Komnas HAM mengungkap kesaksian penting terkait tewasnya 15 warga sipil di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dalam keterangan saksi, disebutkan adanya sosok bersenjata yang mengenakan pakaian loreng di lokasi kejadian.
Operasi TNI Buru OPM Tewaskan 12 Warga Sipil, DPR: Bentuk Tim Investigasi
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti insiden baku tembak di Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang menewaskan 12 warga sipil. Ia meminta pemerintah untuk membentuk tim investigasi
Komnas HAM mencatat 12 warga sipil tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, akibat operasi TNI terhadap TPNPB-OPM di Kampung Kembru, Puncak, Papua Tengah (14/4/2026). Selain itu, belasan warga dilaporkan mengalami luka serius.
Rakyat su jadi korban, dorang dua masih sibuk baku tuduh… ini kerja lindungi orang atau cuma pandai cari alasan saja?
Dorang ribut bilang “bukan saya”, “itu dia”… tapi yang mati siapa? Tetap rakyat sipil.. bukan yang baku bicara itu.
Situasi keamanan di Kabupaten Puncak kembali memanas sejak 13 April 2026 setelah OPM dan TNI saling tuduh terkait operasi bersenjata di Pogoma, Kembru, dan Sinak. OPM mengklaim terjadi operasi udara dan darat yang menyebabkan korban sipil serta pengungsian besar
Senin (14/4/2026) pukul 05.00 WIT, operasi militer oleh aparat TNI di Distrik Kebru, Kabupaten Puncak, Papua, menyebabkan korban dari kalangan sipil, meski wilayah tersebut telah disepakati sebagai zona pengungsian aman.
KATANYA PERJUANGAN DEMI MASA DEPAN PAPUA. TAPI YANG DIDORONG KE DEPAN MALAH ANAK-ANAK
INI PERJUANGAN…
ATAU MEMANG SENGAJA CARI TAMENG BIAR KELIHATAN “MURNI”?
JANGAN BUNGKUS KEPENTINGAN DENGAN WAJAH POLOS YANG BELUM PAHAM APA-APA..