Soal Kasus Geng Rusia, Aleg PKS Hamid Noor Yasin : Perketat Pengawasan WNA demi Kenyamanan Pariwisata
"Kasus ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk lebih waspada terhadap potensi ancaman dari kelompok kriminal asing di Indonesia," ~Hamid Noor
https://t.co/00vzqJ4wam
Pejuang Keluarga. Penjaga ekonomi nasional. Tapi sekaligus yg tdk pasti kehidupan hariannya. Jika negara hadir, mereka jadi kelas menengah yg kuat. Tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan pahlawan keluarga. Ayo negara hadir🙏
Semakin jelas aspek PIDANA pagar laut-HGB laut Tangerang.
- girik PALSU
- orang PALSU (masih hidup belum meninggal).
Sampai di sini FAHAM yaaa...
Tapi ingat,
jangan berhenti di aktor lapangan.
Perlu dikuak AKTOR INTELEKTUAL-nya.
#batalkanPSNPIK2
Program PIP pemerintah terbukti memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan partisipasi sekolah anak-anak Indonesia.
Penelitian pertama dengan judul “Efektifitas Program Indonesia Pintar terhadap Partisipasi Sekolah di Kawasan Barat dan Timur Indonesia” yang dilaukan oleh Fitri Mulyani, dkk dari FEB Universitas Andalan menunjukkan hasil :
1. Wilayah Indonesia Barat : Penerima PIP 15x lebih besar untuk tetap bersekolah dibanding peserta didik yang tidak menerima PIP.
2. Wilayah Indonesia Timur : Peserta didik yang meneirma PIP berkecenderungan 11x lebih besar untuk bersekolah dibanding peserta yang tidak menerima PIP
Penelitian kedua “The Effect of educational cash transfer for students from low-income families on students” oleh Nimas Anggara Samalo, dkk dari LPEM FEB UI menunjukkan :
1. Sebelum COVID-19 (Tahun 2019), tingkat putus sekolah penerima PIP adalah 0,61% dan tingkat putus sekolah bukan penerima PIP 0,91%.
2. Selama COVID-19 (Tahun 2021), tingkat putus sekolah penerima PIP adalah 0,71% dan tingkat putus sekolah bukan penerima PIP adalah 1,01%.
Penelitian ketiga terkait dengan Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah oleh Abdul Hakim dari BPS Aceh menunjukkan anak yang tidak mendapat PIP mempunya kecenderungan untuk putus sekolah 4,8X dibandingkan anak yang memiliki PIP.
Penelitian keempat dari Tim Nasional Percepatan Penaggulangan Kemiskinan (TNP2K) dari Susenas 2019 menunjukkan penerima PIP putus sekolah 2,71% dan bukan penerima PIP putus sekolah 11,5%.
Berbagai penelitian tersebut menunjukkan program PIP efektif dalam meningkatkan partisipasi sekolah anak-anak Indonesia.
Satu hal yang sangat saya syukuri ketika menjadi Anggota DPR di Komisi X adalah kami bisa membantu siswa-siswi di Malang Raya yang membutuhkan untuk mendapatkan program PIP.
Semoga langkah kecil ini kelak bisa membantu anak-anak di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu) untuk terus sekolah hingga meraih prestasi, menggapai mimpi.
Nantikan kehadiran kami di sekolahmu.
@malangcerdas@indocerdas_
PKS Peringati Hari Desa Nasional, Dorong Ketahanan Pangan dan Energi dari Desa
"PKS berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif desa guna menciptakan ekonomi yang mandiri dan inklusif,” ~Syahrul Aidi Maazat
https://t.co/UNZ0WlYX4X
Alhamdulillah pagi yg indah. Sarapan dan diskusi bareng kawan lama Mas Anies Baswedan dan Mba Fery. Hampir tiga jam. Doakan semua selalu sehat dan berkah🙏
Alhamdulillah, pagar bambu yang membentang di laut utara Kab. Tangerang mulai dibongkar. Semoga akses melaut bagi para nelayan dapat kembali terbuka secara normal dan luas. Di sisi lain, perlu tetap dikawal untuk dilakukan penindakan kepada pihak-pihak yang menjadi dalang pemasangan pagar bambu ilegal tersebut.
#fraksipksdprri
#PKSpembelaRakyat
#PKS
Wakil Ketua FPKS Amin Ak Minta Evaluasi atas Kasus Ketidaksesuaian Dimensi Kereta PT INKA‼
Jakarta (13/01) --- Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, mengungkapkan keprihatinannya terkait laporan bahwa kereta api yang diproduksi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Industri Kereta Api (INKA) mengalami kesulitan atau nyaris tidak dapat melewati terowongan Gumitir Kabupaten Jember, Jawa Timur, akibat ketidaksesuaian dimensi.
Hal ini dinilai sebagai persoalan serius yang harus segera mendapatkan perhatian dari semua pihak terkait. Seperti ramai diberitakan di media, gerbong kereta pesanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk jalur Jember ke Banyuwangi nyaris tidak bisa memasuki terowongan karena jarak antara kereta dan dinding serta atap terowongan terlalu dekat.
“Kasus ini menunjukkan adanya celah dalam proses perencanaan, pengawasan, dan kontrol kualitas produksi. Kereta api adalah moda transportasi publik yang harus menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna. Oleh karena itu, evaluasi mendalam wajib dilakukan untuk memastikan peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang,” tegas Wakil Rakyat dari Dapil Jatim IV itu.
Amin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses produksi PT INKA, mulai dari tahap desain hingga pengujian akhir. Menurutnya, sebagai BUMN, PT INKA memikul tanggung jawab besar untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar nasional maupun Internasional.
“Kita tidak bisa mentolerir adanya ketidaksesuaian yang berdampak pada operasional maupun keselamatan transportasi. Semua proses, dari desain hingga pengiriman, harus melalui pengawasan ketat,” tambahnya.
Selain itu, Amin juga meminta Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN untuk ikut mengambil langkah konkret dengan melakukan investigasi terhadap kasus ini. Ia mengusulkan adanya audit independen untuk mengevaluasi prosedur kerja di PT INKA, serta rekomendasi perbaikan yang perlu diimplementasikan segera.
|| @Aminakram_
#fraksipksdprri
#PKSpembelaRakyat
#PKS