The Big Difference Between HYPE and ASTER Burns
ASTER just burned 3.11M tokens worth ~$2.25M
Big number, but the more interesting question is: how effective is the burn mechanism?
Both Aster and @HyperliquidX direct 99% of fees toward their token economy, but the end result is different.
Hyperliquid:
→ Fees buy hyperliquid:native
→ HYPE goes to the Assistance Fund
→ HYPE is permanently burned
→ Fees directly reduce supply
Aster:
→ Fees buy aster-2:native
→ Bought ASTER goes to stakers as rewards
→ An equal amount of team allocation is burned
→ The bought tokens can return to circulation
So while Aster can generate impressive burn headlines, Hyperliquid has a more direct link between protocol revenue → market buyback → permanent supply reduction.
The real metric isn't how many tokens were burned.
It's how much of the protocol's revenue actually removes tokens from the market.
And that's where HYPE's mechanism currently looks more efficient.
Kasus $BARRON ini rame banget. Berikut beberapa opini saya:
1. Perlu diketahui 99% memecoin di https://t.co/wP7Gk1mWcY itu project rug pull. Ingat high profit = high risk. Kalau mau main ginian pakai uang jajan aja. Saya personal kalau beli memecoin kaya gini saya anggap "lucu2an". Kalau moon dipamerin teman2, kalau rekt ketawain lalu lupakan.
2. Akun twitter itu banyak dijual. Coba cari aja di Google ato di sopi banyak. Jadi walau itu tadinya akun Indonesia, bisa jadi sudah dibeli orang lain (ya bisa asing bisa Indo). Menurut saya ini bukan bukti kongkrit orang Indo yg melakukan.
3. Kenapa rame banget kalau ada sedikit nyerempet Indonesia. Padahal tiap hari ada ribuan memecoin yg rug pull 😅
4. Ketika membeli token yg belum ada pengumuman resmi, Anda sedang berspekulasi dengan harapan jackpot kalau tebakannya benar. Ini bukan investasi tapi beli lotere.
5. Ada media crypto yg ikut tweet project ini, media seharusnya double check segala informasi karena bisa merugikan banyak orang.
He predicted the rise of:
• AI
• Remote work
• Digital streaming
Years before they happened.
Now, Kevin Kelly says these 5 tech trends will shape the next 100+ years:
Ade gue kuliah ITB. Dia dapet keringanan dari UKT 5 ke UKT 4. Cuman dapet keringanan 3,75 juta. Dengan keringanan sepelit itu dan luar biasa susah buat dapetnya, sekarang lu maksa semua mahasiswa yang ajuin keringanan jadi your fucking unpaid labour?
Suruh kerja di Helpdesk? Buatin soal ujian lu? Kerjain Administrasi?
Prof. Reini Wirahadikusumah, do you even have a soul at this fucking conjecture?
AET | 🇰🇷 Korea Republic 2️⃣-2️⃣ Indonesia 🇮🇩 (10-11 on pens)
What a game it was. The fairytale run continues for the debutants as they march into the semi-finals. Simply remarkable!
#AFCU23 | #KORvIDN
@Sdamero Ada kok kak yang lebih minim ads, contohnya Kompas, detik, Tempo, CNN, dan Kumparan. Semua tergantung medianya. Suka fashion, culture, dan lifestyle, simak hypeabis. Ada baiknya gak ngutip dari homeless media. Kalau mau lebih premium lagi, bisa langganan https://t.co/tHHsgooiFj
Shocking atau enggak, cuma mau ngomong kalau media-media recehan kayak folkative itu gak masuk ke data perusahaan pers di bawah dewan pers. Jadi, dewan pers gak bertanggung jawab sama konten yang diunggah mereka. Konten-kontennya pun gak memenuhi pedoman pemberitaan media siber