Kromoleo (2024)
Film horor Kromoleo menceritakan tentang teror rombongan hantu pembawa keranda mayat serta konflik keluarga dengan masa lalu yang kelam berlatar tahun 1984 di Magelang, Jawa Tengah.
Mitos dan Latar Belakang
Legenda Kromoleo: Mitos lokal Jawa Tengah tentang rombongan hantu pembawa keranda. Konon, siapa pun yang melihat penampakan mereka akan menemui ajal keesokan harinya.
Sejarah Kelam: Alur cerita turut dibumbui intrik masa lalu era 1980-an yang melibatkan hubungan antargenerasi serta misteri kematian di desa tersebut.
akun liga1inside_ bikin caption umpan berhadiah: "BUMD JUGA A? RESMI BANK BJB MENJADI SPONSOR BARU PERSIB BANDUNG" 🤭
Maksud hati mau framing seolah-olah Persib disokong APBD, tapi Bobotoh di kolom komentar malah langsung turun tangan ngasih kuliah gratis tentang manajemen keuangan korporasi.
Gatot Nurmantyo lagi MEMBUAL hebat soal “rencana jahat Jokowi”, “sabotase struktural”, menteri-menteri titipan, judi online, blackout, dll. Padahal yg paling kelihatan justru dendam pribadi yg sudah diidap sejak 2017.
Dulu dia Panglima TNI. Diganti Hadi Tjahjanto empat bulan sebelum pensiun. Setelah itu baru mulai heboh, bikin KAMI, kritik sana-sini, sekarang malah bilang Jokowi masih “mengendalikan” Prabowo dari belakang. Lucu. Ketika masih menjabat diam-diam, begitu “ditendang” (istilahnya sendiri) baru merasa jadi pahlawan kebenaran.
Kalau benar semua itu rencana jahat Jokowi, kenapa baru diungkap sekarang? Kenapa dulu tidak dibuka saat masih punya wewenang? Karena waktu itu masih nyaman di kursi. Begitu kursi dicopot, baru ingat integritas, baru ingat negara, baru ingat “sakit hati rakyat”.
Ini BASI banget: jenderal yg merasa dikhianati, lalu mengubah rasa sakit hati pribadi jadi narasi “penyelamat bangsa”. Semua yg diganti Jokowi selalu pny versi heroiknya sendiri. Gatot hanya salah satu yg paling vokal.
Kalau mau dipercaya, bawa bukti konkret, bukan hny cerita di YouTube Hersubeno Point yg durasinya 1 jam tanpa skip. Karena sejauh ini yg paling kuat terasa bukan data, melainkan rasa pahit karena sudah tidak lagi digandeng, pun oleh pemerintahan yg berkuasa saat ini.
Mantan Panglima yg genuine fokus negara tidak perlu menunggu diganti dulu baru “bangkit”. Yang seperti itu namanya bukan kepekaan kebangsaan, namanya sakit hati yg dibungkus nasionalisme.
Dapet postingan lama yg menjelaskan tentang modus kerja sama antara Ferry Yanto Hongkiriwang sebagai markus di Kejagung dan Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus