Paradox menarik yang aku tangkap dari kejadian yang kemarin para techbros alami. Yaitu sebagian (entah banyak-dikit) ngerasa "Pake AI" itu cheating.
Kenapa bisa gini ? Alasan paling kuat IMHO, adalah "Effort = Value" Mindset.
Sebagian dev ngerasa coding bukan cuman job, its crafting something. Ada kepuasan sendiri ketika bisa solving complex problem, nulis elegant code dari scratch, mastering system yang complex.
Ngerasa "struggling" itu yang bikin valuable. Debugging berjam-jam, belajar algoritma complex, bikin semuanya dari Nol, itu semua jadi "perjuangan" untuk dapet badge of honor.
Kayak "Gue belajar since a child trus sekarang mesin bisa lakukan itu dalam hitungan menit?", rasanya devalue skills yang udah susah payah dipelajari.
Sentiment ini kayaknya yaa, kayaknya muncul dari "discomfort" terhadap perubahan.
Padahal yang aku rasa ya strugglingnya sama, tetep ada, cuman ya shifted aja. Ya balik lagi kalo pilihannya gamau pakai AI silahkan, but kalo yang pakai AI dihina yaa aku rasa thats bad.
Aku attach post dari former CEO aku, yang aku banyak belajar dari orang ini. yang productnya dibeli shutterstock di tahun 2015. Kali-kali bisa jadi insights baru. :)