Jujur The Guardian keren banget sih.
Mereka nyediain panduan Piala Dunia 2026 secara lengkap dan gratis cooy.
Gokil sih setiap 48 negara dan total 1.248 yang ikut World Cup dibahas satu-satu secara mendetail. Kita bisa lihat setiap pemain kunci sampai kelebihan + kekurangan tim
Kenapa di dalam Alquran tidak ada satupun ayat yang menyuruh kita untuk membahagiakan orangtua?
Kenapa yang ada di Quran cuma perintah untuk berbuat baik?
ini memang konten, tapi kalau mau bahas lebih dalam,
di satu titik pernikahan saya pernah mengalami ini, dulu ketika istri hamil anak pertama saya kerja makin gila sampai tidur di ruang kerja, ambis banget.
memang sih hasilnya istri bisa ke rumah sakit terbaik, cari dokter terbaik, fetomaternal ke dokter terbaik, tes NIPT terbaik, ratusan juta sampai lahiran pokonya gaspol aja gak mikir.
namun istri mulai berubah, dingin, nanyain terus kapan ada waktu berdua.
disitu saya sadar uang memang penting sekali, tp pasangan jg butuh perhatian dan quality time, apalagi love language istri saya act of service, akhirnya setiap pagi saya beliin susu kedelai, setiap malem pijitin, temenin curhat.
memang berat jadi suami dan ayah, tuntutan kita banyak.
menikah memang artinya siap mengambil tanggung jawab tersebut,
semoga pundak kita selalu kuat yah para bapack 🥹
Tega2nya, penderitaan orang lain dieksploitasi dgn begitu vulgar demi kepentingan menaikkan citra program.
Konten paling bajingan pada 2026. Dan ini baru Maret.
#Indonesia: Deeply concerned by horrific acid attack on Andrie Yunus, the Deputy External Affairs Coordinator of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (@KontraS). Those responsible for this cowardly act of violence must be held to account. HRDs must be protected in their vital work & able to raise without fear issues of public concern. - @volker_turk
Jawaban pendeknya: ada banyak.
Jawaban jujurnya: pertanyaannya kurang tepat.
Karena 45jt/bulan itu bukan milik satu profesi tertentu. Jawabannya bukan cuma "dokter spesialis", "senior software engineer", "banker", atau "manager di big company".
Yes, profesi2 itu memang banyak yang bisa sampai segitu, bahkan lebih.
Tapi angka itu biasanya bukan datang dari label pekerjaannya.
Yang bikin orang digaji segitu adalah seberapa besar value yang dia ciptakan, seberapa besar risiko yang dia tangani, dan seberapa besar leverage yang dia punya.
In other words, itu adalah market value untuk problem tertentu, di sistem ekonomi tertentu, dengan level tanggung jawab tertentu.
Dan yang dibayar mahal sebenarnya bukan "kerjaannya", tapi kombinasi dari hal-hal ini:
→ masalah yang lo selesaikan
→ seberapa mahal masalah itu
→ seberapa langka orang yang bisa menyelesaikannya
→ dan seberapa jelas value hasil kerja lo
Itu sebabnya dua orang yang sama-sama pintar, sama-sama rajin, sama-sama lulusan bagus, bisa punya jarak penghasilan yang sangat jauh. Karena mereka bermain di economic game yang beda.
Ada kerja yang secara sosial kelihatan keren dan terhormat, tapi secara bisnis margin-nya kecil.
Ada juga kerja yang dari luar kelihatan biasa aja, tapi ternyata dekat banget ke revenue, efisiensi, atau keputusan berisiko tinggi. Dan itu yang bikin dibayar mahal.
Karena pada akhirnya, job market nggak membayar niat baik, kerja keras, atau kepintaran dalam bentuk abstrak. Market membayar leverage.
Leverage itu apa?
Simpelnya: ketika satu keputusan lo, satu skill lo, atau satu output lo bisa ngasih hasil dalam skala besar.
Contohnya:
✅ seorang software engineer bisa menulis sistem yang dipakai ribuan atau jutaan orang
✅ seorang salesperson enterprise bisa close deal bernilai ratusan juta atau miliaran
✅ seorang operator yang oke bisa bikin perusahaan hemat biaya besar setiap bulan
✅ seorang legal lead bisa mencegah kerugian yang jauh lebih mahal daripada gajinya
✅ seorang manager yang bagus bisa membuat 20 orang kerja lebih efektif
Di situlah angka seperti 45jt ke atas jadi makes sense.
Karena secara matematis, kehadiran orang itu menghasilkan atau melindungi value yang jauh lebih besar dari kompensasinya.
Jadi, kalau mau naik income, jangan cuma upgrade diri.
Upgrade juga market tempat lo menjual skill lo.
Ini berlaku untuk banyak hal:
- pindah dari industri margin tipis ke margin besar
- pindah dari perusahaan lokal kecil ke perusahaan global
- pindah dari role support ke role dengan ownership
- pindah dari kerja yang output-nya susah diukur ke kerja yang impact-nya kelihatan jelas
- pindah dari "dikerjakan manual terus-menerus" ke "membangun sistem yang bisa diulang"
Lompatan penghasilan terbesar most likely bukan datang dari lo jadi 2x lebih hebat.
Tapi dari lo masuk ke arena yang menghargai skill lo 2x lebih tinggi.
Semakin mahal masalah yang bisa lo tangani dengan tenang, semakin mahal market value lo.
udah liat tingkah menjijikan mimi peri? masih mau ngasih ruang untuk bencong? masih mau bela para boti dan LGBT kah?
-dia terang2an mengaku suka tusbol/sodomi, di mana dia ngambil anak2 kampung, katanya anak2 kampung lebih bersih dari HIV. kurang ajar sekali, pun kalo mereka bersih, bisa saja nanti justru dia yang tertular dari si bencong ini. daya rusaknya luar biasa untuk anak2 dan masa depan
bejat. hina. dia menularkan penyakit kelamin dan bisa menularkan orientasi seksnya yang menyimpang itu ke anak2 kampung yang kemungkinan masih ada yang polos
jangan lagi bilang sifat dan kelakuan bencong itu gak bisa nular. bisa. jurnal barat yang jadi rujukanmu soal LGBT gak bisa nular itu gak valid, emang yang buat jurnal itu udah ngambil survey dari seluruh dunia? gimana kalo yang buat jurnal itu ada beberapa yang pro ke LGBT juga? stop denial
bagaimana kalo anak2 kampung itu anakmu? keponakanmu atau kerabatmu? masih ada kah ruang untuk tidak marah?
anak2 kampung yang dia sebut itu mungkin ada yang sama2 mau, tapi besar kemungkin ada juga yang awalnya gak mau tapi karena banyak faktor seperti iming2 dikasih imbalan, dirayu atau apapun lah caranya sampai pada akhirnya dia mau melakukannya. ditambah dengan keadaan ekonominya yang sulit, begitu ditawari uang dan hadiah bisa saja pendiriannya goyah. ini banyak terjadi
-saat ditegur soal kelakuannya itu, dia teriak "hidup boti, saya bangga menjadi boti. dosa itu gak ada, gak ada disiksa (di neraka), itu hanya dongeng, dongeng masa kecil buat nakut-nakutin"
apa gak bahaya kalo predator seperti ini dibiarin berkeliaran semaunya tanpa ditindak? tanpa memasukkan unsur agama pun, kita semua harusnya gak boleh bebasin dia ngerusak anak2 dan menularkan penyakit fisik dan mental ini
teman2, jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata. lawan
Orang Indonesia suka pamer kenalan.
Ini karena:
> Business in Indo runs on gossip.
> Access to gossip is limited to ordal.
> Harus pamer kenalan biar diterima ordal.
People who often say “Gua baru ketemu X” are status-signaling.
They want to show that they're in the circle and know confidential information.
People who are not in the circle must network for access.
Main padel, ikut2 happy hour, etc -- semua jadi ritual to mingle with those in power.
In an opaque system, who > what you know.
Welcome to Indonesia.