jika kamu kebingungan harus bertahan atau pergi.
coba menghilanglah sementara.
jika memang dia mencarimu, maka
kembalilah.
namun jika tidak, menghilanglah selamanya.
benar ya ternyata, berusaha terlalu keras untuk membuktikan betapa tulusnya kita, hanya akan membuat kita semakin di rendahkan.
kita mati-matian membuktikan rasa sayang yg tulus, dia malah mati-matian mematikan perasaan kita dengan segala yg keluar dari ucapan juga tindakannya.
satu alasan realistis untuk bertahan hidup; karena kamu belum tau versi terbaikmu.
mungkin sekarang hidupmu terasa berat, tapi hidup itu dinamis. semua bisa berubah, termasuk kamu.
kalau belum bisa hidup buat orang lain, hiduplah untuk tau sejauh mana kamu bisa berkembang.
tidak ada hal yang lebih indah daripada melihat diri sendiri bahagia dan kembali bersemangat pada hal-hal yang di sukai, terus sembuh dari hal-hal yang menyakiti, namun mampu untuk bahagia dan tertawa lepas lagi.
kamu tau apa yang paling menyakitkan? ketika kamu tidak bisa menjelaskan apa yang kamu rasakan, berbaring di tempat tidur, mulai dengan tatapan kosong, tetapi kamu bisa merasakan hatimu semakin berat dari detik ke detik, dan tidak ada yang bisa kamu lakukan selain menangis.
normalisasikan mengajari diri sendiri untuk tidak mengumumkan kabar baik sampai semuanya benar-benar terjadi, karena tidak semua rencana berjalan sesuai ekspektasi, dan orang iri itu pasti ada, jadi lebih baik kita hindari.
premature announcements attract jealous spirit.
bener kata orang; mengikhlaskan itu ga semudah omongan. harus hancur dulu, sedih dulu, nangis dulu, down dulu, tersiksa mental dulu, hilang diri sendiri dulu, berdamai dengan diri sendiri dulu, sampai kita bisa terbiasa, terus bangkit sendiri.
gila kan? tapi itulah kenyataannya.
berhenti menghubunginya dan berhentilah menyakiti dirimu sendiri, meski rasa sayangmu kepadanya sangat besar, tapi terimalah kenyataan bahwa dia tidak pernah memilihmu.
kadang tuh kangen masa-masa salting era, deg-deg'an sampe mules tiap mau ketemu, seneng setengah mati tiap dapet notifikasi, gugup tiap mau mulai percakapan, ngobrol random sampe ketawa-ketawa ga jelas berdua, dikabarin & ngabarin pake pap, pokonya kangen fase jatuh cinta lagi.