Kata siapa kita tak butuh kisah pengkhianatan, penipuan dan kriminalisasi? Anak cucu kita butuh sejarah keluarganya. Itu pembeda mereka kelak dengan teman-temannya. Hari ini, kita sedang menuliskan cerita kebesaran & kehinaan keluarga mereka masing-masing.
Kpd para caleg terkhusus yg menyuap pemilih dgn amplop, sembako & segala barang sejak bbrp hari terakhir hingga malam ini, ketahuilah bhw kalian tlh memulai proses perusakan hati dan pikiranmu sendiri yg akan berujung kehancuran karir dan kehormatanmu. CATAT ITU. #pemilubrutal
Mengapa penting belajar Sejarah?
Sebab dalam Sejarah, kita bisa belajar bahwa kecurangan hari ini kalau dimaklumi, lima tahun lagi, demokrasi tak ada lagi arti.
Belajar dari Sejarah negara-negara yang awalnya demokratis menjadi negara demokrasi yang semu.
Dirty Vote
Diisi oleh 3 Pejuang Demokrasi yang dihormati oleh para aktivis se-Indonesia. Rekam jejak & kredibilitas jelas
Diproduksi oleh WatchDoc, produsen film² dokumenter, penerima penghargaan Magsaysay Award yg dianggap sebagai Nobel Asia.
Percaya? Ya iyalah.
Bukan film horor atau drama, tapi sepanjang nonton DIRTY VOTE dibikin takut dan sedih.
Kirain cuma film yg perlu "skenario" bagus, ternyata pemilu dan politik juga. Kalau gini, masa rakyat kayak kita cuma bisa ngikutin "skenario"-nya?
Menurut kamu gmn?
Minton bahas dikit 👇
TIDAK SEMUA REKAMAN FOTO/VIDEO (KECURANGAN PEMILU) DAPAT DIJADIKAN BUKTI DI PENGADILAN
Sepengalaman saya berperkara di pengadilan (Mahkamah Konstitusi dan atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) sejak tahun 2009-2019, tidak semua rekaman foto/video dapat dijadikan alat bukti di pengadilan. Pada Pemilu tahun 2019 lalu, banyak beredar foto dan juga video tentang kecurangan. Tapi ketika dibawa ke pengadilan, foto dan video tersebut tidak cukup membuktikan bahwa kecurangan tersebut benar-benar terjadi.
Oleh karenanya, izinkan saya berbagi bagaimana agar foto atau video tersebut dapat dijadikan alat bukti yg sah dan ‘meyakinkan’.
1. Pastikan Anda mengaktifkan fitur GPS pada alat perekam. Dengan diaktifkan, maka exif metadata dalam file foto dan video menjadi lengkap dengan lokasi tempat kejadian perkara. Bagus jika koordinat GPS tersebut dapat ‘tayang’ langsung di rekaman foto atau video tersebut. Jika tidak, tergugat bisa berkelit bahwa itu foto/video kecurangan yg terjadi bukan di tempat yg dimaksud dalam gugatan.
2. Pastikan foto dan video Anda memuat informasi 5W1H (who, what, when, where, why, dan how). Jika itu direkam dengan foto, maka buat beberapa foto yg memang mewakili 5W1H-nya itu. Jika video, maka buat narasinya sambil Anda merekam kejadian tersebut di tempat kejadian perkara.
Contoh: “Saya (sebutkan nama sesuai identitas diri), warga masyarakat (jika Anda warga biasa), atau saksi dari partai (sebutkan partainya), pada hari ini (sebutkan nama hari), tanggal (sebutkan lengkap tanggal bulan dan tahun) pada jam (sebutkan waktu Anda merekam video tersebut) di TPS 01 (misalnya) RT 01 (misalnya) Kelurahan Satu Nusa (misalnya) Kecamatan Satu Bangsa (misalnya) Kabupaten Satu Bahasa (misalnya) melihat, menemukan kecurangan sebagaimana rekaman (sebutkan detail kecurangan), yg dilakukan oleh terduga (sebutkan siapa pelaku kecurangan tersebut), sehingga mengakibatkan (sebutkan dampak dari kecurangan tersebut).
Jika foto dan video saja tanpa hal-hal yg tertera di atas, dapat dipastikan bahwa foto/video tersebut tidak bisa menjadi alat bukti di pengadilan (CMIIW). Atau jika pun bisa, maka statusnya lemah.
Foto/video tanpa kelengkapan hal di atas mungkin bisa viral. Tapi percuma. Tidak akan ada konsekuensi hukumnya. Dan kalau cuma buat viral, untuk apa? Terduga pelaku dan atau pihak-pihak di belakangnya yg viral tersebut bisa memproduksi hal yg lebih viral lagi untuk menutupinya.
Demikian singkat dan semoga bermanfaat.
Ijin tag Gus @ainunnajib dengan program @KawalPemilu_org -nya.
Banyak yang minta fatwa kepadaku, "Nanti milih siapa?" Maklum semua calon, masing2 punya kelebihan dan kekurangan. Lagi pula masing2 punya pendukung tokoh2 yang berpengaruh. Jadi kukatakan kepada yang minta fatwa: Istafti qalbak. Tanyakan saja kepada Nuranimu. 😉
Istilah "Petugas Partai" yang kerap diberikan label negatif, Megawati menyampaikan: "saya juga adalah petugas partai menjalankan amanat konstitusi dan menjalankan hasil kongres partai, untuk kepentingan rakyat, apakah sebutan ini salah?
Sangat disayangkan, sebutan petugas partai dilepaskan dengan konteks menjalankan amanat konstitusi, amanat rakyat yang termaktub dalam konstitusi, tetapi pernyataan itu sengaja dipotong-potong untuk tujuan "politicking" yang mendeskriditkan.
Penolakan terhadap perpanjangan jabatan presiden tiga periode, Megawati secara lugas dan tegas mengatakan: "negara ini harus tunduk pada konstitusi, jangan bertindak semaunya dan politik harus berbasis pada moralitas dan etika."
Sikap Megawati untuk menteri di dalam kabinet Jokowi tidak mundur, karena untuk menjamin stabilitas pemerintahan sampai batas waktunya sesuai amanat konstitusi dan menghindarkan risiko guncangan ekonomi politik yang pada akhirnya merugikan bangsa dan negara.
Sebagai pemimpin politik, yang lahir dari gerakan politik melawan otoritarianisme Orde Baru, sudah tentu Megawati lebih paham denyut nadi kekuatan rakyat (people power) sebagai sebuah kekuatan yang terkonsolidasi dalam melawan kekuasaan yang cenderung otoriter untuk menyelamatkan demokrasi.
Manusia tidak ada yang sempurna namun setidaknya menurutku yang bukan bagian dari PDI-P dan bukan politisi, sosok Megawati Soekarnoputri adalah seorang politisi perempuan handal, seorang Ibu, penjaga konstitusi dan demokrasi sekaligus sebagai seorang negarawan.
"KONSTITUSI DIPELIHARA MEGAWATI TAPI DIRUSAK JOKOWI"
Yth. Bpk Pres @jokowi, sy terhenyak membaca artikel Pak JK di Kompas dua hari lalu. Hilirisasi Bpk yg jg jd narasi utama Capres @prabowo & @gibran_tweet dibantah seluruhnya oleh mantan wakil Bapak dgn data terukur. Siapa yg hrs kami percaya? @luhut_binsar@bahlillahadalia
Logikanya begini deh
Pesawat Mirage 2000-5 bekas dari Qatar itu sudah pernah DITOLAK oleh KASAU 2015 Marsekal Agus Supriatna meskipun didapat dengan GRATIS (HIBAH)
Agus Supriatma MENOLAK proposal itu karena masa pakainya sudah mau habis dan biaya operasional dan maintenance Mig 2000-5 itu sangat MAHAL
Lalu 7 tahun kemudian Prabowo membeli pesawat yang akan dikasih gratis itu, jelas sebuah KEBODOHAN dan kesalahan FATAL
Rp 12 TRILIUN melayang untuk pesawat yang masa pakainya akan selesai 10 tahun lagi
Tidak salah jika publik mengatakan potensi KORUPSI pembelian pesawat rongsokan ini sangat besar, termasuk baru2 ini mulai muncul dalam investigasi Uni Eropa
Pertanyaannya, apakah @KPK_RI BERNYALI? Menurut saya sih enggak, mengendus saja ga akan berani
SAYA TAK JADI GOLPUT
Saya akan “golput” seandainya pilpres ini hanya pemilihan antara tokoh2. Tapi ternyata pilpres ini pemilihan antara kekuasaan-yg serba-punya-tapi-tanpa-nilai-moral dan mereka yg disudutkan.
Tanah air sedang menghadapi “kezaliman yg sistematis dan terstruktur”.
Saya tak bisa netral. Di antara lambang2 peserta pilpres, saya tak bisa golput.
Mosok Ganjar Sering nginep Rumah Warga ??
Oleh : Gus Raharjo
Tuanku Rakyat kata ganjar dalam setiap Kesempatan bicara di Depan publik, tagline itu Berat lho Pak …
Jangan main-main dengan Kata Rakyat jika tidak bisa menggelinding Bersama Rakayat .
Ketika seorang kawan memberitahu soal kebiasaan Ganjar menginap di rumah warga, aku adalah salah satu orang yang nggak mudah percaya begitu saja. Mana mungkin seorang pejabat publik yang biasa hidup nyaman dengan beragam fasilitas, mau-maunya tidur di rumah warga biasa.
Kalau pun itu beneran terjadi, paling-paling cuma pencitraan biar dikira dekat dengan rakyat. Itu pun mungkin paling cuma sekali, tapi beritanya saja yang dibikin bombastis, diekspos banyak media. Begitulah kira-kira pikiranku waktu itu.
Namun anehnya, setelah aku menggali sendiri tentang kebenaran informasi itu, aku justru dibuat makin geleng-geleng kepala. Bayangkan saja, ternyata Ganjar sudah terbiasa menginap di rumah-rumah warga sejak sekitar tahun 2006, saat menjadi DPR RI. Ia berberapa kali menginap di tempat warga di dapilnya sendiri. Kebiasaan itu lalu Ganjar teruskan saat menjadi gubernur Jateng dua periode.
Pada tahap inilah aku mulai meragukan pikiranku sendiri. Kalau disebut pencitraan, masa kebiasaan itu sudah Ganjar lakukan selama hampir 20 tahun? Memang benar setiap orang bisa berpura-pura, namun gestur, dan rasa nyaman tetap tidak bisa dibohongi. Apalagi sampai puluhan tahun. Setelah lama berpikir, barulah aku menyimpulkan: mungkin itulah Ganjar, seseorang yang datang dari rakyat biasa, maka selamanya ia tidak akan melupakan akarnya, akar yang membesarkan dirinya.
Baru sekarang aku melihat pemimpin yang sedekat ini dengan masyarakat, bersedia menapaki lantai rumah warganya. Bersama rakyat, Ganjar seperti tanpa sekat. Menyatu. Gelesotan bareng, bercanda bareng, sampai pijat-pijatan bareng dengan warga.
Saat menjabat gubernur, Ganjar memang punya program Rembuk Desa. Lewat program itu ia akan menginap di rumah warga di desa-desa di Jawa tengah. Pada kesempatan itulah Ganjar bersama warga duduk melingkar di atas tikar, lalu mempersilakan warga, siapapun itu, untuk menyampaikan aspirasnya soal apapun.
Banyak sekali masalah yang sudah diselesaikan dari proses rembuk desa. Salah satunya adalah pengentasan masalah kekeringan di Wonogiri dengan dibangunkan embung. Kelak dari kebiasaan semacam inilah Ganjar melahirkan satu prinsip yang terus menjadi pegangan di jalan politiknya: tuanku rakyat.
Dengan menginap di rumah warga, Ganjar bukan hanya melihat langsung kondisi mereka, namun juga ikut merasakan apa yang dialaminya. Ia menghirup udara yang dihirup warganya setiap hari, meminum air yang sama, dan merasakan setiap persoalan yang dialam warganya. Mulai dari hal kecil seperti tidur dengan obat nyamuk bakar untuk mengusir nyamuk, sampai persoalan besar bagaimana sulitnya membiayai sekolah anaknya.
Persoalan-persoalan itulah yang kemudian Ganjar selesaikan melalui kebijakan-kebijakan di pemerintahan. Kebijakan yang dihasilnya atas pengalaman bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti misalnya menggratiskan biaya sekolah. Tentu saja ada kalanya kebijakan Ganjar menuai kritik, namun jika terjadi permasalahan di masyarakat, ia tidak pernah absen.
Aku tidak tahu pasti, ketika Ganjar menginap di rumah warga, apakah dia harus melepas semua ego di kepalanya, melupakan semua fasilitas yang melekat dalam nama besarnya, atau tidak perlu susah payah melakukan semua itu karena pada dasarnya dia memang berasal dari rakyat biasa.
Hingga hari ini semakin banyak kampus besar yang civitas akademikanya bergerak mengingatkan Presiden Jokowi dan jajaran, agar netral dan menjaga Pemilu secara Jujur dan adil. Stop politisasi bansos. Stop penggunaan jabatan publik untuk kepentingan politik golongan. Seruan moral ini merupakan suara intelektual yg mewakili kepentingan Indonesia. Bukan kepentingan Partai ataupun Capres tertentu.
Stlh sahut-sahutan puluhan perguruan tinggi mengeluarkan petisi krn pelanggaran etik dan ketidaknetralan aparat pemerintah dlm berdemokrasi (pemilu), muncul gerakan. Beberapa rektor di perguruan tinggi lain didekati agar membuat statement (ada yg langsung direkam oleh petugas) bhw:
1- Mengapresiasi kepemimpinan Pak Jokowi spt dlm menangani covid-19; 2- Pemilu 2024 berjalan baik; 3)- Sekelompok orang tak bisa memaksakan kehendak kpd rakyat. Ada rektor-rektor yg langsung diminta membuat video template text yg sdh disiapkan lalu diviralkan, ada jg rektor yg tak mau melakukannya dan menolak terang2an. Mari bangun Indonesia ini dgn demokrasi yang bermartabat.
Kalau orang lapar datang ke Prabowo, dia akan kasih makan tapi dia gak tanya masalahnya apa.
Kalau ketemu Ganjar, dia akan kasih makan dan carikan solusi masalahnya.
Kalau datang ke Anies dia gak dikasih makan, gak dikasih solusi, tapi dikasih cerita.
--Adian Napitupulu
Gawat nih, gw mau buka mata orang deh soal FOOD ESTATE soalnya gw baru dapat kiriman video komentar seorang jubir / pendukung paslon presiden.
Kenapa gawat? Karena isinya adalah PEMBOHONGAN PUBLIK!
Bahaya brader kalo soal alam ente akal²in.
Kalau ada pejabat atau politikus yang mau lihat bagaimana HILIRISASI NIKEL, saya bisa antar ke lokasi ini.
Syaratnya: Harus tinggal minimal 3 hari. Kita mandi, makan hasil laut, dan minum air seperti warga lokal.
Deal?