif, seseorang nggak akan langsung mengubah pandangannya atau memercayai suatu klaim negatif hanya dengan melihat satu video klip.
Otak manusia memerlukan paparan berulang agar informasi baru terasa akrab (processing fluency) sebelum akhirnya memercayainya sebagai kebenaran umum.
Dibutuhkan sirkulasi ratusan video klip pendek yang dipotong tanpa konteks yg disajikan oleh algoritma secara terus2an selama berminggu2 utk membentuk persepsi tersebut.
Proses pengondisian ini berjalan lambat di bawah sadar. Dan ketika kesadaran kolektif itu akhirnya terbentuk di permukaan, audiens luar baru melihatnya seolah2 ini terjadi secara tiba2.
Menurutku secara ironis, pembuat konten yang menggunakan judul "Why everyone suddenly hates Messi" sebenarnya sedang menggunakan taktik pemasaran digital yg mengandalkan bias emosional.
Aku yakin penulisnya paham betul dgn teori ini.
Dalam industri attention economy, menyandingkan dua kondisi yang kontras secara ekstrem, seperti pahlawan yang tiba2 jadi penjahat adl formula terbaik utk menciptakan rasa penasaran dan memicu emosi tinggi pengguna media sosial.
Judul tersebut sengaja dirancang dramatis agar memicu klik, komentar defensif, atau perdebatan yg pada akhirnya justru menyubsidi algoritma platform utk terus menyebarkan konten tersebut.
Sekian.
Nicolas Otamendi marah ke Rodri seusai laga. 😡
Otamendi: "Mulai kurangi omonganmu. Kalian mengeluh terus sepanjang minggu."
"Sepanjang pekan kalian terus mengeluh. Kamu dan Laporte. Kalian berdua."
"Itu tidak pantas. Kalian terus mengeluh tentang wasit, kawan."
Rodri yang bingung: "Saya menghormati kalian"
Otamendi: "Tapi kamu seharusnya tidak banyak bicara sebelum pertandingan, paham?"
Rodri: "Loh memang apa yang saya katakan?"
Otamendi: "Laporte? Memangnya kamu tidak tahu apa yang Laporte katakan pekan ini?"
📝 DAZN
🚨🚨 Mikel Merino reflects on the first calls he received after winning the World Cup: 🏆❤️
“The first calls I got were from the Arsenal boys. Almost every single one of them reached out to congratulate me, and honestly, that meant just as much as lifting the trophy.
When you’ve shared a dressing room, fought for each other every week, and built those relationships, moments like this become special. They weren’t calling because they had to—they were genuinely happy for me. You could feel the love and the pride through every conversation.
Football gives you trophies, but it’s the people you meet along the way that make those moments unforgettable. I’ll never forget those calls. It reminded me that at Arsenal, we’re more than teammates—we’re a family.” ❤️
❤️🤍 #Arsenal #MikelMerino #WorldCup #COYG #FootballFamily #Spain
Mamamoo Hwasa reaction after blowing a kiss to Running Man member, Haha. 🤣 🤣🤣
Kim Jong-kook and Haha completely changed vibe of Hwsa "So cute" song in like 3 seconds.😅
Song Ji-hyo laugh lol. I love them all, so funny!
c. SBS Running Man
🔗https://t.co/If3mvLCVDt
Lee Youngji randomly singing “Jaryeogo nuwonneunde gapjagi~” after pulling out her driver’s license. 😭
At this point, Suddenly has become the official song for anything that happens out of nowhere.
#Suddenly#IOI#LeeYoungji